

Terkini.id, Jeneponto – Seorang warga Jeneponto, Nursanti HP Binti Paggama (36) melaporkan oknum dokter di Bantaeng ke Kantor Polisi. Dia mengaku dirugikan oleh dokter berinisal IN tersebut.
Pihak pimpinan Rumah Sakit Anwar Makkatutu tempat dokter IN bekerja pun tengah menindaklanjuti masalah ini.
Nursanti mengaku dibohongi oleh oknum dokter saat dikuret di RS Anwar Makkatutu Bantaeng pada 13 Mei 2020 lalu.
Awalnya, Nursanti yang sedang hamil mengalami pendarahan. Karena itu, dia ke tempat praktik dokter IN pada Selasa, 12 Mei.
"Saat itu, tempat praktik dr IN yang terbuka jadi saya periksa di situ. Setelah di-USG dokter bilang kandungan ibu sudah hancur dan harus dikuret, sempat saya bertanya apakah kandungan saya tidak bisa dipertahankan? tapi dokter bilang tidak bisa karena sudah hancur, dan saya dirujuk ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng," kata Nursanti kepada terkini.id, Minggu, 31 Mei 2020, malam.
Dia pun ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng setelah salat Maghrib pada Selasa, 12 Mei 2020, bersama dengan suami dan sanak saudaranya.
"Saya masuk di UGD, jam 9 malam saya dibawa ke lantai 4 kamar 402, pada hari Rabu, 13 Mei sekitar jam 10 pagi dokter Indrawati datangi saya dan tanya ini atas nama siapa, perawat yang jawab atas nama Nursanti dok, dokter nanya sakit apa, jadi saya bilang pasienta dok yang kita suruh masuk untuk dikuret, dokter bilang sudah puasa, saya bilang tidak, sehingga dokter bilang kenapa, ya saya jawab karena saya tidak puasa karena perawat dokter tidak suruh saya puas, tidak ada petunjuk," ungkap Nursanti.
Lebih lanjut, Nursanti mengungkapkan, bahwa dia dikuret pada hari Kamis, 14 Mei 2020, sekitar pukul 12.30 WITA.
"Saya dikuret pada hari Kamis sekitar pukul setengah satu siang, dan saya keluar dari ruangan kuret sekitar jam 3 sore, setelah saya sadar saya dibawa kembali ke kamar, pasien sekamar tanya saya, dia bilang sehat ta bu, jadi saya bilang Alhamdulillah, tidak adaji darah keluar, pikiranku, saya sudah bersih karena tidak pendarahan, saya tidak pernah dikuret sebelumnya," jelas Nursanti.
Nursanti pun keluar dari RS Anwar Makkatutu Bantaeng pada hari Jumat, 15 Mei 2020.
"Saya keluar RS hari Jumat, saat keluar dari RS perasaan saya tidak pernah enak, mual terus, melebihi lagi saat saya ngidam, suami saya pun bingung, tanggal 26 Mei saya ke RS Bantaeng kontrol dan saya diperiksa oleh dokter Indrawati, yang saya herankan dia yang kuret saya lalu dia bilang masa pasienku ki bu, kandungan ibu masih utuh," ujar Nursanti.
Lantaran sudah tidak sanggup menahan sakit yang dideritanya, Nursanti pun kembali ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng pada Kamis, 28 Mei 2020, untuk memeriksakan diri.
"Hari Kamis saya diperiksa di RS Bantaeng, di USG oleh dokter, tapi bukan mi dokter IN, hasil USG janin masih utuh, setelah Maghrib saya masuk di UGD dan hari Jumat dikuret kembali, Alhamdulillah setelah dikuret perasaan saya bagus sekali mi, karena sudah bersih betul mi," imbuhnya.
Lantaran merasa dirugikan, Nursanti melalui suaminya melaporkan perilaku dr Indrawati ke Polres Bantaeng.
"Sudah saya laporkan ke Polres Bantaeng, karena perilaku dokter Indirawati yang tidak mengakui sebagai pasienya pada saat saya kontrol, padahal dia yang kuret saya, dan dia foto saya saat kontrol, dia mencurigai bahwa saya berbohong kalau saya pasiennya," ujarnya.
Adapun laporan Kepolisian terkait kasus itu yakni LP/146/V/2020/SPKT tanggal 30 Mei 2020 dengan perkara Mal Praktik di Rumah Sakit Anwar Makkatutu Bantaeng dengan tanda bukti laporan nomor: TBL/146/V/2020/SPKT.
Jawaban Direktur RS Anwar Makkatutu
Sementara itu, Direktur RS Anwar Makkatutu Bantaeng, dr Sultan, saat dikonfirmasi terkini.id lewat telpon selulernya, Minggu, 31 Mei 2020, sekitar pukul 18.47 Wita, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Iya, saya sudah mendapatkan informasi itu, cuma yang bersangkutan tidak ada di tempat, Insya Allah hari Selasa depan kita akan panggil, dan kita akan bicarakan dalam rapat komite medis," kata dr Sultan.
Sumber : Terkini.id
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
