loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Tallo. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Tallo. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Agustus 2019

MAKASSAR—Tim Kalelawar Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba)  Polres Pelabuhan Makassar yang dipimpin Kanit Opsnal Ipda Asnawi SH dan Ka Tim Kalelawar Aipda Simon Laga, berhasil meringkus 7 (tujuh) pemuda yang sedang pesta Narkotika jenis Shabu di Jalan Butta-Butta Caddi Kec. Tallo, minggu (18/8/19) dininhari. Ke tujuh pelaku yakni Budiman Gassing (33), Firmansyah (23), Muh. Ari Rahmatullah (19), Kasman alias Garanddong (22), Abd. Razak (46), Saharuddin (25), Al Isra (21) dengan barang bukti berupa 7 sachet berisi kristal beming diduga Shabu. Berdasarkan dari informasi masyarakat bahwa salah satu rumah di Jalan Butta-Butta Caddi, Kel. Kaluku Bodoa, Kec. Tallo, sering terjadi penyalagunaan narkotika jenis shabu, maka Tim Kalelawar Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar bergerak cepat mengecek informasi tersebut. “Setelah kami di TKP di Jalan Butta-Butta, Tim Kalelawar berhasil mengamankan 7 Pemuda yang sedang pesta Narkotika jenis Shabu dengan barang bukti berupa 7 Sachet berisi kristal bening jenis Shabu, 1 timbangan digital, 2 buah pireks, 2 buah korek gas, 2 buah alat hisap (Bong),1 sendok shabu, dan 2 buah pipet” ungkap Kanit Opsnal Ipda Asnawi SH. Terkait hal itu Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar, AKP Ilham Fitriadi, SH, MH, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp (18-8-2109) membenarkan adanya penangkapan 7 pemuda yang diduga sedang pesta Shabu di Jalan Butta-Butta Caddi (Tallo). . “hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan kepada penyalagu narkoba sampai dimana keterlibatannya, dan saat ini ke 7 pemuda tersebut masih berada di Mako Polres Pelabuhan Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut” ungkap Ilham Fitriadi. Sumber : KORANMAKASSARNEWS.com #makassar #narkoba Download with nice filename

Agustus 18, 2019
MAKASSAR—Tim Kalelawar Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba)  Polres Pelabuhan Makassar yang dipimpin Kanit Opsnal Ipda Asnawi SH dan Ka Ti...

Senin, 18 Februari 2019

Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar kita mulai mengenal pelajaran sejarah, bahwa Bangsa Indonesia dulunya terdiri dari berbagai Kerajaan dan diantara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Menurut buku sejarah, hanya 2 kerajaan ini yang paling besar di antara kerajaan-kerajaan yang pernah ada di wilayah indonesia, yaitu hanya Sriwijaya dan Majapahit yang ditulis dalam buku-buku sejarah sebagai Kerajaan Besar. Sedangkan Kerajaan lain yang ada di Nusantara, hanya kadang-kadang ditulis dan dimuat ala kadarnya saja. Expos tentang kerajaan ini sangat minim, padahal jika kita ingin berbicara fakta sejarah dengan mengedepankan nilai-nilai ilmiah, maka bisa dipastikan Kerajaan Gowa-Tallo adalah salah satu Kerajaan Terbesar yang pernah ada di Nusantara. Berikut beberapa bukti sejarah tentang kebesaran Kerjaan Gowa-Tallo di Makassar : 1. SALOKOA atau mahkota Raja yang memiliki berat 1768 gram dan terbuat dari emas murni yang ditaburi 250 berlian. Mahkota ini berasal dari Raja Gowa Pertama Tumanurung Baineyya ri Tamalate pada Abad ke 13 Masehi. 2. PONTO JANGA-JANGAYYA yang terbuat dari emas murni dengan berat seluruhnya 985,5 gram. Bentuknya seperti Naga yang melingkar sebanyak 4 buah dan benda ini merupakan benda “Gaukang” kebesaran Raja di Gowa dan dipakai pada pergelangan tangan. 3. TOBO KALUKU atau rante manila dengan berat 270 gram. 4. KOLARA KOLARA yang merupakan kalung kebesaran yang terbuat dari emas murni seberat 2.182 gram. 5. JINGARA' adalah mata Uang Kerajaan yang terbuat dari emas Murni dengan ukuran diamater 19.49mm, tebal 1.50 mm dan berat 2.47 gram yang merupakan alat tukar yang sah di dalam wilayah kekuasaan Kerjaan Gowa-Tallo 6. MERIAM ANAK MANGKASARA adalah meriam yang terbesar yang pernah ada dan dimiliki oleh kerajaan di Indonesia dalam bidang pertahanan. Panjang diameter lobang mulutnya 41,5 cm, sehingga orang dengan mudah dapat masuk ke dalamnya. Menurut Dr. K.G. Crucq yang banyak melakukan penelitian tentang meriam-meriam yang ada di Indonesia, bahwa meriam “Anak Mangkasara” Milik Kerajaan Gowa-Tallo yang ada di Benteng Somba Opu itu lebih besar dari pada meriam “Pancawura” atau “Kyai Sapujagad” Download with nice filename

