loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kassi-Kassi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kassi-Kassi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2019

MAKASSAR - Seorang bayi yang terbungkus dos air mineral ditemukan seorang warga di Jalan Tidung 9 STP 9 Nomor 18 Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu (29/5/2019). Bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan ibunya. Tampak dari tali pusar yang baru sudah terpotong dan warna kulit bayi tersebut masih berwarna merah. Berat badan dua 2 kg panjang 43 cm itu diketahui setelah dibawa ke puskesmas terdekat. Nurhayati warga yang menemukan bayi tersebut mengatakan, sekitar pukul 07.00 wita dirinya sedang menjahit pakaian dan mendengar tangisan bayi. Ia kemudian cek cucunya di kamar. Setelah masuk kamar untuk melihat cucunya ternyata cucunya sedang tidur. Setelah itu, ia mencari arah suara bayi tersebut di depan rumahnya. Ibu rumah tangga 34 tahun itu terkejut setelah melihat seorang bayi terbungkus dos air mineral sedang menangis di depan rumahnya di pinggir jalan. Nurhayati kemudian melaporkan hal tersebut kepada warga sekitar rumahnya. Lalu bersama-sama warga lainnya membawa ke Puskesmas Kassi-kassi. Saat ini, bayi yang masih dalam keadaan hidup tersebut telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Sumber : rakyatku.com #makassar #bayi Download with nice filename

Mei 29, 2019
MAKASSAR - Seorang bayi yang terbungkus dos air mineral ditemukan seorang warga di Jalan Tidung 9 STP 9 Nomor 18 Kelurahan Kassi-kassi, K...

Selasa, 28 Mei 2019

Seorang bayi yang terbungkus dos air mineral ditemukan seorang warga di Jalan Tidung 9 STP 9 Nomor 18 Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu (29/5/2019). Bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan ibunya. Tampak dari tali pusar yang baru sudah terpotong dan warna kulit bayi tersebut masih berwarna merah. Berat badan dua 2 kg panjang 43 cm itu diketahui setelah dibawa ke puskesmas terdekat. . Nurhayati warga yang menemukan bayi tersebut mengatakan, sekitar pukul 07.00 wita dirinya sedang menjahit pakaian dan mendengar tangisan bayi. Ia kemudian cek cucunya di kamar. Setelah masuk kamar untuk melihat cucunya ternyata cucunya sedang tidur. Setelah itu, ia mencari arah suara bayi tersebut di depan rumahnya. Ibu rumah tangga 34 tahun itu terkejut setelah melihat seorang bayi terbungkus dos air mineral sedang menangis di depan rumahnya di pinggir jalan. . Nurhayati kemudian melaporkan hal tersebut kepada warga sekitar rumahnya. Lalu bersama-sama warga lainnya membawa ke Puskesmas Kassi-kassi. Saat ini, bayi yang masih dalam keadaan hidup tersebut telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. . . . . Source: rakyatku.com Download with nice filename

Mei 28, 2019
Seorang bayi yang terbungkus dos air mineral ditemukan seorang warga di Jalan Tidung 9 STP 9 Nomor 18 Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Ra...

Rabu, 29 Mei 2019

Seorang bayi yang terbungkus dos air mineral ditemukan seorang warga di Jalan Tidung 9 STP 9 Nomor 18 Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu (29/5/2019). . Bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan ibunya. Tampak dari tali pusar yang baru sudah terpotong dan warna kulit bayi tersebut masih berwarna merah. Berat badan dua 2 kg panjang 43 cm itu diketahui setelah dibawa ke puskesmas terdekat. . Nurhayati warga yang menemukan bayi tersebut mengatakan, sekitar pukul 07.00 wita dirinya sedang menjahit pakaian dan mendengar tangisan bayi. Ia kemudian cek cucunya di kamar. . Setelah masuk kamar untuk melihat cucunya ternyata cucunya sedang tidur. . Setelah itu, ia mencari arah suara bayi tersebut di depan rumahnya. Ibu rumah tangga 34 tahun itu terkejut setelah melihat seorang bayi terbungkus dos air mineral sedang menangis di depan rumahnya di pinggir jalan. . Nurhayati kemudian melaporkan hal tersebut kepada warga sekitar rumahnya. Lalu bersama-sama warga lainnya membawa ke Puskesmas Kassi-kassi. . Saat ini, bayi yang masih dalam keadaan hidup tersebut telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. . Artikel : Rakyatku.com Download with nice filename

Mei 29, 2019
Seorang bayi yang terbungkus dos air mineral ditemukan seorang warga di Jalan Tidung 9 STP 9 Nomor 18 Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan R...

Jumat, 05 Juli 2019

MAKASSAR — Suara isak tangis yang keluar dari mulut salah satu warga Jl Aroepala (Hertasning Baru), Hamsah Dg Lallo bersama keluarga yang tak mampu menahan pegawai Pengadilan Negeri (PN) Makassar yag melakukan eksekusi lahan, di Jl Aroepala Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini, Rabu (4/7/19). Sementara tetangga Hamsah, yang juga pemilik Warkop Pojok, selaku pemohon eksekusi lahan tampak puas karena eksekusi berjalan lancar dan berhasil menutup akses jalan Hamsah untuk masuk kerumahnya dan menyebabkan rumahnya terkurung karena dipagari seng. Eksekusi pengosongan lahan sesuai  putusan Pengadilan Makassar No 17/Pdt.G/2016/PN Makassar tanggal 19 Januari 2017,Jo Putusan Pengadilan Tinggi Makassar, No 366/PDT/2017 tanggal  27 November 2017. Dalam perkara perdata antara Hj Sitti Hadrah (pemilik warkop pojok) penggugat I dan H Rahmat (pemilik warkop pojok) Penggugat II dengan Hamsah Dg Lallo sebagai (tergugat). Hamsah Dg Lallo menuturkan, dirinya hanya bisa pasrah dan berharap bisa mendapat keadilan dari pemerintah. “Keseharian saya bekerja menambal ban di depan rumah. Tapi kalau sudah ditutup seperti ini, jalan masuk ke rumah pun sulit. Saya butuh keadilan pemerintah, kenapa saya yang harus menjadi tergugat. Saat berperkara, lahan yang diklaim pemilik warkop ini saya akui bukan milik saya. Setahu saya Ini bahagian dari akses jalan. Mestinya, pemilik warkop itu menggugat pemerintah,” tuturnya. Hamsah juga mengungkapkan, soal sertifikat milik yang dipegang pemilik warkop hingga menklaim lahan yang merupakan akses jalan depan rumahnya tidak diketahui dengan jelas kemunculannya. “Kami minta keadilan pak, susahmaki masuk di rumah. Memang kami orang kecil, tapi ingatki, kalaubmatiki nanti 1 X 2 ji tempatta dalam kubur. Akui memangmi semua tanahmu,” teriak Hamsah kepada keluarga pemilik warkop pojok dan  memilih tetap didalam rumah menyaksikan pemagaran depan rumahnya. Dari pemantauan jalanya eksekusi, keluarga Hamsah Dg Lallo, hanya bisa bersabar mengelus dada. Selengkapnya di UPEKS.co.id #makassar #pagar #lahan Download with nice filename

Juli 05, 2019
MAKASSAR — Suara isak tangis yang keluar dari mulut salah satu warga Jl Aroepala (Hertasning Baru), Hamsah Dg Lallo bersama keluarga yang...

Jumat, 03 Januari 2020

Minggu, 03 November 2019

Adbox
loading...