

Muhadjir mengatakan memang situasi pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia sempat membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkaji agar program Kartu Prakerja diubah menjadi bansos penuh. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi corona sangat tertekan.
"Sehingga maunya tidak ada dengan urusan kerja karena orang sudah terlanjur susah, apalagi yang sudah kena PHK," ungkap Muhadjir dalam diskusi virtual, Minggu (31/5).
"Memang ada masalah nomenklatur, kan sudah jadi Kartu Prakerja, kok jadi bansos, itu secara jangka panjang akan jadi temuan. Kami tidak mau ini jadi perkara nanti," ucapnya.
Maka dari itu, pemerintah tetap mempertahankan program dan hanya memodifikasinya atau tidak mengubahnya secara menyeluruh. Saat ini pun, program Kartu Prakerja sudah berjalan.
Alasannya, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang ketiga belum memenuhi kuota, yaitu mencapai 300 ribu pendaftar. Alasan lain, pemerintah ingin membenahi administrasi yang belum selesai (back log), di mana peserta yang sudah menyelesaikan minimal satu pelatihan ada yang belum mendapat penyaluran insentif.
Padahal, ketentuannya dana insentif harus cair setelah peserta setidaknya menyelesaikan satu pelatihan online. Secara total, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah menyatakan bahwa program ini dirancang sampai 34 gelombang.
Sumber : CNNindonesia.com
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
