loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Mampu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Mampu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2019

PRIHATIN TERHADAP ANAK SEKOLAH YATIM YG KURANG MAMPU MEMAKAI PAKAIAN SOBEK, AKSI APARAT BHABINKAMTIBMAS BRIPDA YUSRAN MEMBERIKAN BANTUAN" ' Pada Hari Selasa tgl 15 Januari 2018 sekitar jam 08.30 wita DiSekolah Dasar (SD) Negeri 010 Timoro Yg berada di Kelurahan Lakahang, kec.Tabulahan, kab.Mamasa ' Prihatin dgn siswa sekolah yg menggunakan Pakaian sekolah yg sudah tidak layak pakai , Bripda Yusran aparat Bhabinkamtibmas Polsek Tabulahan polres mamasa polda sulbar memberi bantuan santunan pakaian dan peralatan tulis kpd kedua anak yatim yg kurang mampu yg bersekolah DiSekolah SDN 010 Timoro yg berada dikelurahan lakahang, kec.tabulahan, kab.Mamasa. ' Kegiatan yg dilakukan oleh Aparat Bhabinkamtibmas ini merupakan sebagai bentuk peduli Polri terhadap Anak sekolah yg kurang mampu terkhusus anak Yatim Yg kurang mampu, ' 'Guru dan Kepala sekolah di sekolah tersebut sangat mengapresiasi inovasi yg dilakukan oleh bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat yakni bripda yusran, yg tulus dan ikhlas memberi pakaian Seragam sekolah kpd salah satu siswa dan memberi alat tulis buku kpd kedua anak yatim yg bersaudara ini, pakaian yg dikenakan oleh salah satu siswa tersebut sudah tdk layak pakai karna celana sudah sobek dan pakaian sudah kusam dan berubah warna , ' 'Bripda yusran yg bertugas sebagai bhabinkamtibmas di polsek tabulahan polres mamasa polda sulbar memberi pakaian utk anak yatim yg kurang mampu yg duduk dibangku sekolah dasar yg telah lama kehilangan org tuanya, ' "saya pd saat melaksanakan pengaturan didepan sekolah, melihat ada siswa yg masuk kedalam sekolah dengan memakai pakaian yg sudah kusam, celananya sobek dan ada bekas jaitan, saya menanyakan kpd anak trsebut kamu memakai pakaian ini sudah lama? 'Knp tdk diganti? Dari penjelasan anak trsebut saya prihatin dan berniat baik utk anak trsebut, "ucap bripda yusran. ' Kiriman Followers @zi_yus #mamasa #polisi #sekolah Download with nice filename

Januari 15, 2019
PRIHATIN TERHADAP ANAK SEKOLAH YATIM YG KURANG MAMPU MEMAKAI PAKAIAN SOBEK, AKSI APARAT BHABINKAMTIBMAS BRIPDA YUSRAN MEMBERIKAN BANTUAN...

Kamis, 06 Juni 2019

HERALDMAKASSAR.com – Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dusun Sapohiring, Desa Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dari informasi yang di himpun, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya merasa kecewa dengan pemerintah setempat setelah mengetahui namanya tidak masuk dalam daftar penerima sembako. “Saya tidak dapat sembako, orang tua saya umurnya sudah 100 tahun lebih tidak dapat sementara warga yang umurnya baru 30 tahun mendapat sembako untuk Lansia,” ujarnya kepada Heraldmakassar.com, Jum’at (08/06/2019) pagi. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pembagian sembako untuk warga kurang mampu juga diduga salah sasaran. “Saya heran, warga yang punya mobil, sawah banyak, dapat sembako. Sementara kita ini yang kurang mampu malah tidak dapat,” tambahnya. “Pernah ji dapat satu kali tapi setelah itu namanya dicoret. Katanya diganti dengan warga lain. Tapi warga yang ganti malah jauh dari kata tidak mampu,” ceritanya lebih lanjut. Pernah melakukan protes terhadap salah seorang pegawai yang mendata di daerah tersebut, ia pun harus kembali gigit jari. “Sudah saya tanya yang mendata di daerah ini. Kenapa saya tidak dapat? baru dia bilang maaf bu, bukan kami yang mendata tapi langsung dari kecamatan,” curhatnya. Pendataan dari warga yang akan mendapatkan bantuan sembako pun dilakukan langsung oleh tim dari Kecamatan Tombolo Pao. Berbeda dari desa lain, yang dimana pendataan dilakukan oleh RT setempat. Hingga berita ini diturunkan, Heraldmakassar.com belum bisa mengkonfirmasi ke kantor kecamatan karena masih dalam hari libur pasca Idul Fitri. . #infokotamakassar #makassarinfo #infokejadianmakassar Download with nice filename

