loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Biring Romang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Biring Romang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2019

Makassar - Seorang mahasiswa UKI Paulus Makassar bernama Kristian, meregang nyawa usai terkena senjata rakitan jenis "Papporo" buatannya sendiri, di Jalan Biring Romang, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (20/4/2019). Senjata rakitan jenis Papporo ini meledak dan langsung mengenai lengan Kristian. Akibatnya, dia mengalami luka serius dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, membuat nyawanya tidak bisa diselamatkan meski sebelumnya telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daya (RSUD) Kota Makassar. Informasi yang dihimpun KABAR.NEWS, peristiwa ini bermula sekitar pukul 16.45 Wita, ketika Kristian menuju ke lokasi kejadian dengan maksud untuk melakukan uji coba senjata rakitan Papporo yang baru saja dia buat sendiri. Tiba di lokasi kejadian, Mahasiswa Teknik Mesin ini beberapa kali korban membakar sumbu senjata rakitan itu, tapi Papporo tersebut tak kunjung meledak. Korban saat itu terus berusaha agar Papporo ciptaannya ini bisa meledek dengan terus menerus membakar sumbunya. Namun naasnya, saat senjata rakitan itu berhasil meledak, malah ledakannya mengarah ke tubuh korban dan membuat lengan korban terluka dan juga mengeluarkan darah uang cukup banyak. Melihat hal itu, rekan korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Daya. Tapi, dokter mengatakan bahwa korban telah tidak bernyawa. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsu Bachtiar saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut. Dia mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena terkena senjata rakitan buatan sendiri. "Korban melakukan uji coba senjata rakitan miliknya. Dan saat itu, pantat laras senjata rakitan jebol dan meledak, kemudian mengenai lengan sebelah kanan korban. Korban pun mengalami pendarahan yang cukup serius yang mengakibatkan korban meninggal dunia di RS Umum Daya," terangnya sesaat lalu. Saat mendapatkan informasi tersebut, lanjut Syamsu Bachtiar, pihaknya langsung ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan barang bukti. Dan korban saat ini telah diserahkan ke keluarganya dan dibawa kediamannya di jalan Biring Romang, Kota Makassar. Sumber : kabar.news #makassar #mahasiswa #papporo Download with nice filename

April 21, 2019
Makassar - Seorang mahasiswa UKI Paulus Makassar bernama Kristian, meregang nyawa usai terkena senjata rakitan jenis "Papporo" ...

Sabtu, 20 April 2019

Seorang mahasiswa UKI Paulus Makassar bernama Kristian, meregang nyawa usai terkena senjata rakitan jenis "Papporo" buatannya sendiri, di Jalan Biring Romang, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (20/4/2019). ⠀ Senjata rakitan jenis Papporo ini meledak dan langsung mengenai lengan Kristian. Akibatnya, dia mengalami luka serius dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, membuat nyawanya tidak bisa diselamatkan meski sebelumnya telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daya (RSUD) Kota Makassar. ⠀ Informasi yang dihimpun KABAR.NEWS, peristiwa ini bermula sekitar pukul 16.45 Wita, ketika Kristian menuju ke lokasi kejadian dengan maksud untuk melakukan uji coba senjata rakitan Papporo yang baru saja dia buat sendiri. ⠀ Tiba di lokasi kejadian, Mahasiswa Teknik Mesin ini beberapa kali korban membakar sumbu senjata rakitan itu, tapi Papporo tersebut tak kunjung meledak. ⠀ Korban saat itu terus berusaha agar Papporo ciptaannya ini bisa meledek dengan terus menerus membakar sumbunya. Namun naasnya, saat senjata rakitan itu berhasil meledak, malah ledakannya mengarah ke tubuh korban dan membuat lengan korban terluka dan juga mengeluarkan darah uang cukup banyak. ⠀ Melihat hal itu, rekan korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Daya. Tapi, dokter mengatakan bahwa korban telah tidak bernyawa. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsu Bachtiar saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut. Dia mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena terkena senjata rakitan buatan sendiri. ⠀ "Korban melakukan uji coba senjata rakitan miliknya. Dan saat itu, pantat laras senjata rakitan jebol dan meledak, kemudian mengenai lengan sebelah kanan korban. Korban pun mengalami pendarahan yang cukup serius yang mengakibatkan korban meninggal dunia di RS Umum Daya," terangnya sesaat lalu. ⠀ Saat mendapatkan informasi tersebut, lanjut Syamsu Bachtiar, pihaknya langsung ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan barang bukti. Dan korban saat ini telah diserahkan ke keluarganya dan dibawa kediamannya di jalan Biring Romang, Kota Makassar. Lodi Aprianto Download with nice filename

