loading...

Selasa, 06 Agustus 2019

Darije Kalezic sukses mempersembahkan trofi Piala Indonesia untuk PSM Makassar, sekaligus mengakhiri puasa gelar Juku Eja selama 19 tahun. ⠀ Pria kelahiran Swiss 49 tahun yang lalu ini ditunjuk sebagai pelatih PSM, mengganti posisi yang ditinggal Robert Rene Alberts. Darije melatih PSM dengan komposisi pemain pilihan pelatih sebelumnya. ⠀ Kehadirannya sempat diragukan, sebab mantan pelatih Roda JC Liga Belanda itu tak punya riwayat mentereng sebagai juru racik strategi maupun, saat masih berposisi sebagai pemain. ⠀ Belum lagi kedatangan Darije kerap membuat sesal suporter PSM. Sebabnya adalah pria kelahiran 1 November 1969 itu dianggap terkadang salah memilah pemain yang diturunkan kala bertanding. Namun, Darije Kalezic akhirnya menjawab keraguan publik dengan prestasi. Di tangannya, PSM mengukir sejarah dengan lolos ke babak semifinal zona asean AFC Cup 2019. ⠀ Meski gagal di kancah Asia, Darije membuktikan dirinya "lebih baik" dari Robert dengan mempersembahkan gelar juara Piala Indonesia. Musim yang baik bagi pelatih baru di dunia sepak bola tanah air. ⠀ Kepada wartawan usai mengangkat trofi Piala Indonesia, Darije mengaku bangga menjadi bagian dari sejarah PSM dengan membawa piala untuk warga Kota Makassar. ⠀ "Saya sangat senang menjadi bagian dari klub ini yang mengembalikan trofi kembali ke kota makassar setelah menunggu 19 tahun," ujar Darije, di Stadion Andi Mattalatta Makassar, usai timnya mengalahkan Persija, Selasa (6/8/2019). ⠀ "Kita persiapkan diri kita dengan sangat bagus di pertandingan ini. Fokus pemain sangat luar biasa, disiplin di lapangan sangat bagus dan secara strategi kita libatkan semua yang sebelumnya kita bicarakan," tutur Darije, menyinggung kemampuan timnya. ⠀ Baca artikel lengkap di kabar.news Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Darije Kalezic sukses mempersembahkan trofi Piala Indonesia untuk PSM Makassar, sekaligus mengakhiri puasa gelar Juku Eja selama 19 tahun.

Pria kelahiran Swiss 49 tahun yang lalu ini ditunjuk sebagai pelatih PSM, mengganti posisi yang ditinggal Robert Rene Alberts. Darije melatih PSM dengan komposisi pemain pilihan pelatih sebelumnya.

Kehadirannya sempat diragukan, sebab mantan pelatih Roda JC Liga Belanda itu tak punya riwayat mentereng sebagai juru racik strategi maupun, saat masih berposisi sebagai pemain.

Belum lagi kedatangan Darije kerap membuat sesal suporter PSM. Sebabnya adalah pria kelahiran 1 November 1969 itu dianggap terkadang salah memilah pemain yang diturunkan kala bertanding.

Namun, Darije Kalezic akhirnya menjawab keraguan publik dengan prestasi. Di tangannya, PSM mengukir sejarah dengan lolos ke babak semifinal zona asean AFC Cup 2019. ⠀

Meski gagal di kancah Asia, Darije membuktikan dirinya "lebih baik" dari Robert dengan mempersembahkan gelar juara Piala Indonesia. Musim yang baik bagi pelatih baru di dunia sepak bola tanah air.

Kepada wartawan usai mengangkat trofi Piala Indonesia, Darije mengaku bangga menjadi bagian dari sejarah PSM dengan membawa piala untuk warga Kota Makassar.

"Saya sangat senang menjadi bagian dari klub ini yang mengembalikan trofi kembali ke kota makassar setelah menunggu 19 tahun," ujar Darije, di Stadion Andi Mattalatta Makassar, usai timnya mengalahkan Persija, Selasa (6/8/2019).

"Kita persiapkan diri kita dengan sangat bagus di pertandingan ini. Fokus pemain sangat luar biasa, disiplin di lapangan sangat bagus dan secara strategi kita libatkan semua yang sebelumnya kita bicarakan," tutur Darije, menyinggung kemampuan timnya.

Baca artikel lengkap di kabar.news

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...