Juni 06, 2019
HERALDMAKASSAR.com – Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dus...

HERALDMAKASSAR.com – Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dusun Sapohiring, Desa Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dari informasi yang di himpun, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya merasa kecewa dengan pemerintah setempat setelah mengetahui namanya tidak masuk dalam daftar penerima sembako. “Saya tidak dapat sembako, orang tua saya umurnya sudah 100 tahun lebih tidak dapat sementara warga yang umurnya baru 30 tahun mendapat sembako untuk Lansia,” ujarnya kepada Heraldmakassar.com, Jum’at (08/06/2019) pagi. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pembagian sembako untuk warga kurang mampu juga diduga salah sasaran. “Saya heran, warga yang punya mobil, sawah banyak, dapat sembako. Sementara kita ini yang kurang mampu malah tidak dapat,” tambahnya. “Pernah ji dapat satu kali tapi setelah itu namanya dicoret. Katanya diganti dengan warga lain. Tapi warga yang ganti malah jauh dari kata tidak mampu,” ceritanya lebih lanjut. Pernah melakukan protes terhadap salah seorang pegawai yang mendata di daerah tersebut, ia pun harus kembali gigit jari. “Sudah saya tanya yang mendata di daerah ini. Kenapa saya tidak dapat? baru dia bilang maaf bu, bukan kami yang mendata tapi langsung dari kecamatan,” curhatnya. Pendataan dari warga yang akan mendapatkan bantuan sembako pun dilakukan langsung oleh tim dari Kecamatan Tombolo Pao. Berbeda dari desa lain, yang dimana pendataan dilakukan oleh RT setempat. Hingga berita ini diturunkan, Heraldmakassar.com belum bisa mengkonfirmasi ke kantor kecamatan karena masih dalam hari libur pasca Idul Fitri. . #infokotamakassar #makassarinfo #infokejadianmakassar Download with nice filename

Juni 06, 2019
HERALDMAKASSAR.com – Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dus...

Jumat, 15 Mei 2020

Jumat, 10 Mei 2019

6 videos. Naja merupakan peserta Hafidz Indonesia 2019 cilik asal Mataram. . Naja kini berusia 9 tahun dan telah menjadi hafiz cilik. Namun Naja memiliki keterbatasan fisiknya. . Naja diketahui menderita celebral palsy atau kelumpuhan otak. Meski hidup dalam keterbatasan, Naja mampu menghafal Alquran hingga 30 Juz. . Ia telah menjadi hafidz cilik, bahkan hingga halaman-halaman setiap surat dalam Alquran. . Dalam video yang diunggah oleh chanel Hafidz Indonesia 2019 pada 6 Mei 2019 lalu, menampilkan Naja dalam acara Hafidz Indonesia 2019. . Dalam video tersebut terlihat Irfan Hakim yang menjadi pemandu acara, menjelaskan kondisi Naja. Irfan Hakim menjelaskan bahwa awal mulanya, Naja terlahir seperti bayi normal lainnya. . Orangtua Naja tidak mengetahui kondisi Naja sesungguhnya. Seiring dengan waktu, orangtua Naja mengetahui kondisi Naja yang menderita cerebral palsy. . Celebral palsy merupakan kelumpuhan otak, dimana motoriknya tak bisa terkontrol seperti orang normal. . Namun meski dengan fisik tersebut, Naja mampu menghafal Alquran hingga 30 Juz. . Tak hanya itu, Naja juga mampu menghafal ayat Alquran hingga mengetahui halaman-halaman setiap ayat Alquran. . Bahkan, Ibunda Naja tidak pernah menyangka bahwa Naja mampu menghafal Alquran dengan cepat. . Selain itu, Ibundanya mengaku kagum kalau Naja hafal hingga halaman-halaman setiap ayatnya. . Hanya sepotong surat yang disebutkan, Naja mampu menebak halaman, hingga surat ayat tersebut. . Ibunda Naja bahkan mengaku belum pernah mengajarkan Naja hal tersebut. . . . @berbagisemangat Download with nice filename

