loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Borong. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Borong. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2019

Jalan Warga Maroangin dan Bolalangiri Sinjai Borong Butuh Perbaikan SINJAI UTARA- Warga di Dusun Maroangin dan Bolalangiri, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan perbaikan jalan. Jalan di kampung warga tersebut hingga saat ini masih berbentuk jalan tanah. Sehingga saat musim hujan seperti ini menyulitkan warga melintas karena jalan licin dan berlumpur. "Kami selaku warga di kampung ini berharap ke pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten agar membantu warga memperbaiki jalanan di daerah ini," kata Rafida warga di Desa Bontokatute, Kamis (4/4/2019). Warga mengungkap bahwa kondisi yang parah saat musim hujan seperti ini karena badan jalan kerap mengalami longsor. Rafidha juga menilai anggota DPRD asal Sinjai Borong dinilai tidak mampu menyuarakan aspirasi warga dan hanya sebatas janji yang tak kunjung terbuktikan. "Saat ini hampir semua Anggota DPRD sudah melihat, tetapi mereka hanya janji sementara janji yang mereka lontarkan pada pemilihan yang lalu belum tertepati," kata Rafidha. Karenanya mereka membutuhkan keseriusan peranan anggota DPRD Sinjai di kampung tersebut. Agar masyarakat bisa sejahtera dan tidak tertinggal dari segi pembangunan dengan daerah lainnya di Sinjai. Desa Bontokatute, adalah desa yang berjarak 60 kilometer dari Ibukota Kabupaten Sinjai. Dan termasuk desa tertinggal di Sinjai. Desa tersebut merupakan salah satu desa tersubur sebagai penghasil kopi, cengkih dan gula merah dan memiliki penduduk sekitar 4000 lebih jiwa. Tak hanya jalan yang menjadi kebutuhan mendesak warga tetapi juga soal listrik permanen di daerah tersebut. Di desa ini masih ada dua dusun yang belum teraliri listrik pemerintah hingga kini. Sumber : tribunsinjai.com #sinjai #jalanrusak Download with nice filename

April 04, 2019
Jalan Warga Maroangin dan Bolalangiri Sinjai Borong Butuh Perbaikan SINJAI UTARA- Warga di Dusun Maroangin dan Bolalangiri, Kecamatan Si...

Rabu, 13 Maret 2019

SINJAI, Suara Jelata—Warga Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Rabu (13/3/2019) digegerkan dengan tewasnya salah seorang pemuda setempat. Mengapa tidak, korban yang diketahui bernama Syamsuddin (22) ditemukan tewas dengan posisi tergantung di depan kamarnya sendiri yakni di kusen pintu kamar. Menurut Kapolsek Sinjai Borong, melalui Kanit Intel Polsek Sinjai Borong, Brigpol Desman Halby mengatakan, berdasarkan keterangan saksi Andini (20) sehari sebelum Syamsuddin nekat gantung diri. Ia dijemput oleh korban (Syamsuddin Red) di rumah tantenya di Jalan Basuki Rahmat sekira pukul 17:30 Wita, Selasa (12/3/2019) menggunakan sepeda motor. Setelah tiba pukul 21:00 Wita, Andini kemudian meminta korban untuk mengantarnya kembali dimana ia dijemput. ” Andini turun dari motor korban tiba-tiba korban langsung bergegas pergi sambil mengatakan “Ini yang terakhir kalinya kamu liat saya”,” pungkas Desman Halby, meniru ucapan Andini yang juga sebagai teman dekat atau kekasih korban. Dijelaskan, saksi masih berkomunikasi dengan korban sekira pukul 00:00 Wita melalui Video Call dan Chat Whatsapp, namun dalam percakapan kurang lebih hingga pukul 00:39 Wita, korban secara terus menerus selalu mengulang kata “Akan pergi Jauh”. ” Menurut pengakuan saksi (Andini Red) hanya kata itu yang selalu diulang-ulang hingga percakapannya berakhir,” sambungnya. Korban ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya Satu Binti Jarum, sekira pukul 10:00 Wita keesokan harinya dengan posisi korban pada lehernya terlilit sebuah tali nilon warna biru yang terikat pada kuseng pintu kamar korban. Saat ditemukan, ibu kandung korban histeris dan berteriak meminta tolong kepada warga yang bernama Adile dan Fare untuk memutus tali dan menurunkan korban ke lantai. (KabarSinjai) Download with nice filename

Maret 13, 2019
SINJAI, Suara Jelata—Warga Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Rabu (13/3/2019) digegerkan den...

