loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Masale. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Masale. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2019

Makassar -- Maraknya parkir liar khususnya di Jalan Pandang Raya (Trowongan) Mall Panakkukang Square menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Panakkukang. Hari ini, Camat Panakkukang Andi Pangeran Nur Akbar menggelar Rapat Koordinasi di ruang kerjanya, Selasa (21/05/19). Rapat koordinasi tersebut dihadiri Tripika Kecamatan Panakkukang (Muh. Tang Wakapolsek dan Tandiapun Kanit Lantas Polsek Panakkukang), Iqbal Kabid Sarana & Prasarana Dishub Kota Makassar serta Satriani Mungkasa Dirut PD Parkir. Selain itu Lurah Pandang yang baru Nimrod Sembe dan Lurah Masale Muhammad Hatta turut hadir dalam rakor tersebut. Camat Panakkukang dalam rakor tersebut meminta Lurah Masale untuk menemui pengelola Mall Panakkukang Square untuk mengkaji ulang kebijakan tarif parkir khusus karyawan. "Persoalannya disini rata-rata yang parkir disitu (Trowongan) adalah para karyawan mal tersebut, sementara kendalanya tarif parkir didalam mall jadi beban bagi karyawan," ujar Camat Panakkukang. "Sehingga saya meminta Lurah Masale untuk menemui pengelola Mall agar ada kebijakan tarif parkir khusus karyawan," sambungnya. Selain itu Camat Panakkukang Andi Pangeran juga meminta Lurah Masale bersama pihak PD Parkir dan Dishub menjadi negosiator kepada pengelola mall untuk izin membangun Pos Gabungan Pengawasan & Penanganan Parkir Liar. "Fungai daripada pos ini nantinya digunakan sebagai tempat standby para personil Satpol PP BKO Panakkukang, PD Parkir, Dishub hingga anggota personil Polsek Panakkukang," jelas Camat Eang. Sementara tugas lain dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar ialah pemasangan rambu jalan serta marka jalan. Wakapolsek Panakkukang Muhammad Tang juga sangat berharap langkah tegas dalam penindakan jukir liar dan kendaraan yang parkir di badan jalan. "Pihak Polsek Panakkukang tidak akan tebang pilih semua yang melanggar tentu harus ditertibkan," tegas Wakapolsek Panakkukang. Nantinya akan ada 4 titik yang menjadi perhatian khusus yang perlu dijaga ketat melalui kesepakatan bersama. Kemudian dilakukan tindakan gabungan (show a force). Sumber : bidiknasional-online.com #makassar #parkir Download with nice filename

Mei 21, 2019
Makassar -- Maraknya parkir liar khususnya di Jalan Pandang Raya (Trowongan) Mall Panakkukang Square menjadi perhatian Pemerintah Kecamat...

Selasa, 19 Februari 2019

Makassar - Polda Sulsel akan segera memanggil pihak Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mendalami kasus hilangnya dana nasabah BNI hingga jutaan rupiah. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihak Bank BNI akan segera dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan atas hilangnya dana atau uang nasabah bank bernama Uli (51), warga Kompleks Akik Hijau, Jalan Panakukkang, Kelurahan Masale, Kota Makassar. "Minggu depan akan dilakukan pemanggilan pihak BNI," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (19/2/2019) sore. Meski demikian, Dicky Sondani mengaku belum mengetahui pasti pihak BNI siapa saja yang akan dilakukan pemanggilan. Namun, ia menegaskan bahwa kasus ini akan terus didalami karena korban Uli mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. "Belum tahu, penyidik belum rilis. Dan juga surat penyampaian untuk pemanggilan belum dilayangkan," pungkasnya. Terpisah, Humas BNI, Meryana masih enggan berkomentar banyak terkait kasus ini. Bahkan ia, pun belum melakukan tindakan apapun adanya kasus ini. "Belum ada infonya, ditunggu pak ya," singkatnya. Sebelumnya, korban yang kesehariannya sebagai Ibu rumah tangga (IRT) ini melapor ke Polda Sulsel karena telah kehilangan uang di rekeningnya hingga Rp8,3 Juta. Awalnya, ia kaget mendapatkan notifikasi adanya transaksi transfer atau bukti transfer dari rekeningnya senilai Rp8,3 juta ke rekening BNI lain atas nama Akina. Dan korban pun mengaku tidak pernah melakukan transferan ke nomor rekening tersebut dan bahkan penerima transferan tersebut tidak dikenalnya. Apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya indikasi kejahatan perbankan. Maka kasus ini akan segera dinaikkan status penyidikan dan menetapkan tersangka. Namun terlebih dahulu, beberapa pihak akan dimintai keterangan dan membongkar modus baru ini. Sumber : kabar.news #makassar #bni #uangnasabah Download with nice filename