Februari 18, 2019
Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar kita mulai mengenal pelajaran sejarah, bahwa Bangsa Indonesia dulunya terdiri dari berbagai Kerajaa...

Senin, 01 Juli 2019

Apes nasib Nicolasina Catharina Maria Willems, warga negara asing (WNA) asal Belanda ini menjadi korban pencurian di Kota Makassar. Gedget merek iPhone miliknya raib digasak oleh orang tak dikenal (OTK) di halaman parkir minimarket, jalan Galangan Kapal, Kacamata Tallo, Kota Makassar, Sulsel. . "Peristiwa pencurian ini terjadi kemarin, Minggu 30 Juni 2019. Korbannya asal Negara Belanda yang diduga sementara hiburan di Kota Makassar. Handphone korban di curi oleh orang tak dikenal saat sedang belanja di minimarket," kata Kapolsek Tallo, Kompol Amrin AT kepada Tagar, Senin 1 Juli 2019. Pencurian ini bermula ketika korban bersama dengan rekannya sesama WNA sedang jalan-jalan mengitari Kota Makassar dengan bersepeda. Karena cuaca panas korban yang merasakan kehausan sehingga ia bersama rekannya masuk ke salah satu minimarket di jalan Galangan Kapal untuk belanja. . Naasnya, saat masuk ke dalam minimarket, korban tidak membawa atau hanya menyimpan handphone miliknya itu di atas sepedanya yang terparkir di halaman parkir minimarket. Tiba-tiba saja, datang pengendara sepeda motor yang sedang berboncengan melintas di lokasi kejadian dan langsung mengambil handphone milik korban lalu kabur. "Korban baru menyadari handphone miliknya hilang ketika usai belanja dan kembali untuk melanjutkan perjalanannya," tambahnya. . " Melihat handphonenya hilang, korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tallo. Dan pihak Opsnal Polsek Tallo langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus itu dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). "Saat olah TKP, ternyata aksi pelaku ini terekam CCTV minimarket. Sehingga langsung dilakukan pengejaran," tuturnya. Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sementara melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut. Sampai saat ini kata dia, pihaknya baru berhasil meringkus satu orang terduga pelaku dan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. . "Baru dapat satu pelakunya, masih di kembangkan dan di backup unit Jatanras Polrestabes Makassar," . . . . Source: tagar.id Download with nice filename

Juli 01, 2019
Apes nasib Nicolasina Catharina Maria Willems, warga negara asing (WNA) asal Belanda ini menjadi korban pencurian di Kota Makassar. Gedge...

Minggu, 27 Januari 2019

Kasus kematian Rusdi H (37) di Jalan Sunu 3 Nomor 32, Kelurahan Soangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 12.30 Wita menimbulkan pertanyaan. Ibu korban tidak menyangka anaknya yang tinggal sendiri di rumah tersebut ditemukan tergeletak dekat WC dalam keadaan sudah tak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan Polsek Tallo di TKP, korban diperkirakan meninggal dunia bukan karena kekerasan melainkan terjatuh dari rumah lantai dua tersebut.Hasil keterangan kepolisian, kronologi penemuan mayat oleh ibu kandung korban berawal sejak Sabtu (26/1/2019). Korban datang ke rumah ibu kandungnya, Hj Hasiah, di Jalan Ranggong untuk memberi uang. Hj Hasiah sempat menghubungi anaknya namun nomor handphone tidak aktif sehingga sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu (27/1/2019), ia datang ke rumah anaknya. Pintu rumah dalam kedaan tertutup. Setelah membuka pintu, sang ibu kaget anaknya telah tergeletak tak bernyawa di dekat WC. Polsek Tallo yang langsung datang ke TKP ingin membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. Namun sempat ditolak oleh ibu korban. Sekitar 30 menit setelah kepolisian melakukan identifikasi, akhirnya Hj Hasiah bersedia korban dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. "Anak saya tidak mengidap penyakit apa-apa hanya saja saya melihat jari di tangannya bengkak. Saya berharap hasil autopsi dari pihak kepolisian tidak terlalu lama dan mayat tersebut tidak diapa-apakan karena akan dibawa ke kampung halamannya," Hj Hasiah kepada Rakyatku.com. Hingga pukul 15.44 Wita, pihak keluarga korban masih menunggu kedatangan mayat korban sambil menunggu kedatangan anggota keluarga yang lain. . . . . Source: rakyatku.com . . Jgn Lupa Tag Temanmu dan Cek Info ter-Update di Story kami 🙏 . . ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Jgn ki' lupa Follow dan Share INFO ta' di : IG : @sosmedmakassar Line@ : @sosmedmakassar pakai "@" yah, ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ #sosmedmakassar #gowa #makassar #maros #parepare #pangkep #infomakassar #soppeng #pinrang #selayar #sinjai #bulukumba #pinrang #toraja #barru #palopo #sidrap #enrekang #bone #bantaeng #takalar #jeneponto #sulawesiselatan Download with nice filename

