loading...
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Wajo Baru. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Wajo Baru. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2019

Sabtu, 15 Juni 2019

MAKASSAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Wajo,  Sidrap,  Sinjai, Pinrang, dan Soppeng disebut beberapa kalangan akibat pembangunan Rel Kereta Api (RKA) lintas Makassar-Parepare. Dalam proses pengerjaannya, RKA yang menelan biaya hingga 7 trilliun tersebut diperkirakan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek RKA yang melintasi beberapa kabupaten seperti Makassar, Maros,  Pangkep, Barru, hingga Parepare ini dimulai dengan pembebasan lahan milik warga yang berada di perbukitan. Pembebasan lahan itulah kemudian disebut berbagai pihak sebagai penyebab banjir. Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah memaparkan wacana bagi seluruh instansi untuk segera mengkaji penyebab banjir yang terjadi di beberapa daerah di Sulsel. Wacana tersebut disambut baik oleh Cipitas Akademik Fakultas Tehnologi Industri (FTI)  Universitas Muslim Indonesia (UMI). "FTI UMI siap berkontribusi bersama Pemerintah Sulawesi Selatan dalam mengkaji Penyebab banjir di Sulawesi Selatan," ujar Wakil Dekan I Bilang Akademik Fakultas Teknik Industri, Setyawati Yani,  Sabtu (15/06/2019). Dekan Fakultas Teknik Industri Zakir Zabara berpendapat agar sebaiknya pembangunan yang diterapkan di Indonesia Barat atau di tempat lain tidak serta merta diterapkan di Indonesia Timur agar opini yang mengaitkan pembangunan RKA tidak  semakin berkembang. "Pembangunan yang diterapkan di barat tidak serta merta diterapkan di Indonesia bagian timur. Perlu dipikirkan pembangunan Indonesia Timur tetap mengacu pada kearifan lokal yang ada di Indonesia Timur. Baru-baru ini ada banjir di Barru,  akhirnya teman-teman Perkeretaapian yang tertuduh sebagai penyebab banjir,  karena kita mengcopy paste  seperti yang ada di Jawa, Sumatra dan Barat," jelasnya. Zakir menambahkan, ke depannya mungkin perlu dipikirkan rel layang sehingga kehadiran rel kerata api tidak hanya menjadi sarana transportasi tetapi juga untuk menikmati keindahan Sulsel. Sumber : otonominews.co.id #keretaapi #sulawesiselatan #banjir Download with nice filename

Juni 15, 2019
MAKASSAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Wajo,  Sidrap,  Sinjai, Pinrang, dan Soppeng d...

MAKASSAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Wajo,  Sidrap,  Sinjai, Pinrang, dan Soppeng disebut beberapa kalangan akibat pembangunan Rel Kereta Api (RKA) lintas Makassar-Parepare. Dalam proses pengerjaannya, RKA yang menelan biaya hingga 7 trilliun tersebut diperkirakan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek RKA yang melintasi beberapa kabupaten seperti Makassar, Maros,  Pangkep, Barru, hingga Parepare ini dimulai dengan pembebasan lahan milik warga yang berada di perbukitan. Pembebasan lahan itulah kemudian disebut berbagai pihak sebagai penyebab banjir. Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah memaparkan wacana bagi seluruh instansi untuk segera mengkaji penyebab banjir yang terjadi di beberapa daerah di Sulsel. Wacana tersebut disambut baik oleh Cipitas Akademik Fakultas Tehnologi Industri (FTI)  Universitas Muslim Indonesia (UMI). "FTI UMI siap berkontribusi bersama Pemerintah Sulawesi Selatan dalam mengkaji Penyebab banjir di Sulawesi Selatan," ujar Wakil Dekan I Bilang Akademik Fakultas Teknik Industri, Setyawati Yani,  Sabtu (15/06/2019). Dekan Fakultas Teknik Industri Zakir Zabara berpendapat agar sebaiknya pembangunan yang diterapkan di Indonesia Barat atau di tempat lain tidak serta merta diterapkan di Indonesia Timur agar opini yang mengaitkan pembangunan RKA tidak  semakin berkembang. "Pembangunan yang diterapkan di barat tidak serta merta diterapkan di Indonesia bagian timur. Perlu dipikirkan pembangunan Indonesia Timur tetap mengacu pada kearifan lokal yang ada di Indonesia Timur. Baru-baru ini ada banjir di Barru,  akhirnya teman-teman Perkeretaapian yang tertuduh sebagai penyebab banjir,  karena kita mengcopy paste  seperti yang ada di Jawa, Sumatra dan Barat," jelasnya. Zakir menambahkan, ke depannya mungkin perlu dipikirkan rel layang sehingga kehadiran rel kerata api tidak hanya menjadi sarana transportasi tetapi juga untuk menikmati keindahan Sulsel. Sumber : otonominews.co.idMAKASSAR . @zakirsabara_h.wata #keretaapi #sulawesiselatan #banjir Download with nice filename

Juni 15, 2019
MAKASSAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Wajo,  Sidrap,  Sinjai, Pinrang, dan Soppeng d...

