loading...

Kamis, 30 Mei 2019

Sejak ditetapkan menjadi tersangka bos besar MTC, Karlink dan Kondotel Makassar, Hasan Basri alias Tengsang atas kasus penodongan senjata api kepada pengusaha pribumi, Hendrik, selasa lalu (28/5/19) belum ada informasi resmi yang diperoleh dari pihak kepolisian sudah sejauh mana kasus ini. Terakhir kondisi Bang Hasan diketahui masih dalam keadaan sakit dan tersambung selang infus di salah satu ruangan di Polres Pelabuhan Makassar. Hal tersebut diungkapkan oleh laywers korban, Andi Ifal Anwar, SH, MH. “Kami sudah berkomunikasi sama penyidik, dan penyidiknya bilang sedikit lagi dirampungkan berkas perkara, baru kirim ke Kejaksaan Negeri”, ungkap Ifal rabu kemarin (29/5/19). Kasus yang menimpa Bos Besar MTC ini menyita perhatian publik termasuk beberapa ormas yang terus mempertanyakan perkembangan dan kelanjutan kasusnya. Salah satunya datang dari ormas FPI (Front Pembela Islam) dan BPPA (Brigade Pemburu Penista Agama) “Kami bersyukur kepada Allah SWT karena aksi teman-teman gabungan ormas, PP, FPI, BPPA dan LMP telah berhasil meyakinkan aparat untuk segera menciduk dan memproses hukum Bang Hasan seorang konglomerat keturunan cina pemilik MTC yang telah menodongkan senjata api kepada Hendrik pengusaha pribumi di lobi Condotel Hotel pada hari ahad 26/5/2019 lalu”, kata Zulkifli selaku pembina BPPA. Zul juga mengingatkan kepada aparat jangan coba bermain-main dan memberi keistimewaan kepada pelaku karna tindakan Bang Hasan ini bisa memunculkan konflik SARA yang besar di tanah Makassar ini. Sumber : koranmkassarnews.Com Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Sejak ditetapkan menjadi tersangka bos besar MTC, Karlink dan Kondotel Makassar, Hasan Basri alias Tengsang atas kasus penodongan senjata api kepada pengusaha pribumi, Hendrik, selasa lalu (28/5/19) belum ada informasi resmi yang diperoleh dari pihak kepolisian sudah sejauh mana kasus ini.

Terakhir kondisi Bang Hasan diketahui masih dalam keadaan sakit dan tersambung selang infus di salah satu ruangan di Polres Pelabuhan Makassar. Hal tersebut diungkapkan oleh laywers korban, Andi Ifal Anwar, SH, MH. “Kami sudah berkomunikasi sama penyidik, dan penyidiknya bilang sedikit lagi dirampungkan berkas perkara, baru kirim ke Kejaksaan Negeri”, ungkap Ifal rabu kemarin (29/5/19). Kasus yang menimpa Bos Besar MTC ini menyita perhatian publik termasuk beberapa ormas yang terus mempertanyakan perkembangan dan kelanjutan kasusnya. Salah satunya datang dari ormas FPI (Front Pembela Islam) dan BPPA (Brigade Pemburu Penista Agama) “Kami bersyukur kepada Allah SWT karena aksi teman-teman gabungan ormas, PP, FPI, BPPA dan LMP telah berhasil meyakinkan aparat untuk segera menciduk dan memproses hukum Bang Hasan seorang konglomerat keturunan cina pemilik MTC yang telah menodongkan senjata api kepada Hendrik pengusaha pribumi di lobi Condotel Hotel pada hari ahad 26/5/2019 lalu”, kata Zulkifli selaku pembina BPPA.

Zul juga mengingatkan kepada aparat jangan coba bermain-main dan memberi keistimewaan kepada pelaku karna tindakan Bang Hasan ini bisa memunculkan konflik SARA yang besar di tanah Makassar ini.

Sumber : koranmkassarnews.Com

Download with nice filename



Sumber : Sejak ditetapkan menjadi tersangka bos besar MTC, Karlink dan Kondotel Makassar, Hasan Basri alias Tengsang atas kasus penodongan senjata api kepada pengusaha pribumi, Hendrik, selasa lalu (28/5/19) belum ada informasi resmi yang diperoleh dari pihak kepolisian sudah sejauh mana kasus ini. Terakhir kondisi Bang Hasan diketahui masih dalam keadaan sakit dan tersambung selang infus di salah satu ruangan di Polres Pelabuhan Makassar. Hal tersebut diungkapkan oleh laywers korban, Andi Ifal Anwar, SH, MH. “Kami sudah berkomunikasi sama penyidik, dan penyidiknya bilang sedikit lagi dirampungkan berkas perkara, baru kirim ke Kejaksaan Negeri”, ungkap Ifal rabu kemarin (29/5/19). Kasus yang menimpa Bos Besar MTC ini menyita perhatian publik termasuk beberapa ormas yang terus mempertanyakan perkembangan dan kelanjutan kasusnya. Salah satunya datang dari ormas FPI (Front Pembela Islam) dan BPPA (Brigade Pemburu Penista Agama) “Kami bersyukur kepada Allah SWT karena aksi teman-teman gabungan ormas, PP, FPI, BPPA dan LMP telah berhasil meyakinkan aparat untuk segera menciduk dan memproses hukum Bang Hasan seorang konglomerat keturunan cina pemilik MTC yang telah menodongkan senjata api kepada Hendrik pengusaha pribumi di lobi Condotel Hotel pada hari ahad 26/5/2019 lalu”, kata Zulkifli selaku pembina BPPA. Zul juga mengingatkan kepada aparat jangan coba bermain-main dan memberi keistimewaan kepada pelaku karna tindakan Bang Hasan ini bisa memunculkan konflik SARA yang besar di tanah Makassar ini. Sumber : koranmkassarnews.Com

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...