loading...

Selasa, 08 Januari 2019

Direktur RSUD Haji Makassar, Abd Haris Nawawi hingga kini belum bisa dikonfirmasi terkait pengadaan Alat Kesehatan yang ditaksir 24 Milyar bersumber dari dana DAK Kemenkes RI T.A 2018. Pasalnya dalam pengadaan Alkes ini simpan siur. Menurut KPA, H. Ahdy Syafar jika anggaran DAK Kemenkes RI tersebut dibagi menjadi 2 proses pengadaan. Adapun proses itu yakni: ⠀ 1. 18,6 Milyar ditangani oleh Wakil Direktur RSUD Haji yang membidangi, Penunjang Medik, Diklat, Litbang dan Etika, H. Ahdy Syafar, selaku KPA. ⠀ 2. Sedangkan 5 Milyar diduga ditenggarai langsung Direktur RSUD Haji, Abd Haris Nawawi selaku KPA. Saat ditelisik, pengadaan yang menggunakan anggaran Rp. 18,6 Milyar dibawa tanggung jawab, H. Ahdy Syafar, terdapat salah satu Alkes di gudang, barang yang ditaksir Rp. 3 Milyar itu bernama Laparascopy asal German tidak dipergunakan. Menurut Muhlis selaku pemeriksa barang RSUD Haji, barang tersebut disimpan karena tidak didistribusikan keluar. Dia juga mengaku bahwa barang tersebut berasal dari T.A 2018 dengan pengiriman asal negara German. ⠀ “Sudah dikeluarkan. Tapi sudah dikomunikasikan Pak Muhsin (KPA),” ungkap dia, Selasa, (8/1/19). ⠀ Konon kata Dokter, barang tersebut tidak sesuai harapan sehingga disimpan di gudang sehingga tidak terpakai. Pemesan itu dilakukan dibawa koordinasi oleh KPA, H. Ahdy Syafar, berdasarkan RAB. Saat dikonfirmasi via celuler, H. Ahdy Syafar mengaku sedang berada di tempat pesta. Saat ditelusuri rupanya Ahdy (KPA) hanya berada di ruang kerjanya. Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



Direktur RSUD Haji Makassar, Abd Haris Nawawi hingga kini belum bisa dikonfirmasi terkait pengadaan Alat Kesehatan yang ditaksir 24 Milyar bersumber dari dana DAK Kemenkes RI T.A 2018.

Pasalnya dalam pengadaan Alkes ini simpan siur. Menurut KPA, H. Ahdy Syafar jika anggaran DAK Kemenkes RI tersebut dibagi menjadi 2 proses pengadaan. Adapun proses itu yakni:

⠀

1. 18,6 Milyar ditangani oleh Wakil Direktur RSUD Haji yang membidangi, Penunjang Medik, Diklat, Litbang dan Etika, H. Ahdy Syafar, selaku KPA.

⠀

2. Sedangkan 5 Milyar diduga ditenggarai langsung Direktur RSUD Haji, Abd Haris Nawawi selaku KPA.

Saat ditelisik, pengadaan yang menggunakan anggaran Rp. 18,6 Milyar dibawa tanggung jawab, H. Ahdy Syafar, terdapat salah satu Alkes di gudang, barang yang ditaksir Rp. 3 Milyar itu bernama Laparascopy asal German tidak dipergunakan.

Menurut Muhlis selaku pemeriksa barang RSUD Haji, barang tersebut disimpan karena tidak didistribusikan keluar. Dia juga mengaku bahwa barang tersebut berasal dari T.A 2018 dengan pengiriman asal negara German.

⠀

“Sudah dikeluarkan. Tapi sudah dikomunikasikan Pak Muhsin (KPA),” ungkap dia, Selasa, (8/1/19).

⠀

Konon kata Dokter, barang tersebut tidak sesuai harapan sehingga disimpan di gudang sehingga tidak terpakai. Pemesan itu dilakukan dibawa koordinasi oleh KPA, H. Ahdy Syafar, berdasarkan RAB.

Saat dikonfirmasi via celuler, H. Ahdy Syafar mengaku sedang berada di tempat pesta. Saat ditelusuri rupanya Ahdy (KPA) hanya berada di ruang kerjanya.

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...