loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Mariso. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Mariso. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2019

Makassar - Jodoh memang sudah diatur oleh Tuhan. Seorang kakek yang masih perjaka menikahi seorang nenek yang masih perawan di Makassar, Sulsel. Kakek itu bernama Muktamir (63) dan pasangannya adalah Nurhayati (63). Keduanya menikah pada Senin (4/3) lalu di kantor KUA Mariso Makassar, Sulsel. "Betul, ada perkawinan Bapak Muktamir dan Ibu Nurhayati di kantor kami. Pelaksanaan itu sangat ramai karena seluruh keluarga besar dari kedua mempelai ikut datang untuk menyaksikan peristiwa yang sangat berbahagia tersebut," kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mariso, Abdul Rahman Bahnadi dalam keterangannya di Makassar, Rabu (6/3/2019). Dia mengatakan pernikahan keduanya dilaksanakan ruangan kantor KUA Mariso dan dihadiri keluarga kedua belah pihak. "Kami laksanakan itu di ruang perkawinan yang ada di kantor dan kami semua mendoakan kedua mempelai semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." ungkapnya. Rahman menambahkan, perkawinan memang menarik perhatian karena menikah di usia senja. Namun, perkawinan yang dilaksanakan keduanya adalah yang biasa seperti pasangan-pasangan lainnya. "Pernikahan tersebut merupakan peristiwa yang biasa saja seperti layaknya perkawinan yang lainnya," jelasnya. Sementara itu keluarga Muktamir, Algazali (32) membenarkan pamannya ini adalah perjaka dan sepengetahuannya belum pernah menikah atau bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah. Begitu juga dengan Nurhayati yang belum pernah menikah. "Ditanya ke Om Tamir dan ternyata masih ada niatnya menikah. Jadi kita sebagai keluarga dorong juga supaya bisa secepatnya dicarikan pendamping apa lagi kita ingat usianya tidak muda lagi," ucapnya. Akhirnya, Muktamir pun dipertemukan dengan Nurhayati. Dari pertemuan itu, keduanya sempat lagi bertemu beberapa kali dan akhirnya berniat menikah. Sumber : detik.com #makassar #pernikahan #kakek #nenek Download with nice filename

Maret 07, 2019
Makassar - Jodoh memang sudah diatur oleh Tuhan. Seorang kakek yang masih perjaka menikahi seorang nenek yang masih perawan di Makassar, ...

Rabu, 06 Maret 2019

Makassar - Jodoh memang sudah diatur oleh Tuhan. Seorang kakek yang masih perjaka menikahi seorang nenek yang masih perawan di Makassar, Sulsel. Kakek itu bernama Muktamir (63) dan pasangannya adalah Nurhayati (63). Keduanya menikah pada Senin (4/3) lalu di kantor KUA Mariso Makassar, Sulsel. "Betul, ada perkawinan Bapak Muktamir dan Ibu Nurhayati di kantor kami. Pelaksanaan itu sangat ramai karena seluruh keluarga besar dari kedua mempelai ikut datang untuk menyaksikan peristiwa yang sangat berbahagia tersebut," kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mariso, Abdul Rahman Bahnadi dalam keterangannya di Makassar, Rabu (6/3/2019). Dia mengatakan pernikahan keduanya dilaksanakan ruangan kantor KUA Mariso dan dihadiri keluarga kedua belah pihak. "Kami laksanakan itu di ruang perkawinan yang ada di kantor dan kami semua mendoakan kedua mempelai semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." ungkapnya. Rahman menambahkan, perkawinan memang menarik perhatian karena menikah di usia senja. Namun, perkawinan yang dilaksanakan keduanya adalah yang biasa seperti pasangan-pasangan lainnya. "Pernikahan tersebut merupakan peristiwa yang biasa saja seperti layaknya perkawinan yang lainnya," jelasnya. Sementara itu keluarga Muktamir, Algazali (32) membenarkan pamannya ini adalah perjaka dan sepengetahuannya belum pernah menikah atau bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah. Begitu juga dengan Nurhayati yang belum pernah menikah. "Ditanya ke Om Tamir dan ternyata masih ada niatnya menikah. Jadi kita sebagai keluarga dorong juga supaya bisa secepatnya dicarikan pendamping apa lagi kita ingat usianya tidak muda lagi," ucapnya. Akhirnya, Muktamir pun dipertemukan dengan Nurhayati. Dari pertemuan itu, keduanya sempat lagi bertemu beberapa kali dan akhirnya berniat menikah. Sumber : detik.com #makassar #pernikahan #kakek #nenek Download with nice filename

Maret 06, 2019
Makassar - Jodoh memang sudah diatur oleh Tuhan. Seorang kakek yang masih perjaka menikahi seorang nenek yang masih perawan di Makassar, ...