Minggu, 16 Juni 2019

Polda Sulsel menangkap seorang remaja berinisial BF (18) setelah terlibat aksi pencurian dengan kekerasan (Curas). BF terlibat aksi jambret dengan merampas Handphone (HP) korbannya saat sedang di jalan. “Resmob Polda Sulsel telah mengamankan terhadap pelaku tindak pidana curas atau jambret dan curat d isejumlah tempat di Makassar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani saat dikonfirmasi, Minggu 16 Juni 2019. Penangkapan BF, kata Dicky, dilakukan polisi setelah melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi keberadaan pelaku. “Polisi yang bergerak cepat kemudian berhasil mengamankan pelaku di rumahnya pada Sabtu (15 Juni 2019) sekitar pukul 01.00 WITA bertempat di Jalan Antang Borong,” ungkapnya. Berdasarkan informasi di lapangan, lanjut Dicky, tersangka berada di rumahnya di Jalan Antang Borong kemudian petugas melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan BF. Selain terlibat aksi pencurian dengan kekerasan di sepuluh lokasi di Makassar. BF juga terlibat aksi pencurian burung milik sejumlah warga yang disimpan di rumahnya. “Pada bulan Februari 2019, tersangka berhasil mengambil burung jalak dan mengambil burung ngurai batu,” ujar Dicky. Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan 1 buah handpone dan motor milik pelaku. Sementara 3 rekan pelaku yakni AS, PI dan AG kini masih dalam pengejaran petugas. Artikel : terkini.id Download with nice filename

Juni 16, 2019
Polda Sulsel menangkap seorang remaja berinisial BF (18) setelah terlibat aksi pencurian dengan kekerasan (Curas). BF terlibat aksi jambr...

Sabtu, 12 Oktober 2019

Kamis, 21 Februari 2019

Jembatan Sungai Tello 2 atau jembatan jalan lingkar tengah Sungai Tello yang menghubungkan jalan lingkar tengah Perintis Kemerdekaan – Dokter Leimena terlihat sudah hampir rampung. Pekerja mulai menyelesaikan pembatas jembatan dan membersihkan material di atas jembatan. Jembatan Sungai Tello 2 melintas di atas Sungai Tello. Memiliki bentang 113 meter dan lebar 50 meter. Lebih panjang dari bentang Sungai Tello 1, yang hanya 60 meter. Meski sudah hampir rampung, jalan lingkar tengah atau middle ring road tahap pertama ini belum bisa dilalui. Sebab masih ada ruas jalan dari Jalan Dokter Leimena yang belum dibeton. Ada beberapa titik yang masih dikerjakan.Untuk jalan dari arah Perintis Kemerdekaan depan Kampus STIMIK Dipanegara, terlihat sudah semua dilapisi cor beton. . Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah berharap proyek jalan sepanjang 1,2 kilometer ini bisa digunakan masyarakat akhir Februari 2019. Karena target yang diberikan kepada PT Sumber Sari Cipta Marga sebagai pelaksana proyek sudah berakhir sejak Desember 2018. Hasil konsultasi Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional (BBJN) XIII Makassar dengan pemerintah provinsi, lambatnya penyelesaian jalan disebabkan masih ada lahan yang belum bisa dibebaskan. Masih ada sekitar 200 meter jalan yang belum bisa dikerjakan karena masalah pembebasan lahan. “Pertanahan sudah seharusnya menyelesaikan,” kata Nurdin seperti diberitakan Antara. . Mega proyek jalan lingkar tengah menggunakan anggaran ratusan miliar rupiah dari APBN. Pembangunannya direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama mulai dari utara jalan Perintis Kemerdekaan menuju Jalan Dokter Leimena. Tahap dua Jalan Dokter Leimena menuju Jalan Borong Raya, dan tahap tiga Jalan Borong Raya menuju Jalan Sultan Alauddin. Panjangnya sekitar 3 kilometer. Jalan lingkar tengah ini bertujuan mencegah kemacetan di Kota Makassar. Serta menjadi jalur utama bagi kendaraan yang berasal dari daerah Gowa dan Takalar menuju Kabupaten Maros. Begitupula sebaliknya. . . . . . Source: makassar.terkini.id Download with nice filename

Februari 21, 2019
Jembatan Sungai Tello 2 atau jembatan jalan lingkar tengah Sungai Tello yang menghubungkan jalan lingkar tengah Perintis Kemerdekaan –...

