loading...

Rabu, 30 Januari 2019

Pemerintah Pusat akan mengalokasikan anggaran dari APBN sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan Bendungan Jenelata yang akan dibangun di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa tahun ini. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) T Iskandar, saat menemui Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Rujab Bupati, Rabu (30/1/2019). . “Hari ini kami menyampaikan ke Pak Bupati bahwa sesuai arahan dari pak menteri yang diteruskan ke BBWSPJ, pembangunan Bendungan Jenelata akan dimulai tahun ini, dengan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun dari APBN untuk pengerjaan kontruksi saja atau belum termasuk untuk lahan. Jadi anggaran lahan harus melalui hitungan apprasial,” ungkapnya. Terkait target pembangunan Bendungan Jenelata, kata Iskandar, pihaknya akan menyelesaikan dengan waktu hingga 2022. “Kita akan mulai tahun ini dengan estimasi selesainya tahun 2022 atau paling lambat 2023 mendatang,” bebernya. Adapun luas lahan bendungan Jenelata diperkirakan kurang lebih 1.702,81 hektar yang terdiri dari kebutuhan luas lahan untuk konstruksi kurang lebih 70,83 hektar, luas lahan untuk quarry/akses dll 199,80 hektar, luas untuk fasilitas umum 2,23 hektar, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 hektar dan kebutuhan lahan untuk greenbelt 209,35 hektar. Selain itu, data teknis luas DAS (daerah aliran sungai) sebesar 222,61 Km2, luas genangan 12,20 Km2, volume tampungan maksimal 246 juta m3, volume tampungan mati 8,15 juta m3, volume tampungan efektif 238,00 juta m3, debit banjir maksimum 3.598,98 m3/detik, debit banjir rancangan 2.547,80 m3/detik, tipe bendungan urugan zona dengan inti kedap air. Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Pemerintah Pusat akan mengalokasikan anggaran dari APBN sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan Bendungan Jenelata yang akan dibangun di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa tahun ini. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) T Iskandar, saat menemui Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Rujab Bupati, Rabu (30/1/2019).

.

“Hari ini kami menyampaikan ke Pak Bupati bahwa sesuai arahan dari pak menteri yang diteruskan ke BBWSPJ, pembangunan Bendungan Jenelata akan dimulai tahun ini, dengan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun dari APBN untuk pengerjaan kontruksi saja atau belum termasuk untuk lahan. Jadi anggaran lahan harus melalui hitungan apprasial,” ungkapnya.

Terkait target pembangunan Bendungan Jenelata, kata Iskandar, pihaknya akan menyelesaikan dengan waktu hingga 2022. “Kita akan mulai tahun ini dengan estimasi selesainya tahun 2022 atau paling lambat 2023 mendatang,” bebernya.

Adapun luas lahan bendungan Jenelata diperkirakan kurang lebih 1.702,81 hektar yang terdiri dari kebutuhan luas lahan untuk konstruksi kurang lebih 70,83 hektar, luas lahan untuk quarry/akses dll 199,80 hektar, luas untuk fasilitas umum 2,23 hektar, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 hektar dan kebutuhan lahan untuk greenbelt 209,35 hektar.

Selain itu, data teknis luas DAS (daerah aliran sungai) sebesar 222,61 Km2, luas genangan 12,20 Km2, volume tampungan maksimal 246 juta m3, volume tampungan mati 8,15 juta m3, volume tampungan efektif 238,00 juta m3, debit banjir maksimum 3.598,98 m3/detik, debit banjir rancangan 2.547,80 m3/detik, tipe bendungan urugan zona dengan inti kedap air.

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...