

MAKASSAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Wajo, Sidrap, Sinjai, Pinrang, dan Soppeng disebut beberapa kalangan akibat pembangunan Rel Kereta Api (RKA) lintas Makassar-Parepare.
Dalam proses pengerjaannya, RKA yang menelan biaya hingga 7 trilliun tersebut diperkirakan rampung pada tahun 2020 mendatang.
Proyek RKA yang melintasi beberapa kabupaten seperti Makassar, Maros, Pangkep, Barru, hingga Parepare ini dimulai dengan pembebasan lahan milik warga yang berada di perbukitan. Pembebasan lahan itulah kemudian disebut berbagai pihak sebagai penyebab banjir.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah memaparkan wacana bagi seluruh instansi untuk segera mengkaji penyebab banjir yang terjadi di beberapa daerah di Sulsel.
Wacana tersebut disambut baik oleh Cipitas Akademik Fakultas Tehnologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI). "FTI UMI siap berkontribusi bersama Pemerintah Sulawesi Selatan dalam mengkaji Penyebab banjir di Sulawesi Selatan," ujar Wakil Dekan I Bilang Akademik Fakultas Teknik Industri, Setyawati Yani, Sabtu (15/06/2019). Dekan Fakultas Teknik Industri Zakir Zabara berpendapat agar sebaiknya pembangunan yang diterapkan di Indonesia Barat atau di tempat lain tidak serta merta diterapkan di Indonesia Timur agar opini yang mengaitkan pembangunan RKA tidak semakin berkembang. "Pembangunan yang diterapkan di barat tidak serta merta diterapkan di Indonesia bagian timur. Perlu dipikirkan pembangunan Indonesia Timur tetap mengacu pada kearifan lokal yang ada di Indonesia Timur. Baru-baru ini ada banjir di Barru, akhirnya teman-teman Perkeretaapian yang tertuduh sebagai penyebab banjir, karena kita mengcopy paste seperti yang ada di Jawa, Sumatra dan Barat," jelasnya.
Zakir menambahkan, ke depannya mungkin perlu dipikirkan rel layang sehingga kehadiran rel kerata api tidak hanya menjadi sarana transportasi tetapi juga untuk menikmati keindahan Sulsel.
Sumber : otonominews.co.id
#keretaapi
#sulawesiselatan
#banjir
Sumber : MAKASSAR - Banjir yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Wajo, Sidrap, Sinjai, Pinrang, dan Soppeng disebut beberapa kalangan akibat pembangunan Rel Kereta Api (RKA) lintas Makassar-Parepare. Dalam proses pengerjaannya, RKA yang menelan biaya hingga 7 trilliun tersebut diperkirakan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek RKA yang melintasi beberapa kabupaten seperti Makassar, Maros, Pangkep, Barru, hingga Parepare ini dimulai dengan pembebasan lahan milik warga yang berada di perbukitan. Pembebasan lahan itulah kemudian disebut berbagai pihak sebagai penyebab banjir. Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah memaparkan wacana bagi seluruh instansi untuk segera mengkaji penyebab banjir yang terjadi di beberapa daerah di Sulsel. Wacana tersebut disambut baik oleh Cipitas Akademik Fakultas Tehnologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI). "FTI UMI siap berkontribusi bersama Pemerintah Sulawesi Selatan dalam mengkaji Penyebab banjir di Sulawesi Selatan," ujar Wakil Dekan I Bilang Akademik Fakultas Teknik Industri, Setyawati Yani, Sabtu (15/06/2019). Dekan Fakultas Teknik Industri Zakir Zabara berpendapat agar sebaiknya pembangunan yang diterapkan di Indonesia Barat atau di tempat lain tidak serta merta diterapkan di Indonesia Timur agar opini yang mengaitkan pembangunan RKA tidak semakin berkembang. "Pembangunan yang diterapkan di barat tidak serta merta diterapkan di Indonesia bagian timur. Perlu dipikirkan pembangunan Indonesia Timur tetap mengacu pada kearifan lokal yang ada di Indonesia Timur. Baru-baru ini ada banjir di Barru, akhirnya teman-teman Perkeretaapian yang tertuduh sebagai penyebab banjir, karena kita mengcopy paste seperti yang ada di Jawa, Sumatra dan Barat," jelasnya. Zakir menambahkan, ke depannya mungkin perlu dipikirkan rel layang sehingga kehadiran rel kerata api tidak hanya menjadi sarana transportasi tetapi juga untuk menikmati keindahan Sulsel. Sumber : otonominews.co.id #keretaapi #sulawesiselatan #banjir
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
