RADARMAKASSAR.COM – Tuduhan ratusan massa pendukung Gubernur Sulsel, Nurdin Abddullah yang menyebut Panitia Khusus (Pansus) Angket diisi oleh politikus kotor ditepis oleh Anggota Pansus Fachruddin Rangga.
"Bisa jadi yang mengeluarkan statement begitu lebih kotor dari orang yang dia tuduh," tegas Fachruddin Rangga, kepada RadarMakassar.com, Senin (19/08/2019).
Menurutnya, soal fakta persidangan hak angket yang telah terungkap merupakan bukti-bukti untuk mengungkap berbagai persoalan. Sebab, dirinya memastikan akan ada oknum yang kepanasan dengan hal tersebut. Sebab, kegelisahan akan muncul ketika semuanya sudah menghampiri tahap finising.
"Kalau saya sederhana saja kalau ndak merasa melakukan seperti yang terjadi di fakta-fakta persidangan tidak perlu risau atau galau. Apalagi kalau menganggap rekomendasi hak angket dipaksakan kenapa harus kepanasan, jadi biarlah institusi yang berwenang masing-masing menilai itu," terang Rangga.
Rangga juga menekankan, tuduhan yang diarahkan ke Pansus jika diisi orang kotor merupakan opini atau hoax. Sebab, tidak bukti maupun saksi jika yang tergabung didalamnya adalah politikus kotor.
"Ini bisa mengarah ke pencemaran nama baik, menyampaikan aspirasi dalam bentuk apapun sah-sah saja tetapi jangan yang mengarah ke pencemaran nama baik," tandanya.
Kendati, massa Nurdin Abdullah yang mengatasnamakan Aliansi Pendukung Prof Andalan Sulawesi Selatan Parrasanganta (Appa Sulapa) menyampaikan pesan penolakan hak angket yang diisi "politikus kotor" itu melalui spanduk.
"Menolak hak angket karena ini adalah podak premature dan dipaksakan serta diskenario oleh sutradara politikus kotor," tutur Penanggung jawab aksi, Asdar Akbar. (jar)
Sumber : Radar Makassar
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