Mei 10, 2019
6 videos. Naja merupakan peserta Hafidz Indonesia 2019 cilik asal Mataram. . Naja kini berusia 9 tahun dan telah menjadi hafiz cilik....

Senin, 05 Agustus 2019

Senin, 01 April 2019

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), utamanya Autis, ternyata memiliki talenta yang membanggakan. Di balik keterbatasan, mereka mampu menunjukkan jika mereka pun tidak berbeda dengan anak pada umumnya. Hal ini yang ditunjukkan ABK yang bersekolah di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri Makassar. Sekolah yang berada di Jalan Meranti Nomor 1, Paropo, Panakukang, Makassar, itu memang merupakan sekolah yang memiliki sistem pendidikan inklusi. Jadi sekolah ini menerapkan pemerataan pendidikan baik reguler maupun ABK. Di sekolah ini terdapat 15 ABK. Selain Autis, ada juga yang down sindrom, hiperaktif, dan lainnya. Nah, 15 ABK ini unjuk kebolehan di ajang yang digelar sekolahnya dengan tema “Kita Indah Karena Berbeda”, Selasa (2/4/2019). Kegiatan ini untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang jath setiap tanggal 2 April. Anak-anak special tersebut dengan berabi tampil di atas panggung unjuk kemampuan seperti membaca ayat suci Al-Quran, baca puisi, memainkan alat music, hingga berpidato. Ahmad Maulana misalnya. Ia tampil percaya diri di atas panggung. Ia membaca pidato dengan tenang dan lantang. Meski belum terlalu fasih namun Ahmad terus membaca hingga selesai. Orang tua Ahmad, Sri Wahyuni, menuturkan jika hal ini sangat luar biasa. Menurutnya, Ahmad jadi tenang dan mampu membaca hingga selesai padahal anaknya itu hiperaktif. ⠀ “Biasanya Ahmad sangat susah diatur dan tidak tenang jika di hadapan banyak orang. Tapi penampilan tadi sungguh luar biasa hingga saya meneteskan air mata ketika semua orang tepuk tangan atas penampilan Ahmad,” pungkas Sri Wahyuni. Sementara Nur Aiman mampu ayat suci Al-Quran dengan baik. Meski terbata-bata, murid kelas 5 SD ini mampu membaca Surah An-Naba sampai tuntas. Orang tua Nur Aiman, Mirnawati, mengaku bangga dengan perkembangan anaknya. Ia terharu melihat anaknya percaya diri di atas panggung. ⠀ “Saya senang dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak jadi mampu melakukan banyak keterampilan dan diapresiasi dengan kegiatan seperti ini,” ungkap Mirnawati. Menurut Mirnawati, anak autis sangat ekstra untuk dirawat. Terkadang mereka asik dengan dunianya sendiri dan lamban dalam merespon komunikas Download with nice filename

April 01, 2019
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), utamanya Autis, ternyata memiliki talenta yang membanggakan. Di balik keterbatasan, mereka mampu menunjuk...