Senin, 18 Maret 2019

Dua orang perempuan yang lebih santer disebut ‘bucil’ (tomboy) digelandang oleh aparat Mapolsek Mariso, keduanya masing-masing bernama Rasmita alias Aco (21), Ayu Lestari (24), mereka kedua wanita calabay ini dihadapkan dengan aduannya yang terlampir dengan LP / 80/ III / 2019 / Restabes Makassar/Sektor Tamalanrea dalam tindak pidana pencurian motor (curanmor) Pengungkapan pencurian motor yang dilakukan kedua warga Jalan Bontoloe Pondok Sawah, Kecamatan Tamalanrea, dan warga BTN Anak Gowa blok B1, Kabupaten Gowa itu, setelah petugas kepolisian Polsek Tamalanrea menerima aduan korbannya bernama ABD. Mudzakkir (19) mengaku kehilangan motornya di Pondok Sawa lorong 3, Kecamatan Tamalanrea pada Minggu 17 Maret 2019 sekira pukul 03.00 Wita. Laporan korban selanjutanya ditindak lanjuti Polsek Tamalanrea untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan pelaku teridentifikasi. Hanya saja pelaku tengah berada diwilayah hukum Polsek Mariso sehingga pihak Polsek Tamalanrea berkoordinasi ke Mapolsek Mariso. Perburuan pun dilakukan di pimpin Kanit Reksrim Polsek Mariso Iptu H. Rahman Ronrong yang didampingi Panit 2 Reksrim Ipda S Hasanuddin Bachri bersama Tim Opsnal turun menyelidiki pelaku. Dari hasil penyelidikan pelaku diketahui tengah berada di Jalan Kaka Tua. Tak butuh waktu lama petugas bergerak kelokasi yang dimaksud. Alhasil, kedua pelaku ternyata betul saja tengah berada disebuah rumah. Saat proses penangkapan keduanya berlangsung sebuah peristiwa menarik. Pasalnya pelaku nayris mengecoh petugas lantaran keduanya yang ditanya saat diminta untuk keluar dari rumah, mereka bersuara lelaki saat itulah petugas kepolisian terkejut, lagi-lagi saat petugas meminta menyebutkan identitasnya keduanya dengan nama lelaki Acos dan Uyar sebutnya, Sementara sebelumnya petugas mengatongi identitas pelaku berjenis kelamin perempuan bernama Rasmita dan Ayu. Petugas tak kehabisan akal, keduanya digirinya ke tempat yang lebih terang dan tampak keduanya berambut pendek (cukur laki-laki). Nyaris saja mengecoh. Namun terkuak saat anggota lainnya memperhatikannya keduanya jelas wanita meski sebelumnya suara kedua pelaku dibuat suara lelaki. Namun maaf (red) tampak gundukan pada Download with nice filename

Maret 18, 2019
Dua orang perempuan yang lebih santer disebut ‘bucil’ (tomboy) digelandang oleh aparat Mapolsek Mariso, keduanya masing-masing bernama R...