April 20, 2019
Seorang mahasiswa UKI Paulus Makassar bernama Kristian, meregang nyawa usai terkena senjata rakitan jenis "Papporo" buatannya s...

Senin, 22 April 2019

1 videos. Makassar - Seorang mahasiswa UKI Paulus Makassar bernama Kristian, meregang nyawa usai terkena senjata rakitan jenis "Papporo" buatannya sendiri, di Jalan Biring Romang, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (20/4/2019). Senjata rakitan jenis Papporo ini meledak dan langsung mengenai lengan Kristian. Akibatnya, dia mengalami luka serius dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, membuat nyawanya tidak bisa diselamatkan meski sebelumnya telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daya (RSUD) Kota Makassar. Informasi yang dihimpun KABAR.NEWS, peristiwa ini bermula sekitar pukul 16.45 Wita, ketika Kristian menuju ke lokasi kejadian dengan maksud untuk melakukan uji coba senjata rakitan Papporo yang baru saja dia buat sendiri. Tiba di lokasi kejadian, Mahasiswa Teknik Mesin ini beberapa kali korban membakar sumbu senjata rakitan itu, tapi Papporo tersebut tak kunjung meledak. Korban saat itu terus berusaha agar Papporo ciptaannya ini bisa meledek dengan terus menerus membakar sumbunya. Namun naasnya, saat senjata rakitan itu berhasil meledak, malah ledakannya mengarah ke tubuh korban dan membuat lengan korban terluka dan juga mengeluarkan darah uang cukup banyak. Melihat hal itu, rekan korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Daya. Tapi, dokter mengatakan bahwa korban telah tidak bernyawa. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsu Bachtiar saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut. Dia mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena terkena senjata rakitan buatan sendiri. "Korban melakukan uji coba senjata rakitan miliknya. Dan saat itu, pantat laras senjata rakitan jebol dan meledak, kemudian mengenai lengan sebelah kanan korban. Korban pun mengalami pendarahan yang cukup serius yang mengakibatkan korban meninggal dunia di RS Umum Daya," terangnya sesaat lalu. Saat mendapatkan informasi tersebut, lanjut Syamsu Bachtiar, pihaknya langsung ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan barang bukti. Dan korban saat ini telah diserahkan ke keluarganya dan dibawa kediamannya di jalan Biring Romang, Kota Makassar. Sumber : kabar.news Video : netizen Download with nice filename

April 22, 2019
1 videos. Makassar - Seorang mahasiswa UKI Paulus Makassar bernama Kristian, meregang nyawa usai terkena senjata rakitan jenis "Pa...

