loading...

Kamis, 25 April 2019

Sebuah video memperlihatkan siswa SD di Makassar sedang mencoret-coret baju sekolahnya usai melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Video ini pun viral di sosial media, Kamis (25/4/2019). ⠀ Dalam video itu, terlihat belasan siswa yang mengenakan seragam putih-merah sedang mencoret coret baju sekolah mereka. Tas sekolah mereka pun diletakkan di atas jalanan. Diduga, aksi coret coret anak SD ini terjadi di kawasan Jalan Pengayoman tak jauh dari Pasar Segar Panakkukang. Baju-baju sekolah mereka terlihat penuh dengan coretan berwarna oranye, khsusnya pada bagian punggung. Tidak diketahui dari mana belasan siswa SD ini bersekolah. Namun, aksi terjadi tepat pada hari akhir pelaksanaan USBN. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd Rahman Bando menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk melarang adanya konvoi dan coret-coret baju bagi siswa SMP maupun SD yang telah selesai ujian. ⠀ “Saya sudah sebarkan surat edaran yang intinya melarang peserta didik kelas IX dan SD kelas VI setelah ujian dilarang keras konvoi dan coret-coret,” kata Rahman Bando saat ditemui di Kantornya. Terkait aksi coret-coret baju itu, mantan Kepala Dinas P2 Kota Makassar ini mengimbau pihak sekolah menyampaikan kepada siswanya agar menyumbangkan seragamnya. ⠀ “Kan kalau dicoret sudah tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya. Untuk konvoi kendaraan, lanjut Rahman Bando, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas. Apalagi, mereka belum memenuhi persyaratan dalam menggunakan kendaraan. ⠀ (muh aliyafid/pojoksulsel) Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Sebuah video memperlihatkan siswa SD di Makassar sedang mencoret-coret baju sekolahnya usai melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Video ini pun viral di sosial media, Kamis (25/4/2019).

Dalam video itu, terlihat belasan siswa yang mengenakan seragam putih-merah sedang mencoret coret baju sekolah mereka. Tas sekolah mereka pun diletakkan di atas jalanan.

Diduga, aksi coret coret anak SD ini terjadi di kawasan Jalan Pengayoman tak jauh dari Pasar Segar Panakkukang.

Baju-baju sekolah mereka terlihat penuh dengan coretan berwarna oranye, khsusnya pada bagian punggung.

Tidak diketahui dari mana belasan siswa SD ini bersekolah. Namun, aksi terjadi tepat pada hari akhir pelaksanaan USBN.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd Rahman Bando menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk melarang adanya konvoi dan coret-coret baju bagi siswa SMP maupun SD yang telah selesai ujian.

“Saya sudah sebarkan surat edaran yang intinya melarang peserta didik kelas IX dan SD kelas VI setelah ujian dilarang keras konvoi dan coret-coret,” kata Rahman Bando saat ditemui di Kantornya.

Terkait aksi coret-coret baju itu, mantan Kepala Dinas P2 Kota Makassar ini mengimbau pihak sekolah menyampaikan kepada siswanya agar menyumbangkan seragamnya.

“Kan kalau dicoret sudah tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya.

Untuk konvoi kendaraan, lanjut Rahman Bando, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas. Apalagi, mereka belum memenuhi persyaratan dalam menggunakan kendaraan.

(muh aliyafid/pojoksulsel)

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...