

Terkini.id, Parepare – Pusat Informasi Covid-19 Kota Parepare mengeluarkan data terbaru pada pukul 19.00 Wita, Sabtu, 18 April 2020.
Dari data itu terungkap ada penambahan 9 Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Sehingga secara keseluruhan hingga 18 April 2020, sudah 74 ODP di Parepare.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Parepare, Dr Hj Halwatiah mengatakan, dari 74 ODP itu, 20 diantaranya masih dalam proses pemantauan, dan 54 lainnya sudah selesai pemantauan.
"Kalau Orang Tanpa Gejala atau OTG hingga hari ini terdata 586 orang. 284 masih proses pemantauan, 302 sudah selesai pemantauan," terang Halwatiah yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare.
Editor Pick
Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) khusus untuk warga Parepare hingga saat ini ada empat orang.
"Empat orang itu, satu masih dirawat, dan tiga sudah pulang dan sehat," ungkap Halwatiah.
Pasien positif Covid-19 di Parepare nol atau tidak ada. Ada satu orang ber-KTP Parepare, namun dia adalah ABK KM Lambelu, dan saat ini dirawat di Makassar.
Halwatiah yang juga Humas Gugus Tugas Covid-19 Parepare menambahkan, RSUD Andi Makkasau sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulsel, hingga saat ini sudah menerima tujuh pasien rujukan dari luar daerah.
"Alhamdulillah, enam dari tujuh pasien ini semuanya sudah sehat dan pulang. Ada dua yang positif sudah sehat dan pulang, empat PDP sehat dan pulang, serta satu PDP asal Sidrap meninggal dunia," tandas Halwatiah.
Sementara itu, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, meminta kepada semua pihak untuk tetap melaksanakan apa yang menjadi himbauan Pemerintah, demi kepentingan kita bersama.
"Kami tetap ingatkan dengan kondisi yang ada sekarang ini, maka kami himbau agar masyarakat Kota Parepare tetap patuh dan taat terhadap edaran yang telah dikeluarkan Pemerintah, sehingga kita sama-sama terhindar dari wabah tersebut,"himbaunya.
Dirinya juga mengingatkan, saat ini memang belum ada warga kita atau warga yang tinggal dan berinteraksi di Parepare terdampak Positif, namun perlu kita pahami bersama jika OTG ini sendiri memang perlu untuk diantisipasi.
"Kita lihat angka OTG kita sangat tinggi, maka kemudian ini yang patut kita awasi, karena bisa saja mereka tidak memberikan tanda-tanda, tapi justru dia sebagai kurir virus tersebut, mungkin karena imun tubuhnya baik sehingga dia tidak merasakan,"tegasnya.
Sumber : Terkini.id
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