Januari 27, 2019
Kasus kematian Rusdi H (37) di Jalan Sunu 3 Nomor 32, Kelurahan Soangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul...

Sabtu, 27 April 2019

Kabar duka kembali menyelimuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Di tengah perampungan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat kecamatan dan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo meninggal dunia. Adalah Radiansyah (31 tahun) yang bertugas sebagai KPPS di TPS 09 Bunga Eja Beru, Tallo, dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.00 Wita di Rumah Sakit Pelamonia, Sabtu sore (27/4/2019). . "Beliau sempat dirawat di RS Pelamonia setelah kelelahan pasca menyelesaikan tugasnya melakukan rekap suara sebagai KPPS dan TPS tempat almarhum bertugas baru saja selesai direkap," ungkap Komisioner KPU Makassar, Endang Sari saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan sesaat lalu. Saat ini, almarhum disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Tinumbu Lorong 142, RW 2/RT 04, Kota Makassar. "KPU Kota Makassar berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah seorang penyelenggara Ad Hock kami. Teman-teman Penyelenggara Ad-hock (PPK,PPS dan KPPS) adalah elemen yang sangat penting dalam kelembagaan kami karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan pemilih," beber Endang. . "Selamat jalan Saudara kami, Radiansyah. Insya Allah diterima mulia di sisi-Nya. Terimakasih atas baktinya mengawal demokrasi kita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Almarhum telah syahid dalam menjalankan tugas mulia mengawal demokrasi di negara kita," pungkas Endang. Dengan kejadian ini, tercatat sudah ada dua petugas KPPS di Kota Makassar yang menjadi korban Pemilu 2019. Sebelumnya, seorang petugas KPPS di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, bernama Sarah Fadliah juga meninggal dunia di Rumah Sakit Grestelina, diduga karena keletihan dan penyakit demam berdarah yang dideritanya, Jumat (19/4/2019) lalu. . . . . Source: rakyatku.com Download with nice filename

April 27, 2019
Kabar duka kembali menyelimuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Di tengah perampungan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 20...

Selasa, 09 Juni 2020

Selasa, 13 Agustus 2019

Selasa, 19 Maret 2019

Tim Resimen Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang yang di pimpin Panit 2 Reksrim Ipda Roberth Hariyanto Siga menggelandang seorang pria bertato. Pria itu lalu digiring ke sebuah ruangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya berdasarkan laporannya yang terlampir dengan LP/142/K/III/2019/ Restabes Makassar/Sek Panakukkang dalam tindak pidana penganiayaan. Kepada polisi yang memeriksanya lelaki itu lebih dulu menyebutkan identitasnya bernama Junaedi Mustari yang kerap disapa Edi. Dia (Edi) mengaku menyesali perbuatannya dan diakuinya juga sampai berada dikantor polisi akibat perbuatannya telah menganiaya saudara perempuannya. Itu ia lakukan lantaran dirinya tersulut emosi. Penganiayaan itu dilakukan Edi karena dirinya kesal terhadap korban yang melarangnya menjengut saudaranya yang mendekam di sel tahanan Mapolsek Tallo. “Hanya karena tak terima ditegur oleh saudara perempuannya (korban) untuk tidak menjeguk saudaranya yang mendekam di sel Mapolsek Tallo, sehingga Edi tersulut emosi dan memukul korban menggunakan kelapan tangannya sebanyak tiga kali mengenai pada pipi kanan korban. Tidak hanya itu Edi usai menganiaya korban ia kemudian merusak motor korban pakai batu mengakibatkan lampu belakang motor korban pecah,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda yang dikonfirmasi, Senin (18/3/2019) Terungkapnya aksi penganiayaan dilakukan Edi terhadap saudara perempuannya itu. Berawal saat anggota Resmob panakkukang di pimpin Panit 2 Reskrim Ipda Roberth Hariyanto Siga sedang Patroli di Jalan Cambajawayya, Kecamatan panakkkukang pada Senin dini hari (18/3/209) sekira pukul 00.30 Wita. Dilokasi itu ia menerima aduan warga menyebutkan bawah telah terjadi keributan di sebuah rumah di Jalan Cambayya. ” Informasi itu kemudian ditindaklajutinya. Tim Resmob bergerak kelokasi yang ditujukan, setiba dilokasi masih mendapati keributan itu mereka petugas kepolisian berupaya menenangkan Edi yang tersulut emosi, usai menganiaya saudaranya (korban), karena korban merasa keberatan sehingga diarahkan melapor, selanjutnya Edi digelandang ke Polsek Panakkukang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Kapolsek. Editor : Arjuna Download with nice filename