Kamis, 14 Maret 2019

SINJAI,- Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), bernama satu bin Jarum teriak histeris hingga mengundang perhatian warga. Selanjutnya warga di Dusun Jeppara Desa Bonto Tengnga, Kecamatan Sinjai mencari sumber suara teriak itu. Belakangan diketahui jika Perempuan IRT itu teriak lantaran mendapati anaknya bernama Syamsuddin bin Benteng (22) dalam posisi gantung diri, Rabu siang (13/3/2019) sekira pukul 10.30 Wita. Aparat Kepolisian Polsek Sinjai Borong yang di pimpin Kapolsek AKP Rudi tiba dilokasi bersamar personel melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti, selanjutnya menghubungi tim medis untuk memeriksa kondisi korban, sementara petugas lainnya mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan korban dinyatakan meninggal dunia akibat lilitan se utas tali yang digunakan saat gantung diri. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa, sebelum korban meninggal dunia pada Selasa sore (12/3/2019) kemarin sekira pukul 17.30 Wita. Korban sempat menjemput pacarnya bernama Andini Palipuri binti Jaenuddin (20) yang merupakan pelajar Mahassiswa itu yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Sinjai Utara. Keduanya pun bertemu lalu berboncengan motor menuju sebuah warung milik orang tua korban yang berada di Pasar Jeppara Dusun Jeppara Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong, sepasang kekasih ini pun tiba sekira pukul 19.00 Wita. Dua jam sepasang kekasih ini di warung. Tidak lama berselang sekira pukul 21.00 Wita. Andini meminta kekorban untuk mengantarnya pulang ke rumah tantenya karena Andini awalnya dijemput di sana di Jalan Basuki Rahmat Rahmat. Sepasang kekasih ini pun tiba ditujuan ( Jalan Basuki Rahmat) sekira pukul 23.30 Wita. Namun Andini yang diturunkan sempat disampaikan oleh korban dengan nada,” Ini yang terakhir kalinya kamu lihat saya,” ujar koban yang ditirukan Andini, yang selanjutnya korban bergegas pulang. Korban yang tiba dirumahnya di Dusun Jeppara Desa Batu Belerang sekira pukul 24.00 Wita. Kemudian berkomunikasi dengan cara chatingan dengan Andini. Bahkan sempat Video Call Whatsaap hingga sekira pukul 00.39 Wita. Dalam komunikasi itu korban menyampaikan Andini jika dirinya akan pergi jauh, usai korban meny Download with nice filename

Maret 14, 2019
SINJAI,- Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), bernama satu bin Jarum teriak histeris hingga mengundang perhatian warga. Selanjutnya warga di D...

Kamis, 04 April 2019

SINJAI UTARA- Warga di Dusun Maroangin dan Bolalangiri, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan perbaikan jalan. Jalan di kampung warga tersebut hingga saat ini masih berbentuk jalan tanah. Sehingga saat musim hujan seperti ini menyulitkan warga melintas karena jalan licin dan berlumpur. ⠀ "Kami selaku warga di kampung ini berharap ke pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten agar membantu warga memperbaiki jalanan di daerah ini," kata Rafida warga di Desa Bontokatute, Kamis (4/4/2019). ⠀ Warga mengungkap bahwa kondisi yang parah saat musim hujan seperti ini karena badan jalan kerap mengalami longsor. Rafidha juga menilai anggota DPRD asal Sinjai Borong dinilai tidak mampu menyuarakan aspirasi warga dan hanya sebatas janji yang tak kunjung terbuktikan. ⠀ ⠀ "Saat ini hampir semua Anggota DPRD sudah melihat, tetapi mereka hanya janji sementara janji yang mereka lontarkan pada pemilihan yang lalu belum tertepati," kata Rafidha. Karenanya mereka membutuhkan keseriusan peranan anggota DPRD Sinjai di kampung tersebut. Agar masyarakat bisa sejahtera dan tidak tertinggal dari segi pembangunan dengan daerah lainnya di Sinjai. Desa Bontokatute, adalah desa yang berjarak 60 kilometer dari Ibukota Kabupaten Sinjai. Dan termasuk desa tertinggal di Sinjai. Desa tersebut merupakan salah satu desa tersubur sebagai penghasil kopi, cengkih dan gula merah dan memiliki penduduk sekitar 4000 lebih jiwa. Tak hanya jalan yang menjadi kebutuhan mendesak warga tetapi juga soal listrik permanen di daerah tersebut. Di desa ini masih ada dua dusun yang belum teraliri listrik pemerintah hingga kini. (*) ⠀ Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri Download with nice filename

April 04, 2019
SINJAI UTARA- Warga di Dusun Maroangin dan Bolalangiri, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan ...

Selasa, 06 Agustus 2019

Minggu, 31 Mei 2020

Selasa, 03 Maret 2020

Jumat, 06 Maret 2020

Minggu, 31 Mei 2020

Selasa, 06 Agustus 2019

Adbox
loading...