loading...

Minggu, 19 April 2020

IHSG Pekan Depan, Isu Kesehatan dan Ekono ... | Makassar Info Berita Terbaru


Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal pada pekan depan.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penyelesaian penanganan wabah virus corona atau Covid-19 menjadi kunci utama arah pergerakan pasar saham. Ia menyebutkan harapan pandemi virus corona telah menuju titik puncak dan segera berakhir harapan seluruh negara di dunia.

Keyakinan wabah akan segera berakhir ini telah menimbulkan harapan di Eropa. Pasalnya berbagai negara mulai merencanakan mencabut pembatasan sosial pada kehidupan publik dan bisnis.

Sentimen ini diikuti dengan rencana pelonggaran karantina wilayah atau lockdown seperti Spanyol. Negara itu mulai mengizinkan beberapa area konstruksi dan manufaktur dibuka kembali. Demikian juga Italia, negeri pasta itu akan mengizinkan beberapa bisnis buka kembali. Toko yang diizinkan seperti toko buku dan alat tulis serta toko pakaian anak-anak. Denmark juga akan membuka kembali sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

"Harapan kembali normalnya perekonomian dunia telah mendorong pasar saham mengalami kenaikan pekan ini. Hal ini masih akan menjadi sentimen positif pada pekan depan," kata Hans dikutip dari laporannya, pada Minggu (19/4/2020).

Selain itu, kenaikan pasar saham tidak lepas dari harapan pasar akan ditemukannya vaksin untuk virus corona.

Gilead Sciences tengah melakukan uji coba remdesivir sebagai obat eksperimental pada pasien Covid-19 dalam kondisinya parah. Dilaporkan penggunaan obat itu di rumah sakit di Chicago dengan remdesivir mengalami pulih lebih cepat dari gejala yang parah.

Menurut Hans, harapan penemuan vaksin menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Ia memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat pada awal pekan depan.

"Kemungkinan IHSG akan mengalami koreksi pada perdagangan tengah dan akhir pekan. IHSG bakal bergerak dengan suppot 4.463 sampai 4.317 dan resistance di level 4.747 sampai 4.975," katanya

Meski demikian, pasar saham juga masih dibayangi sejumlah sentimen negatif. Rilis data ekonomi dunia yang keluar menunjukan perlambatan ekonomi sejumlah negara akibat pandemi virus corona.

Data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan, data klaim tunjangan pengguran mingguan di AS tetap tinggi dan terakhir kali dilaporkan mencapai 5,245 juta klaim. Di periode minggu sebelumnya klaim tunjangan pengangguran mencapai 6 juta klaim, 6,6 juta dan 3,3 juta klaim. Sehingga, jumlah orang yang kehilangan pekerjaan di AS menjadi 22 juta orang selama pandemi covid-19.

Penjualan ritel di AS sepanjang Maret 2020 juga turun 8,7 persen, menurut laporan dari Departemen Perdagangan Amerika. Penurunan ini adalah penurunan satu bulan terbesar sejak data dirilis tahun 1992.

S&P Global Economics juga menurunkan prospek ekonomi AS pada 2020 menjadi kontraksi sebesar -5,3 persen. Ini jauh lebih buruk dari prakiraan penurunan sebelumnya sebesar - 1,3 persen.

Ia melanjutkan, laju IHSG juga tertahan pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang memprediksi tahun 2020 pertumbuhan ekonomi global akan turun -3 persen dari prediksi sebelumnya di Januari 2020 yang masih tumbuh 3.3 persen.

"Prediksi ini dianggap menimbulkan kekhawatiran sesudah virus corona, dunia menghadapi resesi global," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.


Sumber : Bisnis.com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...