

Terkini.id, Parepare – Upaya pembubaran salat jumat yang dilakukan oleh aparat pemerintah di Kota Parepare, pada 17 April lalu berujung pelaporan polisi.
Imbasnya, Camat Ujung Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) Ulfah Lanto dilaporkan ke polisi oleh warga dengan tuduhan penodaan agama.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, warga melapor ke kantor polisi karena komplain atas pembubaran salat jumat tersebut.
"Ada insiden pembubaran, dia melaksanakan ibadah terus dibubarkan," ujar Ibrahim Tompo kepada wartawan seperti dikutip dari detikcom.
Ibrahim menjelaskan, kejadian pembubaran salat Jumat terjadi terjadi di Masjid Ar Rahma, Cappa Ujung, Parepare pada 17 April 2020 lalu.
Meski begitu, sang camat bersama aparat melakukan melakukan pembubaran tersebut, demi memutus rantai penyebaran penyakit Covid-19.
Pihak kepolisian mengaku bahwa laporan tersebut diterima pihaknya pada Senin 26 April 2020 dan kini laporan itu masih dalam proses pendalaman kasus.
"Tapi itu belum tentu ada pidana, baru kita dalami dulu," ucap Ibrahim.
Meski begitu, sejumlah saksi telah diperiksa keterangannya.
Menurut pihak kepolisian, Ulfah Lanto tidak turun langsung membubarkan salat jumat.
Dalam klarifikasinya, Ulfah Lanto mengungkapkan bukan dirinya yang masuk ke masjid dan berteriak bubar kepada jemaah.
"Ada dua tokoh masyarakat setempat yang masuk (ke masjid) menyampaikan agar jemaah mendengarkan imbauan ke pemerintah," ujar Ulfah Lanto.
Saat itu, dia dan tim Jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sedang melakukan penyisiran ke masjid-masjid yang masih melaksakan salat Jumat.
Tepat pukul 10.30, Ulfah bersama tim berada di halaman Masjid Ar Rahma yang saat itu masih belum ada jemaah.
Walhasil, mereka memberikan imbauan untuk tidak salat Jumat dengan menggunakan pengeras suara masjid.
Akan tetapi yang dilaksanakan hanya azan yang menunjukkan jika sudah masuk waktu salat zuhur.
Meski imbauan sudah diumumkan, rombongan jemaah justru tetap berdatangan ke masjid.
Para warga pun tampak melaksanakan ibadah salat Jumat seperti biasa.
Tak ayal, dengan kondisi itu membuat Ulfah dan tim langsung menutup pintu dan pagar masjid agar jemaah tidak semakin banyak.
Hingga akhirnya, tim pun memilih untuk berjaga di depan masjid.
Namun, tiba-tiba datang dua tokoh masyarakat yang juga kebetulan dikenal oleh Ulfah.
Keduanya yakni ketua panitia masjid dan donatur tetap, sehingga saat keduanya diizinkan masuk oleh Ulfah untuk mengimbau agar para jemaah tidak melakukan salat Jumat.
Sumber : Terkini.id
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