Februari 19, 2019
Makassar - Polda Sulsel akan segera memanggil pihak Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mendalami kasus hilangnya dana nasabah BNI hingga j...

Kamis, 14 Februari 2019

Makassar - Setelah kasus dugaan tilap Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat buat heboh, kini Polda Sulsel kembali menerima laporan pengaduan dari nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) yang berkantor di Menara Bosowa. Dia adalah Uli (51), warga Kompleks Akik Hijau, Jalan Panakukkang, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar. Ibu rumah tangga (IRT) ini melapor ke Polda Sulsel karena telah kehilangan uang di rekeningnya hingga jutaan rupiah yang disimpan di BNI. "Kasus perbankan baru saja di laporkan masyarakat. Korban IRT atas nama Uli datang ke ruang SPKT Polda Sulsel karena uang sebesar Rp 8,3 juta di rekeningnya hilang atau tertransfer tanpa sepengetahuannya," ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di RS Bhayangkara Makassar, Kamis (14/2/2019) sore. Berdasar keterangan Uli, Dicky menjelaskan nasabah tersebut kaget mendapatkan notifikasi adanya transaksi transfer atau bukti transfer dari rekeningnya senilai Rp8,3 juta ke rekening BNI lain atas nama Akina. Transaksi itu, kata Dicky, tidak pernah dilakukan oleh oleh Uli ke nomor rekening atas nama Akina. Maka dengan adanya laporan tersebut, Dicky Sondani, mengaku akan segera melakukan tindak lanjut dengan mengecek kembali apakah pernyataan itu benar atau tidak. Sehingga, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada pihak bank BNI untuk mendalami kasus ini. "Kita  akan memanggil pihak-pihak dari bank BNI untuk mengkroscek lagi, apakah betul telah terjadi pengambilan uang nasabah  atas nama Uli tanpa sepengetahuan nasabah tersebut," katanya. "Dan kalau terjadi, ada apa? Dan bagaimana cara pengambilannya ? Apakah dengan penipuan atau dengan cara yang lain. Maka dari itu kita akan panggil dan kroscek lagi," tandas Dicky. Sebelumnya, Muhammad Sahlan Rahim (39), nasabah BNI mengaku ditipu oleh inisial CB, seorang karyawan yang mempunyai posisi penting di BNI yakni selaku pimpinan Outlet Kantor Kas Antang. Ia juga telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Sumber : kabar.news #makassar #uangnasabah #penggelapan #bank #bni Download with nice filename

Februari 14, 2019
Makassar - Setelah kasus dugaan tilap Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat buat heboh, kini Polda Sulsel kembali menerima lapor...

