loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Banta Bantaeng. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Banta Bantaeng. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2019

4 videos. Senin, 20 Mei 2019. Muhammad Yusuf Sikki (63), Warga Jl. Banta-Bantaeng lorong 3 No. 6 Makassar, wafat saat sedang menunaikan salat subuh. . Itu terungkap dari video CCTV Masjid Shihhatul Iman Komplek Kesehatan Banta-Bantaeng, yang diposting Dekan FTI UMI, Dr Zakir Sabhara di akun Facebook-nya. . Dalam video yang dilihat Rakyatku.com 18 menit saat diposting Zakir Sabhara, tampak almarhum masuk mengenakan kemeja putih dan sarung ungu. Dia lalu berdiri di saf belakang dan bersiap-siap hendak takbir. Namun tiba-tiba dia langsung duduk. Tak lama kemudian, dia terbaring. . Untuk sejenak, jemaah yang lain, masih khusyuk dalam salatnya. Ketika seorang jemaah dari saf belakang, mendekati almarhum yang tampak menggerakkan tangannya. . Jemaah tersebut mendudukkan almarhum sambil mengusap-usap punggungnya, sementara jemaah yang lain masih khusyuk dalam salatnya. . "Jenazah almarhum akan dikebumikan pada hari Senin, 20 Mei 2019 Ba'da Salat Asar di pekuburan keluarga dekat rumah duka," tulis Zakir. . Zakir menambahkan dalam postingannya, almarhum adalah ayah dari Ir. Firman Yusuf, ST., MT., IPP. Ketua Prodi Teknik Pertambangan FTI UMI Makassar. . Artikel : Rakyatku.com Video : Zakir Sabhara Download with nice filename

Mei 19, 2019
4 videos. Senin, 20 Mei 2019. Muhammad Yusuf Sikki (63), Warga Jl. Banta-Bantaeng lorong 3 No. 6 Makassar, wafat saat sedang menunaikan...

Sabtu, 26 Januari 2019

Rabu, 06 November 2019

Minggu, 10 Februari 2019

Makassar - Maraknya aksi tindak kejahatan pecah kaca mobil, membuat para pemilik kendaraan dibuat resah sehingga polisi pun harus bertindak tegas terhadap pelaku, Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 15.30 Wita. Tim Resmob Polsek Panakkukang yang kebagian laporan polisi terkait aksi pecah kaca mobil yang terjadi di jalan Dirgantara dan Jalan Pampang, kota Makassar. Membuat Personil Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit Ipda Roberth Hariyanto Siga bersama Danteam Bripka Dzulqadri. Melakukan gerakan cepat mencari biang keroknya. Hasil kerja keras menguras tenaga dan pikiran, pelaku berhasil diciduk disebuah Wisma di jalan Batua Raya yang sedang menilmati film action. Dengan mudah pelaku berhasil dilumpuhkan walau sempat memberontak. S alias P (36) warga jalan Kumala 2 kota Makassar mengakui perbuatannya dengan memecahkan kaca mobil dan mengambil barang berharga korban serta turut melakukan aksi pencurian door to door. Dari hasil interogasi, polisi melakukan pengembangan dan mengamankan 2 orang penadah Abd malik (70) warga jalan banta bantaeng dan, H. Bahar Gomi (68) warga jalan Tinumbu kota makassar yang telah membeli emas hasil curian dari tersangka. Dari hasil pengembangan Tim Resmob Polsek Panakkukang berhasil mengumpulkan barang bukti berupa, 1 unit motor mio sporty warna hijau (motor yg di gunakan saat melakukan aksinya), 2 unit hp,1 buah gelang perak,1 buah cincin, 1 buah tas samping, uang tunai hasil penjualan emas Rp. 2.250.000,- dan sebagian barang bukti telah dibuang ke kanal Pampang oleh tersangka. Usai rampung hasil pengembangan, dimana saat itu anggota sibuk menginterogasi kedua penadah menuju posko, tersangka mengambil kesempatan untuk berusaha kabur dengan cara memberontak dan lompat dari mobil patroli, sehingga kendaraan pun terpaksa berhenti dengan mengejar tersangka memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali tak diindahkan, tindakan tegas dan terukur mengenai betis kiri sebanyak dua kali dan kaki kanan sebanyak 1 kali. Melihat kondisi luka yang dialami, terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara guna perawatan medis. Sumber : simponinews.com #makassar #pencurian Download with nice filename

Februari 10, 2019
Makassar - Maraknya aksi tindak kejahatan pecah kaca mobil, membuat para pemilik kendaraan dibuat resah sehingga polisi pun harus bertind...

Jumat, 22 Maret 2019

Bukan bunih diri, penyidik forensik di Makassar sudah mengkonfirmasikan penyebab kematian Karyawati Bagian Rumah Tangga BAUK Universitas Negeri Makassar (UNM) Sitti Zulaeha Djafar alias Ela (39), Jumat (22/3/2019) diduga karena pembunuhan. Sejauh ini motif pembunuhan diduga karena perselingkuhan. Informasi yang dihimpun Tribun, sepanjang Jumat siang hingga malam, almarhumah dikabarkan terlihat meninggalkan area parkir Menara Phinisi UNM Kampus Gunungsari, Jl AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, bersama seorang dosen bergelar doktor. "Dosen itu doktor, badannya kekar," kata sumber Tribun di Kampus UNM.Dosen berinisial Dr WJ MpD itu disebut juga merupakan pejabat teras di lembaga pengabdian masyarakat UMN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNM. Informasi lain, dosen itu adalah pengajar di Fakultas Bahasa ada juga yang menyebut sang dosen mengajar di Fakultas Ilmu Olahraga di Kampus Banta-Bantaeng, Makassar. Tim gabungan Resmob Polres Gowa dibackup Resmob Polda Sulsel, juga sudah melacak pelaku. Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, yang dikonfirmasi Tribun, Sabtu (23/3/2019) dini hari, belum merespons pertanyaan Tribun, "apakah pelaku sudah dibekuk." Hingga Sabtu (23/3/2019) dini hari, jenazah almarhumah suami pejabat jawatan kehutanan level provinsi di Barru itu, masih disemayamkan di rumah duka, Kompleks Sabrina Regency, Kalurahan Manggarupi, Kecamatan Sombaopu, Gowa. Almarhum Ela adalah istri dari Kepala UPT Kehutanan Wilayah Ajatappareng di Barru, Andi M Syukri (42 tahun). Almarhumah meninggalkan 3 orang anak, yang masih duduk di bangku PAUD dan sekolah dasar swasta elite di Makassar. Almarhumah terankat jadi PNS di Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) bagian Rumah Tangga kampus UNM. Download with nice filename

