

Dua wanita mengaku dokter spesialis kecantikan dan asisten dokter kecantikan, Amyza Tomme (36) dan Rini Hadriyan (30), diamankan di Bone.
Keduanya, Amyza Tomme (36) dan Rini Hadriyan (30), diamankan saat melakukan praktik di Hotel Novena, Watampone, Bone. Beberapa orang juga sudah melapor ke Polres Bone mengaku sebagai korban dua wanita ini.
Rerata korban dokter kecantikan abal-abal itu mengalami kerusakan hidung dan kebutaan. Kebanyakan pasien mereka memang ingin memancungkan hidung.
Selain tiga wanita itu, Polda Sulsel juga menyelidiki tiga wanita lagi yang diduga dokter kecantikan abal-abal, dua praktik di Makassar dan satu di Sinjai.
.
Amyza Tomme (36) dan Rini Hadriyani (32) sibuk menutupi wajahnya saat diperiksa di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (27/2/2019). Wanita yang mengaku dokter dan asisten dokter itu diperiksa sebagai tersangka kasus tindak pidana penipuan.Akhirnya dia mengaku bukan dokter. Dan Rini bukan asisten dokter, seperti yang dia perkenalkan sebelumnya. "Saya memang bukan dokter. Saya hanya pernah belajar estetika kecantikan di Malaysia beberapa tahun yang lalu, saya pernah tinggal disana. Dengan modal itu, saya coba melakukan praktik," jelas wanita kelahiran Enrekang itu.
.
"Penyidik telah melakukan gelar perkara dan cukup alat bukti menetapkan pelaku sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Bone Iptu Muhammad Pahrun, kepada Justang Muhammad dari TribunBone.com.
.
Sembari meminta maaf, Amyza berharap iba dari para korbannya. Dia meminta para korban mau berdamai dan memaafkannya.
.
Sekali meladeni pasiennya, kata Pahrun, Amyza dibayar mulai Rp5 juta hingga Rp13 juta dengan menjanjikan korbannya lebih cantik. "Ada lima korbannya sudah kami periksa mengaku ada yang bayar Rp 5 juta, Rp 8 juta, Rp 13 juta," kata Pahrun. (*)
.
.
.
.
Source: tribunbone.com
Sumber : instagram : sosmedmakassar
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