Maret 19, 2019
Tim Resimen Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang yang di pimpin Panit 2 Reksrim Ipda Roberth Hariyanto Siga menggelandang seorang pria bert...

Sabtu, 16 Februari 2019

1 videos. Repost @ayoberbagimakassar . Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Berbagi Tanpa batas ... Nenek ini bernama Nenek Diah berusia 80 tahun. Alamat : RW4 RT.A Kel. Tallo, Kec. Tallo,Kota Makassar. . Perjalanan hidup Nenek Diah adalah potret hidup seorang nenek yang berjuang hidup sendirian. Dengan segala kekurangan dan kelemahan fisiknya. Nenek diah hanya memiliki 1 orang anak laki- laki itupun meninggal dunia ketika usianya baru 5 tahun. Hidup sendiiri diatas rumah panggung yang berukuran 2 x 4 Meter. . Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- harinya, nenek Diah membantu nelayan kepiting rajungan di sekitaran tempat tinggalnya, dengan membersihkan jaring yang sudah tidak bisa di gunakan lagi. . Diupah 15.000 per 12 ikat, setiap ikat panjangnya 20 Meter, jadi untuk mendapatkan upah 15.000 harus membersihkan jaring sepanjang 240 meter, biasanya dikerjakan hingga 3 hari lamanya, terkadang harus menahan kantuk di malam hari untuk menyelesaikan pekerjaannya. Harapannya hanya tentang kebutuhan hidup hari ini, tidak ada lagi mimpi tentang fasilitas hidup mewah di masa depan. . Kemarin team kami sempat mendengarkan nenek diah,"kalau dia harus berjalan kaki keluar dijalan raya untuk membeli bahan makanan karena di area rumah beliau tidak ada yg menjual bahan makanan (beras,telur,dsb)... Semoga allah selalu melindungi Nenek Diah disetiap langkahnya aamiin🙏 cc : @jendelasedekah @vivipdharapan . . ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa 😊 . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel Download with nice filename

Februari 16, 2019
1 videos. Repost @ayoberbagimakassar . Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Berbagi Tanpa batas ... Nenek ini bernama...

Sabtu, 27 April 2019

Kabar duka kembali menyelimuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Di tengah perampungan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat kecamatan dan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo meninggal dunia. Adalah Radiansyah (31 tahun) yang bertugas sebagai KPPS di TPS 09 Bunga Eja Beru, Tallo, dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.00 Wita di Rumah Sakit Pelamonia, Sabtu sore (27/4/2019). Radiansyah meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Pelamonia akibat kelelahan. ⠀ Dengan kejadian ini, tercatat sudah ada dua petugas KPPS di Kota Makassar yang menjadi korban Pemilu 2019. Sebelumnya, seorang petugas KPPS di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, bernama Sarah Fadliah juga meninggal dunia di Rumah Sakit Grestelina, diduga karena keletihan dan penyakit demam berdarah yang dideritanya, Jumat (19/4/2019) lalu. Komisioner KPU Kota Makassar, Endang Sari pun angkat bicara. Menurutnya, menjadi penyelenggara pemilu bukanlah tugas mudah. Apalagi ditengah tuntutan untuk menciptakan pemilu yang berkualitas dan berintegritas. ⠀⠀ "Mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas tidaklah mudah, dan teman-teman penyelenggara ad-hock adalah pondasi utama dalam pembangunan demokrasi yang sedang dirintis ini," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan, Sabtu malam (27/4/2019). ⠀ Endang pun berharap kedepannya negara semakin memperhatikan nasib para petugas penyelenggara pemungutan suara. Terutama terkait honor dan layanan asuransi untuk mereka. ⠀ "Harapannya, kedepan negara dan desain sistem pemilu kita harus memberikan penghargaan yang lebih baik kepada teman-teman penyelenggara ad-hock, khususnya terkait honorarium dan asuransi," tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Endang juga tak lupa tetap menyemangati para petugas KPPS yang saat ini terbaring sakit ataupun yang masih sementara bertugas merampungkan proses perhitungan suara. Baca artikel lengkap di rakyatku.com Download with nice filename

April 27, 2019
Kabar duka kembali menyelimuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Di tengah perampungan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 20...

