loading...

Selasa, 25 Juni 2019

Empat mahasiswa Universita Fajar (UNIFA) Makassar masing – masing, Rusli Mallatong (Ketua tim) asal Kajang Bulukumba, Muhammad Reinaldi Malik (Anggota) asal Sidrap, Muh. Ilham Haz (Anggota) asal Makassar dan Asri Mulya Setiawan. S.T.,M.T berhasil menciptakan alat pendeteksi gempa bumi. Pembuatan alat ini merupakan rangkaian dari program kreativitas mahasiwa. Alat tersebut disebut alat detektor gempa bumi pada gedung bertingkat dengan nitifikasi suara sebegai peringatan evakuasi. Ketua Tim pencipta alat detektor tersebut, Rusli Mallatong mengatakan adapun yang menginspirasi untuk menciptakan alat tersebut karena dari kejadian gempa bumi di Lombok dan Palu dengan pendekatan kajian rumah tradisional di kampungnya yakni di Kecamatan Kajang Bulukumba Sulawesi Selatan. “Kajiannya saya lakukan di rumahku di Kajang, kemudian kami membentuk tim yang dibimbing oleh Asri Mulya Setiawan, S.T., M.T. Apalagi saya melihat Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng sabuk pegunungan aktif yaitu lempeng Pasifik, Mediterania, dan lempeng Indo-Australia,” buah hati dari Puang Hatong dan Puang Mutung. Pria kelahiran Tanah Towa Kajang Bulukumba ini melanjutkan bahwa Indonesia juga berada pada jalur The Pasifik Ring of Fire (Cincin Api Pasifik). Hal ini mengakibatkan Indonesia adalah negara yang rawan akan keadaan gempa bumi. Namun biasanya tidak maksimal, dikarenakan pemasangan alarm hanya pada tempat-tempat tertentu seperti di laut dan di gunung sehingga tidak memberikan informasi atau peringatan dini pada tempat keramaian yang tertutup seperti hotel, rumah sakit kampus dan gedung-gedung pencakar langit lainnya. “Maka dari itu saya selaku Mahasiswa Sipil yang memperlajari mengenai gempa dan infrastruktur menemukan ide terkait alat gempa lalu berkaloborasi dengan mahasiswa elektro yang juga satu kampus,” ungkapnya. Mahasiswa yang jago Tari Pabbitte Passapu ini juga menjelaskan seputar sistem kerja alat pendeteksi gempa yang diciptakannya bersama dengan tiga orang rekannya itu. Menurutnya, sistem kerjanya yaitu ardino terhubung ke accelerometer sebagai pengukur keseimbangan tanah, dan sensor getar sendiri akan merespon getaran yang terjadi Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Empat mahasiswa Universita Fajar (UNIFA) Makassar masing – masing, Rusli Mallatong (Ketua tim) asal Kajang Bulukumba, Muhammad Reinaldi Malik (Anggota) asal Sidrap, Muh. Ilham Haz (Anggota) asal Makassar dan Asri Mulya Setiawan. S.T.,M.T berhasil menciptakan alat pendeteksi gempa bumi.

Pembuatan alat ini merupakan rangkaian dari program kreativitas mahasiwa. Alat tersebut disebut alat detektor gempa bumi pada gedung bertingkat dengan nitifikasi suara sebegai peringatan evakuasi.

Ketua Tim pencipta alat detektor tersebut, Rusli Mallatong mengatakan adapun yang menginspirasi untuk menciptakan alat tersebut karena dari kejadian gempa bumi di Lombok dan Palu dengan pendekatan kajian rumah tradisional di kampungnya yakni di Kecamatan Kajang Bulukumba Sulawesi Selatan. “Kajiannya saya lakukan di rumahku di Kajang, kemudian kami membentuk tim yang dibimbing oleh Asri Mulya Setiawan, S.T., M.T. Apalagi saya melihat Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng sabuk pegunungan aktif yaitu lempeng Pasifik, Mediterania, dan lempeng Indo-Australia,” buah hati dari Puang Hatong dan Puang Mutung.

Pria kelahiran Tanah Towa Kajang Bulukumba ini melanjutkan bahwa Indonesia juga berada pada jalur The Pasifik Ring of Fire (Cincin Api Pasifik). Hal ini mengakibatkan Indonesia adalah negara yang rawan akan keadaan gempa bumi. Namun biasanya tidak maksimal, dikarenakan pemasangan alarm hanya pada tempat-tempat tertentu seperti di laut dan di gunung sehingga tidak memberikan informasi atau peringatan dini pada tempat keramaian yang tertutup seperti hotel, rumah sakit kampus dan gedung-gedung pencakar langit lainnya. “Maka dari itu saya selaku Mahasiswa Sipil yang memperlajari mengenai gempa dan infrastruktur menemukan ide terkait alat gempa lalu berkaloborasi dengan mahasiswa elektro yang juga satu kampus,” ungkapnya.

Mahasiswa yang jago Tari Pabbitte Passapu ini juga menjelaskan seputar sistem kerja alat pendeteksi gempa yang diciptakannya bersama dengan tiga orang rekannya itu.

Menurutnya, sistem kerjanya yaitu ardino terhubung ke accelerometer sebagai pengukur keseimbangan tanah, dan sensor getar sendiri akan merespon getaran yang terjadi

Download with nice filename



Sumber : instagram makassar__info

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...