loading...

Kamis, 20 Juni 2019

SENGKANG — Banjir melanda wilayah Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Sebagian akses infrastruktur rusak, akibatnya anak-anak harus berjalan kaki dua kilometer (Km) ke sekolah. Warga Dusun Bila Dua, Desa Lapaukke, Syafruddin, mengatakan, banjir air bah yang terjadi awal Juni lalu, membuat jembatan penghubung Kampung Pabare Dusun Bila Dua ke Dusun Bila Satu rusak hingga terputus “Awalnya jembatan bergeser karena dihantam air bah, baru diguyur hujan deras jadi jembatan betonnya roboh terbawa arus waktu itu,” ujarnya kepada FAJAR, Kamis, (20/6). Akibatnya, kata Safar, 100 lebih Kartu Keluarga (KK) di Kampung Pabare terisolasi karena jembatan tersebut, merupakan akses satu-satunya untuk beraktivitas. “Mendingan kalau tidak turun hujan, kita bisa antar anak sampai di jembatan rusak. Tapi kalau hujan anak SD Kampung Pabare, harus jalan kaki ke sekolah di Dusun Bila Satu, karena jalannya berkubang tidak bisa dilalui motor,” sebutnya. Ia menambahkan, ada sekitar 50 lebih anak-anak berstatus sekolah di Kampung Pabare. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). “Dari Kampung Pabare ke SD sekitar 2 Km di Dusun Bila Dua, ke SMP sekitar 5 Km di Dusun Malimongeng, dan SMA sekitar 12 Km di Maroanging Kelurahan Pammana,” jelasnya. Kondisi jalan yang jauh dari harapan tersebut, sudah lama dikeluhkan warga Kampung Pabare. Bahkan, tambah Safar, saat ia masih duduk di bangku SD juga dirasakannya. “Kampung disini tidak pernah sama sekali tersentuh dengan pengaspalan, itupun kalau dapat pengerasan musim hujan pasti jalan becek lagi,” keluh Safar. Sekarang masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat, dengan menggunakan batang pohon kelapa. Supaya mereka bisa beraktivitas keluar dari Kampung Pabare. Sementara, Plt Camat Pammana Amshir Andi Timbang, membenarkan putusan jembatan yang menghubungkan dua dusun di Desa Lapaukke. Perbaikannya, dipercayakan ke pemerintah Desa Lapaukke. “Ada dana Anggaran Dana Desa (ADD) nya. Pak Desa (Kades Lapaukke, Muh Nasir, red) harus mengupayakan perbaikan itu,” tegasnya. Sumber : fajar.co.id #sengkang #wajo #jembatanputus Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



SENGKANG — Banjir melanda wilayah Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Sebagian akses infrastruktur rusak, akibatnya anak-anak harus berjalan kaki dua kilometer (Km) ke sekolah.

Warga Dusun Bila Dua, Desa Lapaukke, Syafruddin, mengatakan, banjir air bah yang terjadi awal Juni lalu, membuat jembatan penghubung Kampung Pabare Dusun Bila Dua ke Dusun Bila Satu rusak hingga terputus

“Awalnya jembatan bergeser karena dihantam air bah, baru diguyur hujan deras jadi jembatan betonnya roboh terbawa arus waktu itu,” ujarnya kepada FAJAR, Kamis, (20/6).

Akibatnya, kata Safar, 100 lebih Kartu Keluarga (KK) di Kampung Pabare terisolasi karena jembatan tersebut, merupakan akses satu-satunya untuk beraktivitas.

“Mendingan kalau tidak turun hujan, kita bisa antar anak sampai di jembatan rusak. Tapi kalau hujan anak SD Kampung Pabare, harus jalan kaki ke sekolah di Dusun Bila Satu, karena jalannya berkubang tidak bisa dilalui motor,” sebutnya.

