loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Bakung. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Bakung. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2019

Mara Athirah Siagian, seorang warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyabet juara III kompetisi Quran tingkat dasar di Wollongong, New South Wales, Australia. ⠀ "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara tiga. Saya mengucapkan terima kasih kepada guru mengajiku di Bakung Gowa," kata Athirah sapaan akrabnya, melalui sambungan telepon dari Makassar, Minggu. Mantan siswi SD Inpres Bakung Gowa itu, masuk dalam kategori I yakni bacaan surah Al Fatihah, surah An Nass sampai surah Al Zalzalah pada acara yang dilaksanakan oleh Saudi Students in Wollongong, Islamic Society of Illawara bersama Asosiasi Masjid se-Illawara. Athirah satu-satunya peserta dari Indonesia yang secara tidak terduga berhasil masuk babak final, mengalahkan pesaingnya dari anak-anak Muslim yang didominasi keturunan Timur Tengah pada kompetisi yang digelar di Masjid As Salam, Berkeley, Wollongong, Sabtu (1/6). ⠀ Sepekan sebelumnya, sedikitnya 130 peserta dari berbagai negara mengikuti kompetisi tersebut. Sebanyak 40 anak mengikuti babak penyisihan, sedangkan yang melaju ke babak final enam orang, termasuk putri ketiga pasangan Haidir Fitra Siagian dan Nurhira Abdul Kadir, Mara Athirah Siagian itu. Orang tua Athirah merupakan dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Sang ibu yang sementara menjalani pendidikan program doktoral pada University of Wollongong dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat itu, mengharuskan Athirah dan keluarganya bermukim di "Negeri Kanguru" tersebut selama tiga tahun ke depan. Berkat kesungguhan dan keseriusannya tadarus setiap hari, utamanya pada Ramadhan ini, siswi kelas V Gwynneville Primary School itu, berhak mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan 100 dolar atau sekitar Rp1 juta atas raihan juara III kompetisi tersebut. ⠀ "Juara ini saya peruntukkan untuk kedua kakekku yang telah meninggal dunia, kakek almarhum Dollar Siagian di Sipirok dan kakek almarhum Abdul Kadir di Majene," kata anak berusia 11 tahun itu. Artikel lengkap baca di makassar.antaranews.com Download with nice filename

Juni 27, 2019
Mara Athirah Siagian, seorang warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyabet juara III kompetisi Quran tingkat dasar di Wollongong, New ...

Sabtu, 09 Maret 2019

Muhammad Didin (20), mahasiswa semester VI jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri UIN Alauddin tiba-tiba saja melakukan hal di luar kewajaran. Bagaimana tidak, Didin sapaan akrabnya berjalan kaki dari kampung halamannya di Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat ke Kota Makassar. Dari data google maps, jarak desa itu ke Makassar mencapai 299 kilometer. Menurutnya, aksi itu tiba-tiba saja terlintas di dalam benaknya. Anak kedua dari tiga bersaudara ini hanya ingin merasakan apa yang dialami orang-orang terdahulu berjalan kaki dalam menempuh pendidikan. “Tujuannya tidak ada. Tiba-tiba saja ada pikiran mau jalan kaki ke Makassar,” kata Didin kepada Pojoksulsel.com di Kampus UIN Alauddin, Samata, Gowa, Sabtu (9/3/2019). Mahasiswa yang senang berpetualang dan hobi fotografi memulai perjalanannya selama tiga hari. Terhitung sejak 26 hingga tiba di Makassar tanggal 28 Februari. Namun aksi jalan kakinya itu tak diketahui kedua orang tuanya. Didin mengaku tak meminta restu pada orangtuanya karena takut tak mendapat izin. Padahal, dirinya merupakan pribadi yang ambisius. “Kalau minta izin pasti tidak diizinkan,” lanjutnya. Diceritakan Didin, di hari pertama ia menginap di rumah seorang warga di Kota Pare-Pare. Di sana ia bertukar cerita dengan pemilik rumah lantaran kebetulan memiliki hobi yang sama. Kemudian di hari kedua perjalanannya, Didin menginap kembali di rumah warga yang terletak di Kabupaten Pangkep. Kebetulan rumah itu milik warga Polman tapi sudah lama tinggal di Pangkep. “Tanggal 28 sudah sampai di Kontrakan di Jalan Veteran Bakung Samata,” tutup Didin. . . . . . (muh aliyafid/pojoksulsel) . . . Jgn Lupa Tag Temanmu dan Cek Info ter-Update di Story kami 🙏 . . #sosmedmakassar #gowa #makassar #maros #parepare #pangkep #uinalauddinmakassar #infomakassar #soppeng #pinrang #selayar #sinjai #bulukumba #pinrang #toraja #barru #palopo #sidrap #enrekang #bone #bantaeng #takalar #jeneponto #sulawesiselatan Download with nice filename

Maret 09, 2019
Muhammad Didin (20), mahasiswa semester VI jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri UIN Alauddin tiba-tiba saja me...

Sabtu, 23 Februari 2019

Rabu, 17 Juni 2020

Minggu, 26 April 2020

Adbox
loading...