

Terkini.id, Surabaya – Seorang Tenaga medis kembali meninggal dunia dengan status positif Corona, pada Rabu dini hari, 20 Mei 2020. Tenaga medis atau perawat di RSUD Soewandhie Surabaya tersebut bernama Suhartik, AMd Kep.
Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Soewandhie, Surabaya, drg Rince Pangalila mengungkapkan, Suhartik yang menjabat sebagai kepala perawat meninggal sebelum Subuh.
Rince tidak bisa menjelaskan secara detail riwayat menularnya COVID-19 ke tubuh almarhum. Sebab, RSUD Soewandhie juga merawat pasien COVID-19.
Saat meninggal, Suhartik memiliki penyakit penyerta lainnya. "Meninggalnya karena COVID-19, tapi ada faktor pemberatnya karena punya asma," ujarnya seperti dikutip dari detikcom, Kamis 21 Mei 2020.
Setelah dinyatakan meninggal, tak lama-lama, jenazah langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Keputih. "Langsung dimakamkan, di Keputih kayaknya," ucapnya lagi.
Suhartik meninggal di RS Husada Utama setelah sekitar empat hari dirawat dalam keadaan kritis. Sebelumnya dirawat dua hari di RSUD Soewandhie, namun dirujuk karena alat ventilator penuh.
"Dirawat di RSUD Soewandhie dua hari. Karena ruang isolasi ventilator penuh, beliau butuh ventilator, makanya dirujuk ke RS Husada Utama. Kalau nggak Jumat, ya Sabtu. Itu karena kebetulan di RS Husada Utama ada yang kosong ventilatornya," jelasnya.
Diketahui, Suhartik merupakan perawat RSUD Soewandhie yang bertugas di unit stroke. Artinya, ia tidak merawat pasien Corona.
Sumber : Terkini.id
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