Ia menambahkan, ada sekitar 50 lebih anak-anak berstatus sekolah di Kampung Pabare. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dari Kampung Pabare ke SD sekitar 2 Km di Dusun Bila Dua, ke SMP sekitar 5 Km di Dusun Malimongeng, dan SMA sekitar 12 Km di Maroanging Kelurahan Pammana,” jelasnya.

Kondisi jalan yang jauh dari harapan tersebut, sudah lama dikeluhkan warga Kampung Pabare. Bahkan, tambah Safar, saat ia masih duduk di bangku SD juga dirasakannya.

“Kampung disini tidak pernah sama sekali tersentuh dengan pengaspalan, itupun kalau dapat pengerasan musim hujan pasti jalan becek lagi,” keluh Safar.

Sekarang masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat, dengan menggunakan batang pohon kelapa. Supaya mereka bisa beraktivitas keluar dari Kampung Pabare.

Sementara, Plt Camat Pammana Amshir Andi Timbang, membenarkan putusan jembatan yang menghubungkan dua dusun di Desa Lapaukke. Perbaikannya, dipercayakan ke pemerintah Desa Lapaukke.

“Ada dana Anggaran Dana Desa (ADD) nya. Pak Desa (Kades Lapaukke, Muh Nasir, red) harus mengupayakan perbaikan itu,” tegasnya.

Sumber : fajar.co.id

#sengkang

#wajo

#jembatanputus

Download with nice filename



Sumber : SENGKANG— Banjir melanda wilayah Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Sebagian akses infrastruktur rusak, akibatnya anak-anak harus berjalan kaki dua kilometer (Km) ke sekolah. Warga Dusun Bila Dua, Desa Lapaukke, Syafruddin, mengatakan, banjir air bah yang terjadi awal Juni lalu, membuat jembatan penghubung Kampung Pabare Dusun Bila Dua ke Dusun Bila Satu rusak hingga terputus “Awalnya jembatan bergeser karena dihantam air bah, baru diguyur hujan deras jadi jembatan betonnya roboh terbawa arus waktu itu,” ujarnya kepada FAJAR, Kamis, (20/6). Akibatnya, kata Safar, 100 lebih Kartu Keluarga (KK) di Kampung Pabare terisolasi karena jembatan tersebut, merupakan akses satu-satunya untuk beraktivitas. “Mendingan kalau tidak turun hujan, kita bisa antar anak sampai di jembatan rusak. Tapi kalau hujan anak SD Kampung Pabare, harus jalan kaki ke sekolah di Dusun Bila Satu, karena jalannya berkubang tidak bisa dilalui motor,” sebutnya. Ia menambahkan, ada sekitar 50 lebih anak-anak berstatus sekolah di Kampung Pabare. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). “Dari Kampung Pabare ke SD sekitar 2 Km di Dusun Bila Dua, ke SMP sekitar 5 Km di Dusun Malimongeng, dan SMA sekitar 12 Km di Maroanging Kelurahan Pammana,” jelasnya. Kondisi jalan yang jauh dari harapan tersebut, sudah lama dikeluhkan warga Kampung Pabare. Bahkan, tambah Safar, saat ia masih duduk di bangku SD juga dirasakannya. “Kampung disini tidak pernah sama sekali tersentuh dengan pengaspalan, itupun kalau dapat pengerasan musim hujan pasti jalan becek lagi,” keluh Safar. Sekarang masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat, dengan menggunakan batang pohon kelapa. Supaya mereka bisa beraktivitas keluar dari Kampung Pabare. Sementara, Plt Camat Pammana Amshir Andi Timbang, membenarkan putusan jembatan yang menghubungkan dua dusun di Desa Lapaukke. Perbaikannya, dipercayakan ke pemerintah Desa Lapaukke. “Ada dana Anggaran Dana Desa (ADD) nya. Pak Desa (Kades Lapaukke, Muh Nasir, red) harus mengupayakan perbaikan itu,” tegasnya. Sumber : fajar.co.id #sengkang #wajo #jembatanputus

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...