

Terkini.id, Jakarta – Pandemi covid-19 membuat banyak sektor usaha di dunia, khususnya di Indonesia terpukul. Masalahnya menjadi makin menjadi lantaran terjadi ketidakpastian.
Tidak ada yang tahu pasti kapan wabah covid-19 akan berakhir, dan ekonomi mulai pulih lalu masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
Namun, baik WHO maupun pemerintah telah menyampaikan bahwa covid-19 akan berada lebih lama lagi. Sehingga, tidak harus menunggu covid-19 berakhir.
Para pelaku ekonomi diminta untuk menggunakan mode survival, beradaptasi hingga menggunakan gaya 'berbisnis normal' yang baru, yang berbeda dari sebelumnya.
Inventure Knowledge, salah satu platform pengetahuan yang membahas strategi bisnis dan marketing termutakhir, mengungkapkan strategi pebisnis dalam menghadapi covid-19.
Dalam e-book yang dibagikan Inventure Knowledge dan diterima terkini.id, disebutkan bahwa para entrepreneur tidak boleh menganggap krisis Covid-19 adalah sementara.
"Korban terinfeksi mulai teridentifikasi, jumlahnya melonjak, korban meninggal mencapai puncak, kemudian jumlahnya pelan-pelan menurun dan krisis pun berakhir. Itu sebabnya yang (banyak dilakukan adalah wait and see. Ditunggu perkembangan, sambil lihat-lihat, toh nanti akan kembali normal seperti sediakala. Kalau seperti itu, maka kita akan terjebak pada pola pikir 'kodok yang direbus'. Jangan!," tulis salah satu slide-nya.
Karena itu, pebisnis harus mulai berinovasi menangkap peluang di era pandemi. Beberapa contoh inovasi tersebut seperti jasa cleaning service yang memberi layanan higienitas serta punya kompetensi dalam membersihkan virus di rumah atau perkantoran.
Inovasi lainnya juga bisa dilihat dari perusahaan alat kecantikan atau kosmetik yang memperluas produk hand sanitizer serta produk antibakteri, hingga perusahaan asuransi yang membuka produk asuransi corona.
Selengkapnya, Inventure Knowledge membagikan paling tidak ada 50 inovasi yang bisa dilakukan pebisnis untuk bisa survive di masa pandemi ini. Berikut di antaranya:
Value Innovation
1. Corona Bundling Kit
2. "Kopi Seliter" @Home
3. Travelogistic
4. On demand Cleaning Service
5. Anti Bacterial Proposition
Product Innovation
6. From Beauty to Sanity
7. Homeleisure Wear
8. Shop @ the museum
9. Untouchable Sanitary Product
10 Healthy Product, Healthy Cashflow
11 "Coronassurane" for for fear customers.
13. Auto Giants Develop Healthcare Stuff
Promotion Innovation
14. Work from apartment
15. #WFH= Work From Hotel
16. Stayation Is The New Vacation
17. Customer Connection + Engagement
Channel Innovation
18. Hotel Food Delivery
19. Beauty on-Demand
20. Grocery Go Online
21. "Direct-to-Consumer" Model
22. Book Delivery
Supply Chain Innovation
23. Online Retail Stocking
24. Delivery Hub Channel
25. Connect Consumers Directly to Breweries
Service Innovation
26. Resto Experience @Home
27. Contactless Service
28. Home Auto Service
29. Fuel on Delivery
30. Taxi Deliver Grocery
31. Supermarket Booking Spot
Digital Innovation
32. Virtual Music Concert
33. Virtual Sport
34. Go Subscription
35. AI fot Physical Distancing
36. Virtual Tourism
Ux Innovation
37. "Banking From Home" Is The New Banking
38. Online Assitant
39. Virtual Personal Styling
40. "Date from Home"
41. Corona Map
Collaboration Innovation
42. Brand Collaboration
43. Cloud Kitchen
44. Crowd Scientist
45. Community Driven Delivery
Moel Business Innovation
46. From Fastfood to Minimarket
47. Al-Based Skin Consultation
48. Facebook "Go Gaming"
49. Virtual Experience
50. Mall Turn to Hospital
Penjelasan lengkapnya bisa dilihat lewat e-book berikut:
Sumber : Terkini.id
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
