loading...

Senin, 01 April 2019

Matanya menatap ke bawah. Mengenakan jilbab cokelat, wanita bernama Susi Handriani itu terus menunduk. Di depannya, sebuah pintu besi berjeruji. "Saya menyesal pak. Saya telah membunuh suami saya," ujar Susi lirih. Namun, penyesalan memang selalu datangnya belakangan. Bagaimana pun, suaminya Dedi Purwanto tak bisa lagi dihidupkan. Masih terbayang jelas di pelupuk mata Susi, bagaimana pada Agustus 2018 lalu, dia curhat ke Erwin, mantan pacar sekaligus selingkuhannya, tentang kekerasan yang dilakukan suaminya kepada dirinya. "Begini saja. Bagaimana kalau kita habisi dia," ungkap Erwin. Suatu hari, 11 Agustus 2018. Susi bersama suaminya pergi ke Bagan Batu. Berboncengan naik sepeda motor. Diam-diam, Susi mengirimkan pesan ke Erwin. Pria itu lantas mengajak rekannya, menunggu korban di jalan sepi. Ketika terdakwa pulang bersama suaminya dari Bagan Batu, menuju kediamannya di Paikaitan, keduanya dicegat di jalan sepi. "Turun, kami polisi. Ada razia narkoba," teriak Erwin sambil melayangkan pukulan ke Dedi. Dedi kemudian turun dari sepeda motornya. Erwin lalu memborgol tangan Dedi. Kemudian membawa korban ke dalam perkebunan PT Jatim Perkasa. Di situ, Dedi dihabisi Erwin dan rekannya. Sementara itu, Susi pura-pura minta pertolongan kepada warga setempat. "Tolong pak, kami dirampok," ujar Susi. Namun, belakangan, terbongkar perbuatan jahatnya. Susi adalah otak pembunuhan suaminya, karena ingin bebas dengan selingkuhannya. Cc : rakyatku Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Matanya menatap ke bawah. Mengenakan jilbab cokelat, wanita bernama Susi Handriani itu terus menunduk. Di depannya, sebuah pintu besi berjeruji. "Saya menyesal pak. Saya telah membunuh suami saya," ujar Susi lirih.

Namun, penyesalan memang selalu datangnya belakangan. Bagaimana pun, suaminya Dedi Purwanto tak bisa lagi dihidupkan.

Masih terbayang jelas di pelupuk mata Susi, bagaimana pada Agustus 2018 lalu, dia curhat ke Erwin, mantan pacar sekaligus selingkuhannya, tentang kekerasan yang dilakukan suaminya kepada dirinya. "Begini saja. Bagaimana kalau kita habisi dia," ungkap Erwin.

Suatu hari, 11 Agustus 2018. Susi bersama suaminya pergi ke Bagan Batu. Berboncengan naik sepeda motor.

Diam-diam, Susi mengirimkan pesan ke Erwin. Pria itu lantas mengajak rekannya, menunggu korban di jalan sepi.

Ketika terdakwa pulang bersama suaminya dari Bagan Batu, menuju kediamannya di Paikaitan, keduanya dicegat di jalan sepi. "Turun, kami polisi. Ada razia narkoba," teriak Erwin sambil melayangkan pukulan ke Dedi.

Dedi kemudian turun dari sepeda motornya. Erwin lalu memborgol tangan Dedi.

Kemudian membawa korban ke dalam perkebunan PT Jatim Perkasa. Di situ, Dedi dihabisi Erwin dan rekannya.

Sementara itu, Susi pura-pura minta pertolongan kepada warga setempat. "Tolong pak, kami dirampok," ujar Susi.

Namun, belakangan, terbongkar perbuatan jahatnya. Susi adalah otak pembunuhan suaminya, karena ingin bebas dengan selingkuhannya.

Cc : rakyatku

Download with nice filename



Sumber : instagram makassar__info

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...