Kamis, 06 Juni 2019

Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dusun Sapohiring, Desa Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dari informasi yang di himpun, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya merasa kecewa dengan pemerintah setempat setelah mengetahui namanya tidak masuk dalam daftar penerima sembako. “Saya tidak dapat sembako, orang tua saya umurnya sudah 100 tahun lebih tidak dapat sementara warga yang umurnya baru 30 tahun mendapat sembako untuk Lansia,” ujarnya kepada Heraldmakassar.com, Jum’at (08/06/2019) pagi. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pembagian sembako untuk warga kurang mampu juga diduga salah sasaran. “Saya heran, warga yang punya mobil, sawah banyak, dapat sembako. Sementara kita ini yang kurang mampu malah tidak dapat,” tambahnya. “Pernah ji dapat satu kali tapi setelah itu namanya dicoret. Katanya diganti dengan warga lain. Tapi warga yang ganti malah jauh dari kata tidak mampu,” ceritanya lebih lanjut. Pernah melakukan protes terhadap salah seorang pegawai yang mendata di daerah tersebut, ia pun harus kembali gigit jari. “Sudah saya tanya yang mendata di daerah ini. Kenapa saya tidak dapat? baru dia bilang maaf bu, bukan kami yang mendata tapi langsung dari kecamatan,” curhatnya. Pendataan dari warga yang akan mendapatkan bantuan sembako pun dilakukan langsung oleh tim dari Kecamatan Tombolo Pao. Berbeda dari desa lain, yang dimana pendataan dilakukan oleh RT setempat. Hingga berita ini diturunkan, Heraldmakassar.com belum bisa mengkonfirmasi ke kantor kecamatan karena masih dalam hari libur pasca Idul Fitri. Artikel : heraldmakassar Download with nice filename

Juni 06, 2019
Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dusun Sapohiring, Desa B...

Senin, 25 Mei 2020

Kamis, 06 Juni 2019

Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dusun Sapohiring, Desa Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dari informasi yang di himpun, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya merasa kecewa dengan pemerintah setempat setelah mengetahui namanya tidak masuk dalam daftar penerima sembako. . “Saya tidak dapat sembako, orang tua saya umurnya sudah 100 tahun lebih tidak dapat sementara warga yang umurnya baru 30 tahun mendapat sembako untuk Lansia,” ujarnya kepada Heraldmakassar.com, Jum’at (08/06/2019) pagi. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pembagian sembako untuk warga kurang mampu juga diduga salah sasaran. . “Saya heran, warga yang punya mobil, sawah banyak, dapat sembako. Sementara kita ini yang kurang mampu malah tidak dapat,” tambahnya. “Pernah ji dapat satu kali tapi setelah itu namanya dicoret. Katanya diganti dengan warga lain. Tapi warga yang ganti malah jauh dari kata tidak mampu,” ceritanya lebih lanjut. Pernah melakukan protes terhadap salah seorang pegawai yang mendata di daerah tersebut, ia pun harus kembali gigit jari. “Sudah saya tanya yang mendata di daerah ini. Kenapa saya tidak dapat? baru dia bilang maaf bu, bukan kami yang mendata tapi langsung dari kecamatan,” curhatnya. Pendataan dari warga yang akan mendapatkan bantuan sembako pun dilakukan langsung oleh tim dari Kecamatan Tombolo Pao. Berbeda dari desa lain, yang dimana pendataan dilakukan oleh RT setempat. Hingga berita ini diturunkan, Heraldmakassar.com belum bisa mengkonfirmasi ke kantor kecamatan karena masih dalam hari libur pasca Idul Fitri. . . . . Source: herarldmakassar.com Download with nice filename

Juni 06, 2019
Salah sasaran dalam pembagian sembako khusus warga lanjut usia (Lansia) dan warga kurang mampu diduga terjadi di Dusun Sapohiring, Desa B...