Senin, 17 Juni 2019

BELAWA - Ruas jalan poros Kecamatan Belawa-Maniangpajo, Kabupaten Wajo, rusak parah. Kerusakan terjadi di jalan sekira 30 kilometer. Jika dari Belawa ruas jalan rusak mulai dari Sappae. Pengendara yang melintas baru bisa menikmati jalan mulus, setelah berada di Anabanua, Kecamatan Maniangpajo. Sejumlah aspal terkelupas dan hancur. Bahkan di tengah jalan, terdapat sejumlah kubangan. ⠀ "Rusaknya jalan mulai dari Belawa sampai Anabanua. Kita tidak bisa menghindari jalan rusak itu. Banyak yang berada di tengah jalan," kata seorang warga Belawa, Mamma, Senin (17/6/2019). ⠀ Mobil sedan akan kesulitan untuk melintas. Jika sopir tetap ingin melintas, maka mobilnya akan kandas di aspal dan rusak. Untuk menempuh jalur rusak tersebut, pengendara mobil membutuhkan sekira tiga jam. Sementara motor hanya dua jam. Hal tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pengendara, termasuk warga di Belawa. ⠀ "Jalan rusak lagi. Padahal hampir setiap tahun ditambal. Tahun lalu diperbaiki, tapi ini rusak lagi. Kami heran, kenapa bisa begitu," kata pengendara lainnya, Agus. Warga curiga, perbaikan jalan yang dilakukan sebelumnya, hanya asal-asalan. Hal itu membuat kualitas aspal tidak maksimal. Hanya buang-buang anggaran saja. ⠀ "Kami minta supaya jalan di kampung kami diperbaiki. Sudah banyak kecelakaan lalu lintas. Tapi tidak ada pihak yang bertanggungjawab," ujarnya. Selama ini, Wajo khususnya Belawa terkenal dengan jalan rusaknya. Jika hujan, maka ruas jalan akan digenangi air. Sementara, jika kemarau, debu akan berterbangan. ⠀ "Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak memperbaikinya. Jangan tunggu, korban jiwa baru mau bertindak," ujarnya. (*) Download with nice filename

Juni 17, 2019
BELAWA - Ruas jalan poros Kecamatan Belawa-Maniangpajo, Kabupaten Wajo, rusak parah. Kerusakan terjadi di jalan sekira 30 kilometer. Jik...

Sabtu, 21 Desember 2019

Kamis, 20 Juni 2019

SENGKANG — Banjir melanda wilayah Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Sebagian akses infrastruktur rusak, akibatnya anak-anak harus berjalan kaki dua kilometer (Km) ke sekolah. Warga Dusun Bila Dua, Desa Lapaukke, Syafruddin, mengatakan, banjir air bah yang terjadi awal Juni lalu, membuat jembatan penghubung Kampung Pabare Dusun Bila Dua ke Dusun Bila Satu rusak hingga terputus “Awalnya jembatan bergeser karena dihantam air bah, baru diguyur hujan deras jadi jembatan betonnya roboh terbawa arus waktu itu,” ujarnya kepada FAJAR, Kamis, (20/6). Akibatnya, kata Safar, 100 lebih Kartu Keluarga (KK) di Kampung Pabare terisolasi karena jembatan tersebut, merupakan akses satu-satunya untuk beraktivitas. “Mendingan kalau tidak turun hujan, kita bisa antar anak sampai di jembatan rusak. Tapi kalau hujan anak SD Kampung Pabare, harus jalan kaki ke sekolah di Dusun Bila Satu, karena jalannya berkubang tidak bisa dilalui motor,” sebutnya. Ia menambahkan, ada sekitar 50 lebih anak-anak berstatus sekolah di Kampung Pabare. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). “Dari Kampung Pabare ke SD sekitar 2 Km di Dusun Bila Dua, ke SMP sekitar 5 Km di Dusun Malimongeng, dan SMA sekitar 12 Km di Maroanging Kelurahan Pammana,” jelasnya. Kondisi jalan yang jauh dari harapan tersebut, sudah lama dikeluhkan warga Kampung Pabare. Bahkan, tambah Safar, saat ia masih duduk di bangku SD juga dirasakannya. “Kampung disini tidak pernah sama sekali tersentuh dengan pengaspalan, itupun kalau dapat pengerasan musim hujan pasti jalan becek lagi,” keluh Safar. Sekarang masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat, dengan menggunakan batang pohon kelapa. Supaya mereka bisa beraktivitas keluar dari Kampung Pabare. Sementara, Plt Camat Pammana Amshir Andi Timbang, membenarkan putusan jembatan yang menghubungkan dua dusun di Desa Lapaukke. Perbaikannya, dipercayakan ke pemerintah Desa Lapaukke. “Ada dana Anggaran Dana Desa (ADD) nya. Pak Desa (Kades Lapaukke, Muh Nasir, red) harus mengupayakan perbaikan itu,” tegasnya. Sumber : fajar.co.id #sengkang #wajo #jembatanputus Download with nice filename

