

Kita tipe orang yang habiskan uang membeli barang atau pergi traveling?
Kebahagiaan sering dijadikan indikator terbaik untuk mengukur kesejahteraan. Kita juga tahu bahwa uang bisa memberikan kebahagiaan, walaupun ketika kebutuhan dasar kita sudah terpenuhi, uang tidak bisa membuat kita lebih bahagia lagi. Namun, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah, bagaimana sih cara mengatur uang, apalagi kebanyakan dari kita tidak mempunyai uang yang tak terbatas.
.
Ada asumsi logis yang mengatakan, bahwa dengan membeli barang-barang akan membuat kita lebih bahagia, karena barang bisa bertahan lama, tidak seperti nonton konser ataupun traveling yang hanya sekali dirasakan lalu hanya tinggal kenangan. Tapi tahukah kamu? Riset terbaru mengatakan sebaliknya lho!
.
Menurut Dr. Thomas Gilovich, profesor psikologi di Cornell University menyarankan daripada dihabiskan untuk beli barang lebih baik kita mengalokasikan uang untuk membeli pengalaman, seperti pergi ke galeri seni, nonton pertunjukan teater, belajar hal baru, kegiatan outdoor, atau traveling.
.
Penelitian Dr. Gilovich menyatakan, bahwa uang memang bisa membeli kebahagiaan, namun hanya pada level tertentu. Ketika adaptasi mulai berjalan, maka kebahagiaan itu akan berkurang. Penelitian tersebut juga mengukur tingkat kebahagiaan pengalaman baru, yang justru tetap dan cenderung meningkat. Bahkan apabila kita punya pengalaman buruk di masa lampau. Ketika menceritakan hal itu sekarang, bayangan pengalaman buruk itu akan berkurang. Kebodohan masa lalu bisa menjadi cerita unik dan lucu saat ini.
.
Sumber : jejakku.co
Sumber : instagram makassar__info
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