Sabtu, 13 Juli 2019

1 videos. Tujuh Remaja Pesta Ganja Sintetik di THM D'orbit Makassar Makassar - Polisi bersenjata lengkap dari Satuan Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Satuan Sabhara Polrestabes Makassar menangkap tujuh pemuda yang sedang pesta tembakau sintetik di tempat hiburan malam (THM) D'Orbit Bistro, Lounge & KTV yang berada di Komplek Ramayana Ruko Jade, Jalan Ap Pettarani, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu 14 Juli 2019, dini hari. Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan pihaknya telah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan target atau sasaran tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar. Dan berhasil meringkus tujuh orang anak remaja yang sedang berpesta tembakau sintetik di salah satu ruangan di THM D'orbit. "Kami dari Polrestabes Makassar melaksanakan P4GN dan berhasil mengamankan di THM sebanyak tujuh orang, dugaan mereka pesta dengan tembakau sintetik. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas berhasil menemukan barang bukti beberapa sachet ganja sintetik di lokasi," ucap Diari Astetika saat ditemui di lokasi. Untuk ketujuh orang yang diamankan ini, nantinya akan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui asal barang dan jenis barang termasuk kandungan yang terdapat di dalamnya. Tak hanya itu, Polisi akan mengejar pelaku yang menyuplai atau bandar tembakau sintetik ini di Kota Makassar. "Kita akan dalami, kita mempunyai waktu 3x24 jam dan dapat ditambah lagi 3x24 jam dalam masa penyeledikan dan pemeriksaan pada laboratorium. Tentunya kami dalami semua asal barang dan jenis barang termasuk kandungan yang terdapat di dalamnya," bebernya. Razia ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan menekan jumlah penyalahgunaan Sumber : tagar.id #thm #razia #makassar Download with nice filename

Juli 13, 2019
1 videos. Tujuh Remaja Pesta Ganja Sintetik di THM D'orbit Makassar Makassar - Polisi bersenjata lengkap dari Satuan Narkoba, Sat R...

Minggu, 19 Mei 2019

Makassar – Tim Resmob Polsek Panakkukang dengan terpaksa melumpuhkan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) lantaran ingin mengelabui polisi, Senin (20/5/2019). Muh. Sudirman alias Ogi (18) warga jalan Cilallang Jaya dan Muh. Akhdisya alias Nunu (18) warga Perumahan Bumi Laikang Indah Sudiang kota Makassar. Keduanya merupakan Residivis kasus Begal yang dimana kedua tersangka baru sebulan keluar menghirup udara segar sudah melakukan aksinya kembali sebanyak 4 kali diwilayah hukum Polsek Panakkukang. Terungkapnya kasus begal ini berawal salah satu pelaku Muh. Akhdisya alias Nunu tertangkap tangan oleh warga di jalan Topaz Raya Kelurahan Masale melakukan aksi begal dan diamankan Resmob Polsek Panakkukang. Dari hasil keterangan tersangka menyebut dua naman rekannya yang berhasil meloloskan diri, sehingga dilakukan pengembangan terhadap rekannya yang dipimpin Panit Resmob Ipda Roberth Hariyanto Siga. Roberth menceritakan bahwa kami personil resmob Polsek Panakkukang melakukan pengembangan salah satu tersangka di jalan Cilallang dan berhasil mengamankan tersangka Muh Sudirman alias Ogi yang berperan dalam aksinya sebagai Joki. Kemudian kami melanjutnya perjalanan menuju Moncongloe Kabupaten Maros Sulawesi Selatan terhadap lelaki Teguh (DPO) namun dalam perjalanan kedua pelaku ini berusaha melakukan perlawanan untuk berusaha kabur, sehingga kami memberikan tembakan tegas dan terukur terhadap kedua tersangka pada bagian kaki kanan lantaran tak mengindahkan tembakan peringatan.”kata Roberth Keduanya pun kami larikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya dijebloskan ke dalam sel Mapolsek Panakkukang.”tutup Roberth Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap menerangkan bahwa benar kami telah mengamankan dua tersangka pencurian dengan kekerasan yang dimana kedua tersangka merupakan residivis kasus yang sama. Kedua tersangka ini baru sebulan keluar dari Lapas Makassar dan melakukan aksinya diwilayah hukum Polsek Panakkukang sebanyak 4 TKP.”terang Ananda. Selengkapnya di SimponiNews.com #makassar #begal Download with nice filename

Mei 19, 2019
Makassar – Tim Resmob Polsek Panakkukang dengan terpaksa melumpuhkan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) lantaran ingin mengela...

