

Trump me-retweet kicauan pengguna yang menertawakan insiden itu dan menganggapnya sebagai peristiwa yang ironis.
Pengguna akun Twitter @TheRightMelissa me-retweet unggahan seorang jurnalis CNN, Fernando Alfonso III, berisikan video yang memperlihatkan ratusan pedemo berkerumun di depan kantor CNN dan melempari kaca gedung dengan benda-benda.
Tulisan CNN yang terpampang besar di depan pintu utama kantor media itu juga dicoreti berbagai tulisan.
"Kaca mulai pecah di luar pintu masuk utama markas CNN di Atlanta. Para pemrotes berteriak," tulis status @fernalfonso.
Kicauan itu di-retweet oleh @TheRightMelissa dengan mengatakan bahwa "nasib yang ironis adalah ketika markas CNN diserang oleh perusuh yang mereka (CNN) dukung sebagai (tindakan) yang mulia dan adil. Ups".
Status @TheRightMelissa itu pun di-retweet Trump melalui akun @RealDonaldTrump.
Pengguna akun itu dikabarkan merupakan pendukung Trump. Dalam biodata yang tertulis, sang pemilik akun menggambarkan diri sendiri sebagai seorang konservatif dan 'Trumpublican'.
Dalam tiga hari terakhir, AS memang tengah dirundung demonstrasi besar di sejumlah kota.
Demonstrasi pertama kali pecah di Minneapolis, Minnesota, sehari setelah kematian Floyd pada Senin (25/5). Floyd meninggal setelah kehabisan napas saat seorang anggota polisi menekan lehernya dalam proses penangkapan.
Kematian Floyd kemudian memantik puncak amarah publik AS terkait kebrutalan dan sikap rasial aparat terhadap warga kulit hitam di negara tersebut.
Dilansir NBC News, demonstrasi yang berlangsung pada Jumat kemarin dilaporkan berujung rusuh di beberapa tempat, salah satunya Atlanta.
Selain berdemo di jalanan kota Atlanta, sebagian pemrotes menyerbu markas CNN dan merusak gedung tersebut.
Hingga kini, belum jelas mengapa para pemrotes menyerang kantor penyiaran tersebut. (rds/dea)
Sumber : CNNindonesia.com
LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.