Minggu, 10 Februari 2019

Jakarta- Meski di batasi dengan kekurangannya yang tidak bisa melihat (tuna nerta) Fahrul yang masih berusia 12 tahun yang tinggal di Dusun Palapi, Kec. Pangale, Kab. Mateng Provinsi Sulbar ternyata di berikan kelebihan istimewa oleh Allah Subuhanahu Wataalah yaitu mampu menghafal Al-Qur’an 30 Jus Full. Karena kelebihannya tersebut, banyak pihak yang memberikan perhatian dan sanjungan kepada Fahrul si anak istimewa penghafal Qur’an ini. Bahkan Fahrul beserta keluarganya (kedua orang tuanya) di undang langsung oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla untuk bertamu di kediamannya di Jakarta, Minggu (10/2/19). ⠀ Sebelumnya Fahrul juga di undang langsung oleh Menpan RI Syafruddin dengan dikawal langsung oleh Kapolres Mamuju. Kapolres “Metro” Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan, S.I.K.,MH bahkan menyebutkan kebanggaannya kepada Fahrul karena merupakan warganya di Kab. Mamuju, kami sebenarnya mempunyai banyak generasi muda berbakat di Kab. Mamuju, tapi keistimewaan Fahrul bocah 12 tahun ini sudah mampu menghafal Al’Qur’an meski di balik kekurangannya seolah memancing perhatian semua kalangan bahkan orang Nomor 2 di Indonesia turut didalamnya, tutur Kapolres saat di konfirmasih oleh Humas Polda Sulbar. Saat tiba di kediaman Wakil Presiden, Fahrul bersama kedua orang tuannya dengan di kawal langsung oleh Kapolres Mamuju mendapat sambutan hangat. Dalam kesempatan itu, Bapak Wakil Presiden RI juga penasaran dengan kemampuan fahrul. Bahkan beliau sempat menguji dengan membacakan potongan surat dalam Al-Qur’an dan mampu di sempurnakan oleh Fahrul dengan suaranya yang merdu dan fasi. ⠀ “Bakat anak ini harus di jaga, kalau perlu di berikan pembimbing khusus agar hafalan Al-Qur’annya tetap terjaga,” tutur Wakil Presiden di sela-sela kesempatannya. Sementara itu, melalui Paur Humas Polres Mamuju Bripka Hasbi Zazg menjelaskan bahwa anak dengan nama lengkap Fahrul Rasyid Amin ini mampu menghafal Al-Qur’an hanya dengan rutin mendengarkan Hendpone ayahnya Masyaa Allah. Download with nice filename

Februari 10, 2019
Jakarta- Meski di batasi dengan kekurangannya yang tidak bisa melihat (tuna nerta) Fahrul yang masih berusia 12 tahun yang tinggal di Dus...

Senin, 18 Maret 2019

Menristekdikti mencabut izin pendirian 11 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi. Pencabutan izin terhadap 11 PTS karena sudah tidak mampu melakukan aktivitas akademik sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). ⠀ Menurut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin, salah satu penyebab dicabutnya izin pendirian 11 PTS itu adalah rendahnya jumlah peminat program studi yang ditawarkan. Sehingga, PTS tidak mampu membiayai operasional PTS dan tidak dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. ⠀ “Saya menghimbau agar PTS di Sulawesi tidak ragu untuk menutup program studi yang sudah tidak laku lagi, dan membuka program studi kekinian yang relevan dengan kondisi kita saat ini yang memasuki era Revolusi Industri 4.0”, ujar Jasruddin di Makassar, Senin (18/3/2019). ⠀ Jasruddin menambahkan bahwa berdasarkan data dari Kemenristekdikti, dari 3128 PTS yang ada di Indonesia, sekira 14 persen diantaranya berada dalam kondisi yang tidak sehat karena tidak mampu membiayai operasional pendidikannya dan tidak mampu memberikan pelayanan sesuai dengan SNPT. Oleh karena itu melalui Peraturan Menristekdikti Nomor 3 Tahun 2018 yang kemudian diperbaharui melalui Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018, Kemenristekdikti mendorong agar PTS-PTS khususnya yang berada di dalam naungan Yayasan yang sama untuk melakukan penggabungan atau penyatuan agar pengelolaan PTS tersebut lebih efektif dan efisien. ⠀ “Seperti dalam dunia bisnis, salah satu upaya penyehatan korporasi adalah melalui merger dan akuisisi. Di dunia pendidikan tinggi kita juga menerapkan strategi yang sama agar PTS yang bergabung atau menyatu dapat lebih sehat dan lebih berkualitas”, tutur Jasruddin. Download with nice filename

Maret 18, 2019
Menristekdikti mencabut izin pendirian 11 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi. Pencabutan izin terhadap 11 PTS karena sudah tidak m...

Sabtu, 06 Juni 2020

Senin, 27 April 2020

Selasa, 07 Juli 2020

Rabu, 20 November 2019

Adbox
loading...