

Dilansir dari AFP, sebuah gambar menunjukkan kegiatan para pekerja yang sedang mengecek sejumlah pagar di makam utama bangunan itu usai dihancurkan badai pada Jumat malam di Kota Agra tersebut.
Dia menjelaskan juga, terjadi kerusakan pada pagar marmer yang baru ditambahkan di bangunan tersebut. Selain itu, langit-langit di daerah kunjungan turis da nbatu dasar gerbang utama pun ikut rusak.
Meski demikian, tidak ada kerusakan pada struktur utama dari monument to love yang dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan sebagai makam untuk istrinya, Mumtaz Mahal yang meninggal saat melahirkan pada 1631 silam.
Dalam hal ini, satu dari tujuh keajaiban dunia baru yang menjadi daya tarik wisata di India itu telah ditutup sejak pertengahan Maret lalu lantaran terdampak pandemi Covid-19.
Sejumlah media lokal mengabarkan bahwa badai dan kilat yang terjadi pada Jumat lalu menewaskan setidaknya 13 orang di dua distrik Uttar Pradesh.
Diberitakan AFP, serangan kilat yang fatal itu relatif umum terjadi saat musim hujam pada Juni-Oktober. Tahun lalu, setidaknya ada 150 orang terbunuh oleh kilat yang terjadi pada Agustus dan September di negara bagian Madhya Pradesh di India Tengah. (mjo/stu)
Sumber : CNNindonesia.com
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