Juni 20, 2019
SENGKANG — Banjir melanda wilayah Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Sebagian akses infrastruktur rusak, akibatnya anak-anak harus berjal...

Kamis, 09 April 2020

Rabu, 26 Desember 2018

Sabtu, 16 Maret 2019

Jumat, 28 Februari 2020

Senin, 24 Desember 2018

Rabu, 03 April 2019

Naas menimpa mahasiswi Universitas Puangrimaggalatung (UNIPRIMA) Sengkang, Mutmainna (24). Ia tewas dalam kecelakaan tunggal di Poros Sengkang-Bone, Desa Patila, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Minggu, (31/3/2019) lalu. Mahasiswi Jurusan Administrasi Pendidikan, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIPRIMA Sengkang. Korban Mutmainah, juga merupakan salah seorang tenaga honorer di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Wajo. Sekretaris Rektor UNIPRIMA Sengkang, Jumadi Aminuddin membenarkan jika Mutmainna merupakan Mahasiswi UNIPRIMA Sengkang. Kata dia, Almarhumah merupakan Mahasiswi semester akhir yang sementara dalam proses penyelesaian studi. “Betul Mutmainna merupakan Mahasiswi kami, jurusan Administrasi Pendidikan dan saat ini sudah semester 8 sementara proses penyelesaian studi, tinggal menunggu ujian skripsi,”ungkapnya Kata Jumadi, Mutmainna merupakan sosok Mahasiswi yang rajin dan ramah. Dirinya pun turut berdukacita atas berpulangnya gadis asal Kecamatan Pammana itu. “Kami turut berdukacita atas berpulangnya ananda kami Mutmainna. Kita doakan, semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,”ucap Jumadi. Hari Bahagia Berubah jadi Duka Hari bahagia seketika menjadi duka mendalam, baik bagi keluarga begitupun para sahabat Mutmainna. Pasalnya, pihak keluarga baru saja menerima lamaran seorang pria yang hendak mempersunting Mutmainna. Rencana pernikahannya pun akan dilangsungkan pada Juni 2019, mendatang. Informasi yang diterimaparepos.fajar.co.id, jika acara lamaran dilangsungkan dihari yang sama, atau hanya berselang beberapa jam saja sebelum terjadinya kecelakaan maut hingga harus merenggut nyawa Mutmainna. . . . . (Source: fajar.co.id) Download with nice filename

April 03, 2019
Naas menimpa mahasiswi Universitas Puangrimaggalatung (UNIPRIMA) Sengkang, Mutmainna (24). Ia tewas dalam kecelakaan tunggal di Poros Sen...

Jumat, 01 Februari 2019

Fenomena botani Unik terjadi di Kelurahan Talotenreng, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sabtu (02/02/2019). Sebuah Pisang berbuah tepat di tengah batang pohon Pisang. Hal tersebut membuat warga geger. Pohon Pisang yang tumbuh di sebuah lahan kosong tersebut dikabarkan tumbuh liar. Menurut warga sekitar yang kediamannya berada tepat di samping pohon Pisang tersebut, Arifin (45) yang pertama mengetahui hal ajaib tersebut merasa aneh. ⠀ "Saya baru sadar kemarin. Saya juga heran, baru pertama lihat kejadian seperti ini. Sempat tertutupi oleh daun yang lebat," katanya. Banyak warga yang datang menyaksikan fenomena langkah tersebut. Dari pantauan Tribun Timur, pohon pisang liar tersebut langsung cuat di tengah batang pohon. ⠀ "Ini langsung keluar buah, kemarin sempat ada jantung pisangnya, tapi sudah dipotong," katanya. Menurut warga sekitar yang datang menyaksikan kejadian tersebut pun takjub dan heran. ⠀ "Ini aneh, tapi nyata," kata Zaharuddin. Saat ini, pohon pisang tersebut masih kecil dan terus tumbuh. Juga, banyak warga sekitar yang datang menyaksikan kejadian langkah tersebut. Download with nice filename

Februari 01, 2019
Fenomena botani Unik terjadi di Kelurahan Talotenreng, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sabtu (02/02/2019). Sebuah Pisang berbuah t...
Adbox
loading...