Minggu, 19 April 2020

Rabu, 24 April 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 pada 17 TPS. Tujuh belas TPS yang akan melakukan pencoblosan ulang tersebar di 4 kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Panakkukang, Tamalate, Manggala dan Kecamatan Marison. Anggota KPU Makassar Divisi Teknis Penyelenggaraan, Gunawan Mashar, mengatakan PSU untuk empat kecamatan itu dijadwalkan akan dilansungkan pada Sabtu, 27 April 2019. ⠀ "Kami sudah mengkoordinasikan ke PPK, PPS, dan KPPS-nya. Persiapan sudah dilakukan, di antaranya inventarisir kebutuhan logistik dan penyiapan data pemilih, dokumen-dokumen lain," ujar Gunawan Mashar, via telepon, Selasa (23/4/2019). ⠀ Tidak semua 17 TPS tersebut di Kota Makassar yang akan melakukan pencoblosan ulang untuk semua jenis pemilihan. Beberapa di antaranya hanya mencoblos ulang calon presiden dan wakil presiden. Berikut ini daftar 17 TPS yang akan menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang: ⠀ 1. TPS 15 Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso (Pilpres dan DPR RI) ⠀ 2. TPS 11 Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso (Semua jenis pemilihan) ⠀ 3. TPS 02, Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso (Pilpres) ⠀ 4. TPS 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang (Semua jenis pemilihan) ⠀ 5. TPS 44 Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang (Pilpres) ⠀ 6. TPS 02 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala (Semua jenis pemilihan) ⠀ 7. TPS 12 Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala (Semua jenis pemilihan) ⠀ 8. TPS 35 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 9. TPS 40 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 10. TPS 43 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 11. TPS 77 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 12. TPS 78 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 13. TPS 02 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 14. TPS 20 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 15. TPS 26 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 16. TPS 40 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 17. TPS 10 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Semua Jenis Pemilihan) Download with nice filename

April 24, 2019
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 pada 17 TPS. Tujuh belas TPS yang akan...

Selasa, 09 Juni 2020

Sabtu, 25 April 2020

Selasa, 04 Juni 2019

Senin, 06 Januari 2020

Senin, 06 Mei 2019

MAKASSAR - Masih ingat dengan pencopotan massal 15 Camat di Makassar oleh Walikota Makassar Danny Pomanto? Sebagian para Camat yang dicopot ini rupanya diam-diam telah dilantik oleh Wali kota Danny. Mereka yang sudah mendapatkan job pasca pencopotan massal ini, diantaranya mantan Camat Makassar M Ruli, mantan Camat Mariso Harun Rani, mantan Camat Biringkanaya Syahrum Makuradde, dan mantan Camat Ujung Pandang Zulkifli Nanda. Sementara mantan Camat Tamalate Hasan Sulaiman, mantan Camat Panakkukang M Thahir Rasyid, mantan Camat Tamalanrea Kaharuddin Bakti, mantan Camat Ujung Tanah Andi Unru, mantan Camat Bontoala Syamsul Bahri, mantan Camat Rappocini Hamri Hayya, dan mantan Camat Mamajang Fadly Wellang saat ini masih tak punya jabatan atau non job. Mereka di non job-kan karena diduga melakukan dukungan terhadap pasangan calon Walikota Makassar tahun 2018 lalu, kepada Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi yang saat itu berhadapan dengan pasangan Danny Pomanto dan Indira yang merupakan petahana. Mantan Camat Panakkukang M Thahir Rasyid, saat dikonfirmasi mengatakan saat ini dirinya masih abdi negara yang setia kepada negara. "Walau dicopot sepihak, saya tetap setia kepada bangsa dan negara. Jabatan itu amanah ji, Insya Allah selalu bersyukur dengan apa yang ada," katanya. Hal yang sama diungkapkan mantan Camat Tamalate Hasan Sulaiman menurutnya jabatan itu adalah amanah rakyat, dan tentu siap menjadi pelayan masyarakat. "Kita jalani saja, maunya Wali kota kita begini," ujarnya. Menanggapi soal masih ada mantan Camat yang dicopot Danny Pomanto, Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb pun menegaskan siap mengembalikan para camat-camat yang dicopot ini. "Nanti kita cek. Jika benar mereka tidak terlibat dan ada rekomendasi KASN untuk mengembalikan jabatan mereka kita kembalikan," kata Iqbal yang juga Kepala Balitbangda Sulsel ini. Selengkapnya di tribun-timur.com #makassar #walikotamakassar #PJwalikotaMakassar Download with nice filename

Mei 06, 2019
MAKASSAR - Masih ingat dengan pencopotan massal 15 Camat di Makassar oleh Walikota Makassar Danny Pomanto? Sebagian para Camat yang dico...

Selasa, 30 Juli 2019

Adbox
loading...