Sabtu, 20 April 2019

Aparat kepolisian dari Resmob Polsek Panakkukang berhasil menyelamatkan seorang pelaku yang hendak melakukan pembusuran terhadap warga Berawal dua orang pemuda saling berboncengan melintas di jalan Swadaya Kelurahan Masale Kecamatan Panakkukang, merasa dirinya diteriaki dan langsung turun dari motor mencoba membentangkan busur ke arah warga yang sedang berkumpul. Saat melepaskan anak panah sasarannya meleset, warga pun langsung spontan menyerang balik dan akhirnya salah satu pelaku dengan identitas Salwing (19) warga jalan Sepakat berhasil diamankan oleh warga hinga jadi bulan bulanan bogem mentah. Sedangkan rekannya membawa motor berhasil kabur. Untungnya aparat kepolisian dari Resmob Polsek Panakkukang yang sedang patroli dsn hunting tiga C (curas, curat dan curanmor) yang dipimpin Panit Ipda Roberth Hariyanto Siga dan Danteam Bripka Dzulqadri yang berada tak jauh dari lokasi kejadian berhasil mengamankan pelaku dari amukan warga dan membawanya ke Posko Resmob Polsek Panakkukang bersama barang bukti 1 buah ketapel dan 2 buah anak panah. Panit Resmob Polsek Panakkukang Ipda Roberth Hariyanto Siga menerangkan bahwa kami berhasil mengamankan 1 orang pelaku yang hendak membusur warga dan menyelamatkannya dari amukan warga sedangkan rekannya Isran yang mengajak kami tetapkan sebagai DPO kami. Sedangkan Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap membenarkan laporan tersebut. Dan saat ini salah satu pelaku sudah menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Panakkukang. Artikel : simponinews Download with nice filename

April 20, 2019
Aparat kepolisian dari Resmob Polsek Panakkukang berhasil menyelamatkan seorang pelaku yang hendak melakukan pembusuran terhadap warga B...

Sabtu, 13 Juli 2019

Polisi bersenjata lengkap dari Satuan Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Satuan Sabhara Polrestabes Makassar menangkap tujuh pemuda yang sedang pesta tembakau sintetik di tempat hiburan malam (THM) D'Orbit Bistro, Lounge & KTV yang berada di Komplek Ramayana Ruko Jade, Jalan Ap Pettarani, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu 14 Juli 2019, dini hari. . Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan pihaknya telah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan target atau sasaran tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar. Dan berhasil meringkus tujuh orang anak remaja yang sedang berpesta tembakau sintetik di salah satu ruangan di THM D'orbit. . "Kami dari Polrestabes Makassar melaksanakan P4GN dan berhasil mengamankan di THM sebanyak tujuh orang, dugaan mereka pesta dengan tembakau sintetik. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas berhasil menemukan barang bukti beberapa sachet ganja sintetik di lokasi," ucap Diari Astetika saat ditemui di lokasi. . Untuk ketujuh orang yang diamankan ini, nantinya akan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui asal barang dan jenis barang termasuk kandungan yang terdapat di dalamnya. Tak hanya itu, . Polisi akan mengejar pelaku yang menyuplai atau bandar tembakau sintetik ini di Kota Makassar. . "Kita akan dalami, kita mempunyai waktu 3x24 jam dan dapat ditambah lagi 3x24 jam dalam masa penyeledikan dan pemeriksaan pada laboratorium. Tentunya kami dalami semua asal barang dan jenis barang termasuk kandungan yang terdapat di dalamnya," bebernya. . Razia ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan menekan jumlah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika khususnya di tempat hiburan malam di Kota Makassar. . THM yang menjadi target operasi polisi ini karena terindikasi diduga sebagai tempat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Makassar, Sulsel. . "Giat ini akan rutin dilaksanakan di Kota Makassar. Hal itu untuk menekan angka peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di Kota Makassar," tuturnya. . THM D'Orbit Bistro, Lounge & KTV Makassar merupakan Cafe dan Resto yang menyuguhkan para pengunjungnya dengan live musik Dj. . Artikel : Tagar.id Download with nice filename

Juli 13, 2019
Polisi bersenjata lengkap dari Satuan Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Satuan Sabhara Polrestabes Makassar menangkap tujuh pemuda...