Selasa, 02 Juni 2020

Jumat, 16 Agustus 2019

MAKASSAR– Ratusan kepala keluarga yang bermukin di bilangan Kecamatan Manggala, khususnya Kelurahaan Biring Romang dan kelurahan disekitarnya, menjerit di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonedia (HUT RI) ke-74. Hal itu seiting dengan kelangkaan gas melon (Kg) dan krisis air bersih aliran leden dari PAM Yang mengeringi rumah-rumah warga di daerah itu. Dari pantauan media ini, penderitaan akibat kellangkaan gas melon tersebut sudah terjadi dua bulan terakhir nyaris bersamaan penderitaan yang dirasakan warga Kota Makassar dan sekitarnya. Sejumlah warga yang dimintai keterangan mengaku dibalik krlangkaan gas penderitaan wargapun diwarnai dengan harga yang meroket yang dijual oleh tokoh-tokoh pengecer di kawasan Manggala. “Sangat sulit mendapatkan gas 3 Kg. Bahkan kami rela mencari ke penjual yang jaih dari rumah. Ketika mendapatkan gas yang dijual harganyaoun berfariasi, Rp.20 ribu hingga Rp.30 Ribu per botolnya,” papar Ibu Aminah, warga Jalan AMD, Antang, Sabtu (17/8/19). Nah, penderitaan warga di hari kemerdekaan RI ini juga diwarnai oleh sulitnya mendapatkan air bersih (leden) aliran PAM Kota Makassar. Warga pelanggan Air PAM mengaku, sudah dua hari, air leden tidak mengalir ke rumah-rumah warga sehingga harus meminta air ke pada warga lainnya yang memIliki sumur maupun sumur bor dirumahnya. “Sudah dua hari warga tak mendapatkannair bersih PAM dan harus meminta tolong pada tetangga yang memiliki sumur,” terang Saleh, salah satu Ketua RT di Borong Jambu. Penderitaan warga dibalik HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini, diharapkan bida berakhir dengan keterlibatan maupun keseriusan pemerintah mencari sokusi terbaik untuk rakyatnya. (*) Download with nice filename

Agustus 16, 2019
MAKASSAR– Ratusan kepala keluarga yang bermukin di bilangan Kecamatan Manggala, khususnya Kelurahaan Biring Romang dan kelurahan disekita...

Rabu, 03 Juni 2020

Rabu, 24 April 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 pada 17 TPS. Tujuh belas TPS yang akan melakukan pencoblosan ulang tersebar di 4 kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Panakkukang, Tamalate, Manggala dan Kecamatan Marison. Anggota KPU Makassar Divisi Teknis Penyelenggaraan, Gunawan Mashar, mengatakan PSU untuk empat kecamatan itu dijadwalkan akan dilansungkan pada Sabtu, 27 April 2019. ⠀ "Kami sudah mengkoordinasikan ke PPK, PPS, dan KPPS-nya. Persiapan sudah dilakukan, di antaranya inventarisir kebutuhan logistik dan penyiapan data pemilih, dokumen-dokumen lain," ujar Gunawan Mashar, via telepon, Selasa (23/4/2019). ⠀ Tidak semua 17 TPS tersebut di Kota Makassar yang akan melakukan pencoblosan ulang untuk semua jenis pemilihan. Beberapa di antaranya hanya mencoblos ulang calon presiden dan wakil presiden. Berikut ini daftar 17 TPS yang akan menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang: ⠀ 1. TPS 15 Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso (Pilpres dan DPR RI) ⠀ 2. TPS 11 Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso (Semua jenis pemilihan) ⠀ 3. TPS 02, Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso (Pilpres) ⠀ 4. TPS 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang (Semua jenis pemilihan) ⠀ 5. TPS 44 Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang (Pilpres) ⠀ 6. TPS 02 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala (Semua jenis pemilihan) ⠀ 7. TPS 12 Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala (Semua jenis pemilihan) ⠀ 8. TPS 35 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 9. TPS 40 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 10. TPS 43 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 11. TPS 77 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 12. TPS 78 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 13. TPS 02 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 14. TPS 20 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 15. TPS 26 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres dan DPD RI) ⠀ 16. TPS 40 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Pilpres) ⠀ 17. TPS 10 Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate (Semua Jenis Pemilihan) Download with nice filename

April 24, 2019
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 pada 17 TPS. Tujuh belas TPS yang akan...

Minggu, 20 Januari 2019

Adbox
loading...