loading...

Rabu, 20 Februari 2019

SUNGGUMINASA -- Keluhan datang dari warga Dusun Pattiro Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Gowa. Mereka mulai geram. Jengkel bercampur kecewa. ⠀ "Jika memang tak bisa dibantu. Setidaknya perbaikilah jalanan kami," kata Asri Dg Se're, warga Dusun Pattiro, korban longsor yang selamat pada 22 Januari lalu, Kamis (21/2/2019). ⠀ "Berilah kami ruang untuk bisa mengakses kampung-kampung kami. Berikanlah kami akses untuk kembali bisa berdagang atau berkebun lagi," katanya lagi. Curahan hati ini, diakui Dg Se're sebenarnya tak lagi bisa tertahan. Apalagi, bukan hanya dia yang merasakannya. Tetapi juga korban selamat lainnya. Ia mengaku, sebenarnya tak ingin mengungkapkan keluh kesah ini. Hanya saja, ia sendiri tak tahan ketika harus mendengar orang-orang di sekitarnya mengeluh. Apalagi soal jalan yang kini masih penuh lumpur. ⠀ "Kami tak tahu harus bagaimana. Tak tahu mau mengadu ke mana. Jadinya, mau tak mau kami swadaya saja. Uang yang kami punya, dikumpulkan. Sedikit demi sedikit membenahi jalanan kami," ujarnya. Dia pun harus membeli semen juga kerikil. Tak cukup. Warga lain menyumbang pula. "Tak cukup lagi. Minta sumbangan lagi dari warga yang masih punya uang," sebutnya, sembari menunjukkan jalanan yang mereka benahi beberapa hari lalu di dusun itu. (sua) Download with nice filename | Makassar Info Berita Terbaru



SUNGGUMINASA -- Keluhan datang dari warga Dusun Pattiro Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Gowa. Mereka mulai geram. Jengkel bercampur kecewa.

"Jika memang tak bisa dibantu. Setidaknya perbaikilah jalanan kami," kata Asri Dg Se're, warga Dusun Pattiro, korban longsor yang selamat pada 22 Januari lalu, Kamis (21/2/2019). ⠀

"Berilah kami ruang untuk bisa mengakses kampung-kampung kami. Berikanlah kami akses untuk kembali bisa berdagang atau berkebun lagi," katanya lagi.

Curahan hati ini, diakui Dg Se're sebenarnya tak lagi bisa tertahan. Apalagi, bukan hanya dia yang merasakannya. Tetapi juga korban selamat lainnya.

Ia mengaku, sebenarnya tak ingin mengungkapkan keluh kesah ini. Hanya saja, ia sendiri tak tahan ketika harus mendengar orang-orang di sekitarnya mengeluh. Apalagi soal jalan yang kini masih penuh lumpur.

"Kami tak tahu harus bagaimana. Tak tahu mau mengadu ke mana. Jadinya, mau tak mau kami swadaya saja. Uang yang kami punya, dikumpulkan. Sedikit demi sedikit membenahi jalanan kami," ujarnya.

Dia pun harus membeli semen juga kerikil. Tak cukup. Warga lain menyumbang pula. "Tak cukup lagi. Minta sumbangan lagi dari warga yang masih punya uang," sebutnya, sembari menunjukkan jalanan yang mereka benahi beberapa hari lalu di dusun itu. (sua)

Download with nice filename



Sumber : instagram : sosmedmakassar

LiputanMakassar.com Kami Mengumpulkan serta Menyajikan berita dari sumber terpercaya baik media massa terkemuka di Indonesia maupun akun sosmed yang memiliki integritas dalam menyajikan berita keadaan di Makassar.

Adbox
loading...