
Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan wilayah Indonesia yang sangat luas, format kompetisi penuh Liga 1 sangat tidak memungkinkan bagi klub yang harus menjalani laga tanpa penonton. Turnamen pengganti bisa menjadi salah satu solusi realistis dengan berbagai pertimbangan.
Format turnamen pengganti kompetisi dengan zona wilayah dianggap bisa lebih masuk akal untuk digelar. Terutama dalam segi keuangan klub yang belum stabil pasca pandemi wabah virus corona.
Komisaris Liga Indonesia Baru (LIB), Hasani Abdulgani kepada CNNIndonesia.com mengatakan semua kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk melanjutkan gelaran Liga 1 yang sempat terhenti sampai menggantikannya dengan turnamen.Hasani menjelaskan LIB masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait berakhirnya masa darurat di Indonesia.
Komisaris PT LIB, Hasani Abdulgani (kanan) mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan segala kemungkinan untuk Liga 1. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Jika LIB maupun PSSI ingin membuat turnamen untuk mengisi kekosongan kompetisi, lanjut Hasani, hal itu pun tak mudah untuk dilakukan. Alasannya, mencari sponsor baru dalam waktu singkat yang mau mendukung bergulirnya turnamen dalam kondisi ekonomi negara yang porak poranda akibat pandemi bukan hal yang mudah.
Hasani menyarankan agar kompetisi tetap dilanjutkan setelah masa darurat corona dicabut pemerintah. Namun, akhir kompetisi tidak selesai di akhir tahun dan berlanjut sampai tahun depan.
[Gambas:Video CNN]
"Federasi Sepak Bola Thailand sudah kontak ke salah satu manajer di LIB menawarkan kompetisi di Asia Tenggara dilanjutkan serempak mulai September 2020 sampai Mei 2021. Ini akan membuat AFF dipaksa menyesuaikan kompetisi mereka yang biasanya ada di akhir tahun, November-Desember."
"Tapi kami akan inisiatif, kalau mau ikut dengan Thailand kita juga harus melobi Malaysia dan Vietnam. Minimal September liga dimulai dan Agustus pemain sudah bisa latihan lebih dulu. Tapi ini hanya bisa terjadi jika kondisi normal, artinya seluruh Indonesia wabahnya sudah tuntas, tidak cuma di Jakarta saja," jelas Hasani.
Lanjut Hasani, jika dilanjutkan kompetisi tetap akan memperbolehkan suporter untuk hadir langsung ke stadion. Sebab, klub sangat mengharapkan pemasukan dari penjualan tiket setelah sponsor tidak bisa memberikan dana penuh seperti semula.
"Sponsor sebenarnya sederhana, kita sudah kontrak dan mereka hanya tanya nasib kompetisi setelah pandemi ini. Mereka akan tanya jumlah pertandingannya masih sesuai kontrak atau tidak, kalau sesuai pembayaran normal."
Laga Persib di Liga 1 2020 sebelum pandemi virus corona di Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) |
Tapi jika sampai Juli belum ada tanda-tanda kondisi wabah virus corona di Indonesia membaik, ada beberapa usulan yang diberikan direksi dalam rapat. Salah satunya, menghentikan kompetisi dan menggantikannya dengan turnamen.
"Dibuat turnamen tapi dengan catatan Agustus kondisi membaik dan turnamen maksimal bisa digelar September kira-kira 2-3 bulan lamanya. Idealnya Agustus klub baru mulai menggelar latihan."
"Tapi kalau situasi tidak juga membaik, bisa-bisa tahun ini kompetisi tidak ada. Jadi ke depannya sangat tergantung kondisi pandemi ini. Kunci supaya kompetisi bisa digelar tentunya jika pemerintah memberikan izin," jelas Hasani.
Sumber : CNNindonesia.com
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Laga Persib di Liga 1 2020 sebelum pandemi virus corona di Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)