Maret 22, 2019
Bukan bunih diri, penyidik forensik di Makassar sudah mengkonfirmasikan penyebab kematian Karyawati Bagian Rumah Tangga BAUK Universitas ...

Rabu, 06 November 2019

Rabu, 22 April 2020

Sabtu, 09 Februari 2019

Maraknya aksi tindak kejahatan pecah kaca mobil, membuat para pemilik kendaraan dibuat resah sehingga polisi pun harus bertindak tegas terhadap pelaku, Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 15.30 Wita. Tim Resmob Polsek Panakkukang yang kebagian laporan polisi terkait aksi pecah kaca mobil yang terjadi di jalan Dirgantara dan Jalan Pampang, kota Makassar. Membuat Personil Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit Ipda Roberth Hariyanto Siga bersama Danteam Bripka Dzulqadri. Melakukan gerakan cepat mencari biang keroknya. Hasil kerja keras menguras tenaga dan pikiran, pelaku berhasil diciduk disebuah Wisma di jalan Batua Raya yang sedang menilmati film action. Dengan mudah pelaku berhasil dilumpuhkan walau sempat memberontak. Sofyan alias Pian (36) warga jalan Kumala 2 kota Makassar mengakui perbuatannya dengan memecahkan kaca mobil dan mengambil barang berharga korban serta turut melakukan aksi pencurian door to door. Dari hasil interogasi, polisi melakukan pengembangan dan mengamankan 2 orang penadah Abd malik (70) warga jalan banta bantaeng dan, H. Bahar Gomi (68) warga jalan Tinumbu kota makassar yang telah membeli emas hasil curian dari tersangka. Dari hasil pengembangan Tim Resmob Polsek Panakkukang berhasil mengumpulkan barang bukti berupa, 1 unit motor mio sporty warna hijau (motor yg di gunakan saat melakukan aksinya), 2 unit hp,1 buah gelang perak,1 buah cincin, 1 buah tas samping, uang tunai hasil penjualan emas Rp. 2.250.000,- dan sebagian barang bukti telah dibuang ke kanal Pampang oleh tersangka. Usai rampung hasil pengembangan, dimana saat itu anggota sibuk menginterogasi kedua penadah menuju posko, tersangka mengambil kesempatan untuk berusaha kabur dengan cara memberontak dan lompat dari mobil patroli, sehingga kendaraan pun terpaksa berhenti dengan mengejar tersangka memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali tak diindahkan, tindakan tegas dan terukur mengenai betis kiri sebanyak dua kali dan kaki kanan sebanyak 1 kali. Melihat kondisi luka yang dialami, terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara guna perawatan medis. Kompol Ananda Fauzi Harahap yang menjabat Kapolsek Panakkukang menjelaskan bahwa benar kami telah mengamankan 1 orang Download with nice filename

Februari 09, 2019
Maraknya aksi tindak kejahatan pecah kaca mobil, membuat para pemilik kendaraan dibuat resah sehingga polisi pun harus bertindak tegas ...

Sabtu, 02 November 2019

Kamis, 18 April 2019

Warga memergoki dua orang pemilih 'siluman' di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kelurahan Banta Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kedua warga yang belum diketahui identitasnya di dapat hendak mencoblos di TPS 34 menggunakan surat undangan milik orang lain. Baca: Ini Motivasi Rahmatullah, Pemuda Desa Mpanau Sigi yang Jadi Pocong Saat Pemilu 2019 A. Nur Alim mengatakan, pemilih siluman ini terungkap ketika seorang warga bernama Haryano protes kepada salah satu pria itu karena datang memilih menggunakan undangan tanpa sepengetahuanya. ⠀ "Waktu saya datang mencoblos melihat salah seorang warga protes karena kenapa bisa surat undanganya ada sama laki-laki itu," kata Alim Bahri. Saat petugas mencocokan surat undangan dengan identitas laki laki ini, ternyata benar tidak sama. ⠀ Sehingga saya bersama warga setempat, langsung membawanya masuk ke rumah warga untuk mengintrogasinya. Ironisnya, ternyata pelaku itu mendapatkan surat undangan milik warga dari oknum Ketua RT setempat yang notabene selaku KPPS. Ketua RT disebut menyuruh pemilih siluman ini untuk mencoblos pasangan calon presiden nomor satu dan partai Nasdem dengan imbalan uang. ⠀ "Ia mengaku mendapat surat undangan dari pak RT dan menyuruh mencoblos dengan imbalan uang Rp 50 ribu," kata Alim kepada Tribun. ⠀ Alim curiga di TPS 34 banyak pemilih siluman yang datang mencoblos menggunakan udangan orang lain demi memenangkan salah satu pasangan calon. Download with nice filename

April 18, 2019
Warga memergoki dua orang pemilih 'siluman' di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kelurahan Banta Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota ...
Adbox
loading...