Kamis, 21 Maret 2019

Pembacaan tuntutan terhadap dua pelaku pembakaran rumah menewaskan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), kembali batal digelar di Pengadilan Negeri Makassar. Sidang yang sedianya digelar Kamis (21/03/2019) hari ini dengan alannya rencana tuntutan Jaksa Penuntut Umum belum siap dibacakan. "Informasi dari Jaksa ditunda lagi, katanya tuntutanya belum siap," kata salah satu orangtua korban, Amiruddin kepada Tribun. Amir mengaku sangat menyayangkan dengan penundaan sidang ini. Sebab, ini merupakan yang ketiga kalinya ditunda. "Saya bilang barang kali ada apa apax yang kita tidak tau lagi mu bilang apa. Seperti jaksa ragu ragu bacakan putusan (tuntutan),"sebutnya. Sekedar diketahui dua terdakwa ini berurusan dengan pengadilan karena melakukan pembakaran rumah di Jl Tinumbu lorong 166 B, RT 3, RW 2, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, sejak Senin (6/8/2018) dini hari. Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal dalam satu rumah. Korban diketahui bernama Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz. Korban tewas terbakar karena tidak bisa menyelamatkan diri saat kobaran api semakin membesar membakar rumah semi permanen itu. Korban diduga sedang terlelap tidur, karena kejadinya berlangsung sekitar pukul 03.45 Wita dini hari. Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, pembakaran itu motifnya adalah persoalan dendam. Salah satu korban diduga berutang kepada salah satu pelaku yang merupak otak utama pembakaran. Pemkabaran itu bdiotaki langsung Akbar dg Ampu yang sebelumnya meninggal di Lembaga Pemasyaraktan karena bunuh diri tidak lama setelah diketahui perbuatannya. Akbar diduga jengkel dengan salah satu korban, Fahri yang mempunyai utang hasil transaksi narkoba terhadap Ampuh. Akbar pun kala itu memerintahkan dua tersangka untuk mencari Fahri sehingga berujung pembakaran yang menewaskan satu keluarga di Pannampu. Sumber : tribun Download with nice filename

Maret 21, 2019
Pembacaan tuntutan terhadap dua pelaku pembakaran rumah menewaskan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhamm...

Senin, 22 April 2019

Adanya laporan polisi terkait pencurian di jalan Urip Sumoharjo, Polisi berhasil mengamankan pelaku dan penadah barang curian, Senin (23/4/2019) sekitar pukul 21.00 Wita. Aksi pencurian yang yang terindikasi oleh Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit Ipda Roberth Hariyanto Siga didampingi Wadanteam Bripka Dzulqadri dengan mudah mengamankan tersangka di kediamannya jalan Tinumbu yang sedang tertidur lelap usai mengkomsumsi Narkoba jenis Shabu dengan identitas Muhammad Arifin alias Ipin (18) warga jalan Permata Hijau Makassar. Kemudian polisi melakukan pengembangan pencaharian barang bukti milik korban handphone merek Oppo yang sudah dijualnya seharga 700 ribu kepada penadah yang beralamat di jalan Saperia dan polisi mengamankan seorang ibu rumah tangga Hania alias lisa (37). Kemudian keduanya digelandang ke Posko Resmob Polsek Panakkukang. Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap menjelaskan bahwa tim lapangan kami Resmob Polsek Panakkukang benar telah mengamankan seorang tersangka curat beserta seorang penadah dan mengamankan barang bukti 1 unit Handphone merek Oppo. Ananda menambahkan modus pelaku, mengambil barang berharga korban saat sedang tertidur lelap dalam mobil dengan kaca terbuka sehingga pelaku dengan mudah mengambil tas berisikan uang, handphone dan barang berharga lainnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku ini merupakan DPO Polsek Tallo terlibat kasus Curas dan Curat.”tutupnya Download with nice filename

April 22, 2019
Adanya laporan polisi terkait pencurian di jalan Urip Sumoharjo, Polisi berhasil mengamankan pelaku dan penadah barang curian, Senin (23/...
Adbox
loading...