Kamis, 14 Februari 2019

Makassar - Setelah kasus dugaan tilap Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat buat heboh, kini Polda Sulsel kembali menerima laporan pengaduan dari nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) yang berkantor di Menara Bosowa. Dia adalah Uli (51), warga Kompleks Akik Hijau, Jalan Panakukkang, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar. Ibu rumah tangga (IRT) ini melapor ke Polda Sulsel karena telah kehilangan uang di rekeningnya hingga jutaan rupiah yang disimpan di BNI. "Kasus perbankan baru saja di laporkan masyarakat. Korban IRT atas nama Uli datang ke ruang SPKT Polda Sulsel karena uang sebesar Rp 8,3 juta di rekeningnya hilang atau tertransfer tanpa sepengetahuannya," ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di RS Bhayangkara Makassar, Kamis (14/2/2019) sore. Berdasar keterangan Uli, Dicky menjelaskan nasabah tersebut kaget mendapatkan notifikasi adanya transaksi transfer atau bukti transfer dari rekeningnya senilai Rp8,3 juta ke rekening BNI lain atas nama Akina. Transaksi itu, kata Dicky, tidak pernah dilakukan oleh oleh Uli ke nomor rekening atas nama Akina. Maka dengan adanya laporan tersebut, Dicky Sondani, mengaku akan segera melakukan tindak lanjut dengan mengecek kembali apakah pernyataan itu benar atau tidak. Sehingga, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada pihak bank BNI untuk mendalami kasus ini. "Kita  akan memanggil pihak-pihak dari bank BNI untuk mengkroscek lagi, apakah betul telah terjadi pengambilan uang nasabah  atas nama Uli tanpa sepengetahuan nasabah tersebut," katanya. "Dan kalau terjadi, ada apa? Dan bagaimana cara pengambilannya ? Apakah dengan penipuan atau dengan cara yang lain. Maka dari itu kita akan panggil dan kroscek lagi," tandas Dicky. Sebelumnya, Muhammad Sahlan Rahim (39), nasabah BNI mengaku ditipu oleh inisial CB, seorang karyawan yang mempunyai posisi penting di BNI yakni selaku pimpinan Outlet Kantor Kas Antang. Ia juga telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Sumber : kabar.news Download with nice filename

Februari 14, 2019
Makassar - Setelah kasus dugaan tilap Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat buat heboh, kini Polda Sulsel kembali menerima lapor...

Selasa, 19 Februari 2019

Polda Sulsel akan segera memanggil pihak Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mendalami kasus hilangnya dana nasabah BNI hingga jutaan rupiah. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihak Bank BNI akan segera dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan atas hilangnya dana atau uang nasabah bank bernama Uli (51), warga Kompleks Akik Hijau, Jalan Panakukkang, Kelurahan Masale, Kota Makassar. ⠀ "Minggu depan akan dilakukan pemanggilan pihak BNI," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (19/2/2019) sore. Meski demikian, Dicky Sondani mengaku belum mengetahui pasti pihak BNI siapa saja yang akan dilakukan pemanggilan. Namun, ia menegaskan bahwa kasus ini akan terus didalami karena korban Uli mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. ⠀ "Belum tahu, penyidik belum rilis. Dan juga surat penyampaian untuk pemanggilan belum dilayangkan," pungkasnya. Terpisah, Humas BNI, Meryana masih enggan berkomentar banyak terkait kasus ini. Bahkan ia, pun belum melakukan tindakan apapun adanya kasus ini. ⠀ "Belum ada infonya, ditunggu pak ya," singkatnya. Sebelumnya, korban yang kesehariannya sebagai Ibu rumah tangga (IRT) ini melapor ke Polda Sulsel karena telah kehilangan uang di rekeningnya hingga Rp8,3 Juta. Awalnya, ia kaget mendapatkan notifikasi adanya transaksi transfer atau bukti transfer dari rekeningnya senilai Rp8,3 juta ke rekening BNI lain atas nama Akina. Dan korban pun mengaku tidak pernah melakukan transferan ke nomor rekening tersebut dan bahkan penerima transferan tersebut tidak dikenalnya. Apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya indikasi kejahatan perbankan. Maka kasus ini akan segera dinaikkan status penyidikan dan menetapkan tersangka. Namun terlebih dahulu, beberapa pihak akan dimintai keterangan dan membongkar modus baru ini. Lodi Aprianto Download with nice filename

Februari 19, 2019
Polda Sulsel akan segera memanggil pihak Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mendalami kasus hilangnya dana nasabah BNI hingga jutaan rupia...

Minggu, 19 Mei 2019

Tim Resmob Polsek Panakkukang dengan terpaksa melumpuhkan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) lantaran ingin mengelabui polisi, Senin (20/5/2019). Muh. Sudirman alias Ogi (18) warga jalan Cilallang Jaya dan Muh. Akhdisya alias Nunu (18) warga Perumahan Bumi Laikang Indah Sudiang kota Makassar. Keduanya merupakan Residivis kasus Begal yang dimana kedua tersangka baru sebulan keluar menghirup udara segar sudah melakukan aksinya kembali sebanyak 4 kali diwilayah hukum Polsek Panakkukang. Terungkapnya kasus begal ini berawal salah satu pelaku Muh. Akhdisya alias Nunu tertangkap tangan oleh warga di jalan Topaz Raya Kelurahan Masale melakukan aksi begal dan diamankan Resmob Polsek Panakkukang. Dari hasil keterangan tersangka menyebut dua naman rekannya yang berhasil meloloskan diri, sehingga dilakukan pengembangan terhadap rekannya yang dipimpin Panit Resmob Ipda Roberth Hariyanto Siga. Roberth menceritakan bahwa kami personil resmob Polsek Panakkukang melakukan pengembangan salah satu tersangka di jalan Cilallang dan berhasil mengamankan tersangka Muh Sudirman alias Ogi yang berperan dalam aksinya sebagai Joki. Kemudian kami melanjutnya perjalanan menuju Moncongloe Kabupaten Maros Sulawesi Selatan terhadap lelaki Teguh (DPO) namun dalam perjalanan kedua pelaku ini berusaha melakukan perlawanan untuk berusaha kabur, sehingga kami memberikan tembakan tegas dan terukur terhadap kedua tersangka pada bagian kaki kanan lantaran tak mengindahkan tembakan peringatan.”kata Roberth Keduanya pun kami larikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya dijebloskan ke dalam sel Mapolsek Panakkukang.”tutup Roberth Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap menerangkan bahwa benar kami telah mengamankan dua tersangka pencurian dengan kekerasan yang dimana kedua tersangka merupakan residivis kasus yang sama. Kedua tersangka ini baru sebulan keluar dari Lapas Makassar dan melakukan aksinya diwilayah hukum Polsek Panakkukang sebanyak 4 TKP.”terang Ananda. Adapun barang bukti kami amankan saat ini 1 unit handphone korban dan 1 unit motor yang digunakan tersangka saat melalukan aksinya. Sehingga kami terapkan pasal 365 KHUP dengan Download with nice filename

Mei 19, 2019
Tim Resmob Polsek Panakkukang dengan terpaksa melumpuhkan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) lantaran ingin mengelabui polisi,...

Kamis, 14 Februari 2019

Setelah kasus dugaan tilap Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat buat heboh, kini Polda Sulsel kembali menerima laporan pengaduan dari nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) yang berkantor di Menara Bosowa. Pimpinan BNI Makassar: Ini Masalah Penting Dia adalah Uli (51), warga Kompleks Akik Hijau, Jalan Panakukkang, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar. Ibu rumah tangga (IRT) ini melapor ke Polda Sulsel karena telah kehilangan uang di rekeningnya hingga jutaan rupiah yang disimpan di BNI. ⠀ "Kasus perbankan baru saja di laporkan masyarakat. Korban IRT atas nama Uli datang ke ruang SPKT Polda Sulsel karena uang sebesar Rp 8,3 juta di rekeningnya hilang atau tertransfer tanpa sepengetahuannya," ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di RS Bhayangkara Makassar, Kamis (14/2/2019) sore. Berdasar keterangan Uli, Dicky menjelaskan nasabah tersebut kaget mendapatkan notifikasi adanya transaksi transfer atau bukti transfer dari rekeningnya senilai Rp8,3 juta ke rekening BNI lain atas nama Akina. Transaksi itu, kata Dicky, tidak pernah dilakukan oleh oleh Uli ke nomor rekening atas nama Akina. Maka dengan adanya laporan tersebut, Dicky Sondani, mengaku akan segera melakukan tindak lanjut dengan mengecek kembali apakah pernyataan itu benar atau tidak. Sehingga, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada pihak bank BNI untuk mendalami kasus ini. ⠀ "Kita akan memanggil pihak-pihak dari bank BNI untuk mengkroscek lagi, apakah betul telah terjadi pengambilan uang nasabah atas nama Uli tanpa sepengetahuan nasabah tersebut," katanya. ⠀ "Dan kalau terjadi, ada apa? Dan bagaimana cara pengambilannya ? Apakah dengan penipuan atau dengan cara yang lain. Maka dari itu kita akan panggil dan kroscek lagi," tandas Dicky. Sebelumnya, Muhammad Sahlan Rahim (39), nasabah BNI mengaku ditipu oleh inisial CB, seorang karyawan yang mempunyai posisi penting di BNI yakni selaku pimpinan Outlet Kantor Kas Antang. Ia juga telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Lodi Aprianto Download with nice filename

Februari 14, 2019
Setelah kasus dugaan tilap Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat buat heboh, kini Polda Sulsel kembali menerima laporan pengadua...

Rabu, 24 April 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 pada 17 TPS. Tujuh belas TPS yang akan melakukan pencoblosan ulang tersebar di 4 kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Panakkukang, Tamalate, Manggala dan Kecamatan Marison. Anggota KPU Makassar Divisi Teknis Penyelenggaraan, Gunawan Mashar, mengatakan PSU untuk empat kecamatan itu dijadwalkan akan dilansungkan pada Sabtu, 27 April 2019. ⠀ "Kami sudah mengkoordinasikan ke PPK, PPS, dan KPPS-nya. Persiapan sudah dilakukan, di antaranya inventarisir kebutuhan logistik dan penyiapan data pemilih, dokumen-dokumen lain," ujar Gunawan Mashar, via telepon, Selasa (23/4/2019). ⠀ Tidak semua 17 TPS tersebut di Kota Makassar yang akan melakukan pencoblosan ulang untuk semua jenis pemilihan. Beberapa di antaranya hanya mencoblos ulang calon presiden dan wakil presiden. Berikut ini daftar 17 TPS yang akan menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang: ⠀ 1. TPS 15 Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso (Pilpres dan DPR RI) ⠀ 2. TPS 11 Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso (Semua jenis pemilihan) ⠀ 3. TPS 02, Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso (Pilpres) ⠀ 4. TPS 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang (Semua jenis pemilihan) ⠀ 5. TPS 44 Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang (Pilpres) ⠀ 6. TPS 02 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala (Semua jenis pemilihan) ⠀ 7. TPS 12 Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala (Semua jenis pemilihan) ⠀ 8. TPS 35 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 9. TPS 40 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 10. TPS 43 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 11. TPS 77 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 12. TPS 78 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 13. TPS 02 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 14. TPS 20 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 15. TPS 26 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 16. TPS 40 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 17. TPS 10 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Semua Jenis Pemilihan) Download with nice filename

April 24, 2019
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 pada 17 TPS. Tujuh belas TPS yang akan...

Senin, 05 Agustus 2019

Adbox
loading...